
Happy Reading
💖💖💖💖💖
Skip
Skip
"Pasti Mommy and Daddy berantem karna ulahmu sayang."Cicit El kepada Ge didalam kamar mereka
"Paling juga berakhir main."
"Main apa?" el bertanya karna tidak paham akan istrinya itu
"Hehehe...Main kuda-kudaan."Ucap Ge
*******
Di apartemen Bara Famili.
Daddy Bara pun menghempaskan tubuh istrinya di atas ranjang
Didalam Kamar setelah melucuti pakaian masing-masing Daddy Bara langsung menghujam seluruh tubuh istrinya
"Aghhhhh......"
Bara langsung menarik Jihan masuk ke dalam pelukannya "Bara...ehmm" panggil Jihan dengan suara manjanya
Bara tidak memberikan kesempatan untuk istrinya beristirahat. Dia langsung memeluk Ji dan mel umat bibir istrinya .
Jihan gelapan dan tidak kuasa menolaknya Dengan elusan tangannya,Bara telah membuka penutup da da istrinya yang berukuran lumayan be sar dan penutup milik Jihan .
Bara smakin beringas, bagaikan macan kelaparan. Daddy Bara mulai menciumi lub ang Milik Ji“Ah.. uh.. ah.. uh.. ah.. teru..s Bara. Ah.. ah.. uh shh.. shh.. uh..” Rasanya tidak terlukiskan, badan Ji menggeliat-geliat bagai ulat kepanasan. Lidah Daddy bara merojok-rojok milik istrinya dan menji lat keseluruhan nya yang ada di dalam sana .
Lalu mommy Ji membuka baju dan celana yang dikenakan suaminya dan ia Kaget! Ternyata senjat Bara sudah keluar melewati celana dala mnya. Kelihatan ujungnya memerah.
__ADS_1
Sudah terasa satu jari Bara dimasukkan ke dalam milik istrinya . Dikeluar- masukkannya jari itu dan diputar-putar. Digoyang ke kanan dan kiri. Satu jari dimasukkannya lagi. Terasa sakit, tapi nikmat. Mungkin masih penasaran karna sudah lama mereka tidak bercinta dan Daddy Bara pun memasukkan jarinya yang ketiga.
Dikeluar-masukkan, digoyang kiri kanan. Nikmat sekali. Sedangkan tangan kirinya membantu membuka lub ang milik istrinya untuk mempermudah memasukkan jari-jari kanannya. “Ah.. uh.. ah.. sh.. uhh.. shh.. terus Bara....aduh.. nggak kuat Bara.. Aku mau keluar nih..” Akhirnya Jihan basah.
Bara tersenyum puas. “Sekarang gantian ya,.”Daddy Bara memohon kepada istrinya
“Hemmm...tapi punyamu panjang, muat nggak ya..?” jawab Ji seakan-akan baru pertama kali nya.
“Coba saja dulu,sayang. Nanti juga terbiasa.”Ucap Bara dengan suara parau yang terdengar sangat sensual
“Auh.. aw.. jangan didorong suamiku,malah masuk ke tenggorokkanku, pelan-pelan saja ya. Punyamu kan panjang.” Rengek Ji karna Bara menekankan kepalanya lebih dalam
Sekitar lima belas menit kemudian erangan Bara semakin menjadi-jadi. “Ah.. uh.. oh.. ah.. sh.. uh.. oh.. uh.. ah.. uh..” Jihan pun menghisap semakin kuat dan kuat, Bata pun semakin keras erangannya.
Bara mulai ingat, tangannya bekerja lagi mengelus Milik Jihan yang mulai mengering, basah kembali. Mulut mommy Ji masih penuh senjata Bara dengan gerakan keluar masuk seperti penyanyi karaoke.
“Sudah dulu sayang,aku nggak tahan.., masukkin saja ke milik mu hmmm..?” pinta Bara
Jihan hanya menganggukkan kepala saja, sambil Berharap harap cemas . Kedua kaki Ji diangkat ke pundak kiri dan kanannya Bara, sehingga posisi Ji menga ngkang.
Dibuka Bara Milik istrinya dengan tangan kirinya, dan tangan kanan menuntun Senjata nya yang besar dan panjang menuju lub ang surgawi itu.
Didorongnya perlahan, “Sreett..,” Bara melihat istrinya sambil tersenyum dan dicobanya sekali lagi. Mulai Jihan rasakan ujung senjata Bara masuk perlahan.
Mentari mulai geli, tetapi agak sakit sedikit.Bara Melihat istrinya meringis menahan sakit, dia berhenti dan bertanya. “Sakit ya..?” Jihan tidak menjawab, hanya memejamkan matanya ingin cepat merasakan senjata besar suaminya itu .
