
Happy reading
š¹š¹š¹š¹š¹
Skip skip gays
Perlahan Lily membimbing senjata suaminya menuju ke
memiawnya yang sudah basah. Namun dengan
nakal, Bian hanya menempelkan dan
menggesek-gesekkan ujung kepala senjatanya di atas bibir milik Lily. Terasa geli, memeng. Tapi
sensasi yang lily rasakan terasa begitu nikmat.
Belum pernah ia merasakan yang seperti
ini.āOhā¦, Bi! Ayolahā¦.aku udah nggak tahan
lagiā¦, cepet masukin dong!"Lily sudah tak bisa
tahan diperlakukan seperti itu. Perlahan Lily menaikkan pantatnya ke atas untuk menyambut senjatanya Bian yang sudah siap untuk tempur itu.
Kemudian lily menekan pa ntat Bian ke bawah
supaya senjatanya itu bisa masuk dengan
sempurna.āAaarrrghhhā¦!ā Lily menjerit kecil
ketika batang senjata Bi yang besar itu menembus liang miliknya. Awalnya terasa seret
dan perih, karena ukuran senjata Bian yang memang besar dan panjang.
Namun setelah buah ter ong itu tertanam
__ADS_1
beberapa saat di dalam milik Lily, rasa perih
itu perlahan berubah menjadi rasa nikmat.Perlahan-lahan Bian mulai
mengayunkan pan tatnya naik dan
turun.āHooohh.., Bi! Sssttā¦, enak Kak!ā Lily jadi
ngomong tak karuan.āAā¦yo, Sayang !Goyangkan juā¦ga pan..tatmu! Ooohhhā¦!āLily menuruti kata suaminya .
Ia coba untuk mengikuti irama dan gerakan- gerakan nikmat yang dilakukan Bi. Gesekan-
gesekan halus antara batang senjata Bian
dengan dinding miliknya terasa begitu
nikmat.āOhhhā¦,ly! Yaā¦begituā¦! Teā¦rusā¦
goyangkan pant atmu! Uuuhhā¦, oohhā¦, yesā¦!"Bian tampak begitu menikmati permainan Mereka. Lily lihat wajahnya menengadah dengan mata
Sesekali dari bibirnya terdengar lenguhan dan
desisan kenikmatan.Lily pun juga menikmati
sod okan-sod okan mantap batang senjata Bian.
Bahkan Lily memeluk tubuh kekar Bian dengan erat. Seolah tak ingin berhenti dari permainan itu.
Keringat mengalir deras melalui pori-pori tubuh
keduanya sehingga dada bidang Bian yang berbulu
lembut tampak mengkilat karena basah oleh
keringat. Hingga akhirnya Lily merasakan ada
__ADS_1
sesuatu yang berdenyut dari dalam
rahimnya.āOoohhā¦,Kak! Lilyā¦, mau ke..luarā¦! Ssshhhttā¦, Arrhhhgggā¦!āLily tidak kuat lagi
menahan sesuatu yang mendesak keluar dari
dalam rahimnya. Namun Bian masih terus
mengayunkan senjatanya keluar masuk dan
men usuk-nu suk goa darba Lily. Dan beberapa saat
kemudian, Lily juga merasakan batang senjata suaminya mulai berdenyut-denyut didalam miliknya itu.
Sampai akhirnyaā¦.āAaaoouuhhhā¦, Lili! Nikmat
bangeet!āCairan putih kental menyembur deras
dari ujung tongkol Bian. Bi pun kemudian
menjatuhkan diri ke sisi tubuh Lily. Nafasnya tampak
terengah-engah dan terlihat kecapean.āOhā¦, Bi! kau memang benar-benar hebat. huhfffā Lily memeluk tubuh Kekar Bi.ia sandarkan kepalanya di da da bidang Bian sambil mengelus-elus bu lu-bu lu lembut yang
berbaris rapi sampai ke pangkal pahanya. Dengan lembut pula Bi membelai rambut Lily yang
sedikit oleh keringat. Ahā¦, ternyata diperkosa suami itu enak juga. Kali ini justru Lily mengharapkannya lagiā¦.
Malam itu hanya seorang Waiters pengantar makanan di hotel itu yang terlalu menunggu lama ulah mereka berdua tempur .
Waiters di hotel itu berulang kali menggedor pintu namun tidak di buka juga, Ya malam itu terjadi kembali penyatuan cinta dari sepasang pengantin muda dan baru itu, mereka melupakan sejenak masalah yang ada dan menikmati percintaan mereka.
Bersambung...
š„š„š„š„š„
__ADS_1