
Happy reading
🌹🌹🌹🌹🌹
"Wanita apa? katakan?" ucap Lily sedikit berteriak namun Bi memalingkan wajahnya tak ingin melihat wajah lily yang memerah dan saat Bi hendak melangkah menjauhi Lily gadis itu seketika menggenggam tangan kanan Bian dengan erat.
"Kenapa menghindar? katakan?" ucap Lily lagi dengan menajamkan tatapan nya kepada Bian
"lupakan, aku lelah." gumam Bian memilih menyudahi pertengkaran kecil itu
"Semudah itu kau katakan?Cih.... kau tak lain hanyalah seorang pecundang." ketus lily meremehkan Bian membuat Laki-laki itu yang tadinya enggan menanggapi menjadi emosi seketika
"Jangan menguji kesabaran ku lily, paham kau." ketus Bian
"Kau pikir cuma dirimu yang punya aku tidak?Aku juga punya batas kesabaran, catat itu." ketus Lily mencengkram tangan Bian semakin kuat
"Kau terpaksa aku tidak, ya itu betul karna aku sangat mencintaimu, cih... omong kosong, begitu kan?" ketus Lily dengan wajah memerah nya.
"Apa kurang ku? aku mencoba merubah diriku sebaik mungkin selama satu bulan ini bahkan tatap bicara ku pun sudah ku perbaiki dengan sopan lalu apa? ah ya... aku tau... karna aku bodoh bukan karna aku bukan tipe mu kan Biantara Shu." ucap Lily sambil bertanya
"Sudah cukup." Bian membuang arah pandangan nya tak ingin memperpanjang masalah.
"Kenapa cukup? lantas pernikahan apa yang kita jalani ini tanpa adanya kejelasan juga bicara atas ketidaknyamanan mu, katakan biar aku paham antara memperjuangkan atau harus mundur di waktu yang tepat." ucap Lily dengan tegas dan lantang
"Aku juga wanita aku memiliki perasaan." ucap nya lagi
__ADS_1
"Tapi aku tidak mencintaimu Lily." jawab Bi pada akhirnya bersuara dan berhasil membuat lily terdiam dan seketika melepaskan genggaman tangannya.
"Sedikit pun tak ada?" tanya Lily sedikit memundurkan langkahnya
Bian terdiam
"Kau mencintai Lisa?" tanya Lily namun Bian hanya diam tapi lily bisa melihat mata yang tak bisa bohong seorang Bian
"Ya aku mengerti sekarang." Lily membuka telapak tangannya dan melambaikan sekilas tangan itu ke atas.
"Aku sangat takut kehilanganmu, tapi aku lebih takut kamu tidak bahagia dengan ku." jawab Lily kembali menarik keatas resleting gaunnya dengan susah payah
"Maksudmu?" tanya Bian
"Tidak apa pergilah mencari kebahagiaan mu, aku akan menyetel semua nya sampai satu bulan janji yang pernah aku ucapkan itu." ucap Lily dengan wajah datar nya
"Tidak apa, pergilah." jawab lily lagi
"Apa kau marah?" tanya Bian memastikan keputusan mereka
"Aku tidak marah aku hanya ingin diam dan memberi waktu bagi diriku sendiri, untuk tenang kadang terlalu banyak bicara pun melelahkan, terkadang banyak berpikir pun pusing. Aku sedang belajar melepaskan, memaafkan, merelakan, mengikhlaskanmengikhlaskan terus mengikhlaskan sampai hati ku benar-benar pulih."ucap Lily panjang lebar lalu membentang kan tanganya mempersilahkan Bian untuk keluar
"Silahkan keluar aku mau ganti pakaian." ucap Lily dengan sopan dan berwajah datar berbeda sekali sikap dan prilakunya dengan yang selama ini.
Bian pun dengan terpaksa keluar dari kamar hotel itu meninggalkan lily sendirian. ada perasaan beda dalam hatinya ketika wanita yang sudah menjadi istrinya itu mengungkapkan semuanya tadi. namun lagi-lagi Bi menepis kata hatinya.
__ADS_1
Saat Bi hendak berjalan menuju lobby hotel ia berpapasan dengan asisten Lu yang tak lain papa istrinya.
"Paman." panggil Bi langsung menghentikan langkah nya
"Panggil aku papa Bi karna kau sekarang bagian dari keluarga ku juga, mana istrimu?" ucao Asisten lu kepada Bian lalu bertanya dimana lily kepada Bian yang notabene menantu nya sendiri.
"Lily ada di kamar kok p.. pa." ucap Bi masih kaku
"Oh gitu... bisa aku bicara sebentar dengan mu?" tanya Asisten Lu kepada Bian
"Mari... " Bian mempersilahkan untuk mereka bicara di halaman hotel tersebut dan tak lama mereka pun sampai di halaman tersebut yang terbilang sepi.
"Sebelumnya aku ingin meminta maaf kepada mu nak." ucap Asisten Lu mengeluarkan wajah aslinya sebagai seorang ayah kepada menantu tak ada wajah tegas seorang Asisten
"Maaf kenapa? tanya Bian
"Aku tidak tau harus memulai darimana? aku sangat mencintai putri ku, dia satu-satunya harta yang kami punya, jadi jika dia manja dan kekanak-kanakan bahkan menyusahkan mu maafkan lah putri ku nak." ucap Asisten Lu dengan memohon
Bian hanya diam mendengarkan ia bingung harus bicara apa
"Kami yang selalu memanjakan nya jadi jika putri ku berbuat ulah bahkan membuatmu marah tolong bicara kan dengan pelan agar ia mengerti nak." ucap Asisten Lu
"Tidak apa pa karna aku dan Lily." suara bi terpotong
"Aku seorang ayah menitipkan anaknya kepada mu." jawab Asisten Lu pada akhirnya kepada Bian.
__ADS_1
Bersambung.....
Bantu support othor supaya semangat up ya 🙏🙏🥰🌹