Digoyangnya perlahan dan, “Bleess..” digerakan Bara kuat bok ongya ke depan hingga Jihan menjerit, “Aaauu..” Ji tahan Bok ong Bara untuk tidak bergerak.
Rupanya Bara mengerti milik istrinya agak sakit, dan Bara juga ikut diam sesaat. Jihan rasakan Senjata Bara berdenyut dan Ji tidak mau ketinggalan. Jihan berusaha mengejang, sehingga senjata suaminya merasa Jihan pijit-pijit.
Selang beberapa saat, Milik Ji rupanya sudah dapat menerima semua senjata suaminya dengan baik dan mulai berair, sehingga ini memudahkan Bara untuk bergerak.
Bara mulai basah dan terasa ada kenikmatan mengalir di sela pa hanya. Perlahan Bara menggerakkan pan tatnya ke belakang dan ke depan. Ji mulai kegelian dan nikmat.
Jihan membantu Bara dengan ikut menggerakkan pant at nya berputar. “Aduuhh..,Ji ah..sayang.,” erang Bara menahan laju perputaran pan tat istrinya . Rupanya Bara juga kegelian kalau Ji menggerakkan pant at nya. Ditahannya pant at Ji kuat-kuat agar tidak berputar lagi, justru dengan menahan pant at kuat-kuat itulah Ji menjadi geli dan berusaha untuk melepaskannya dengan cara bergerak berputar lagi, tapi Bara semakin kuat memegangnya.
__ADS_1
Jihan melakukan lagi gerakan berulang dan kurasakan telur Senjata Barq menatap pan tatnya licin dan geli. Bara termasuk kuat juga, berkali- kali Milik Jihan mengocek senjata Bara masih tetap saja tidak menunjukkan adanya kelelahan bahkan semakin meradang.
Jihan coba mempercepat gerakan pan tat nya berputar semakin tinggi dan cepat, Jihan lihat hasilnya Bara mulai kewalahan, dia terpengaruh irama Ji yang semakin lancar.
Jihan pun menurunkan kakinya menggamit pinggang Bara, Bara semakin tidak bergerak berputar lagi, tapi Bara semakin kuat memegangnya. Jihan turunkan kaki nya menggamit pinggang suaminya, Bara semakin tidak leluasa untuk bergerak, sehingga Ji dapat mengaturnya.
Jihan merasakan sudah 4 (empat) kali miliknya mengeluarkan ca iran untuk membasahi senjata suaminya itu, tetapi Bara belum keluar juga.
Jihan pegang Senjata suaminya yang keluar masuk didalam miliknya itu, ternyata masih ada sisa sedikit yang tidak dapat masuk ke milik Jihan .
Jihan pun terus mengerang keasyikan, “Auh.. auh.. terus Bara auh.. Ena..k ehmm...Bara Ugh.. ah.. lebih cepat lagi sayang.. ugh.. ah.. sshh.. uh.. oh.. uh.. ash.. sshh..” “Kecepek.., kecepek.., kecepek..,” bunyi milik Jihan saat senjata Bara mengucek habis di dalamnya. Jihan kegelian hebat,
“Ji sayang... aku mau keluar, tahan ya..,” pintanya menyerah. tanpa membuang waktu, Jihan tarik milik nya dari senjata dev lalu Ji pun menggenggam dan dengan lincah Jihan masukan bonggol senjata tersebut ke dalam mulut nya, ia mainkan sambil ia hisap kuat-kuat, "Aghh..,..sayang .."Erang Bara menjambak rambut istrinya
Jihan menghisap lagi dan dengan cepat mulut nya maju mundur untuk mencoba meran gsang agar mayones suaminya cepat keluar. Mulut nya mulai payah tapi mayones yang ia harapkan tidak juga keluar.
Ji kembali menarik senjata Bara dari mulut nya ,Bara tersenyum dan sekarang telentang. Tanpa menunggu komando, Jihan pegang senjata suaminya, dan ia tuntun ke miliknya dengan Ji mendudukinya.
Jihan bergerak naik turun, dan Bara memegang Gunung kembar istrinya dengan erat.
Tidak lama kemudian Barq menarik tubuh Ji melekat di da danya, dan Ji juga terasa panas. “Sreet.., sreett.., sreett..,” Jihan merasakan ada semburan hangat bersamaan dengan keluarnya pelicin di milik nya, Bara memeluk istrinya erat demikian pula Ji .
Kaki Bara dijepitkan pada pinggang Jihan kuat-kuat seolah tidak dapat lepas. Bara tersenyum puas.
"Love you."Ucap Bara menatap wajah Mommy Jihan yang menyandar di da da nya
"Love you to hubby."Ucap Ji lalu mengecup bibir suaminya sekilas
cup
bersambung....
🔥💦🔥💦🔥💦ngosngosan othor nya 😂😉
Support jangan lupa 🙊🙈
__ADS_1