
Happy reading
πππππ
Pagi yang begitu cerah secerah mentari pagi yang menyambut dengan sinarnya membuat semua mata memandang dengan indah.
Pagi dimana semua orang melakukan aktifitas sehari-hari mereka, bekerja diluar rumah atau pun didalam rumah.
Begitu juga dengan pasangan El dan Ge, menjelang pagi mereka disibukan dengan rutinitas mengurus baby Luke yang kian hari makin aktif bahkan sangat lincah.
"Ini hari minggu kan mamanya Luke." tanya El kepada istrinya
"Ya." Jawab Ge singkat karna sibuk merapikan baju anaknya
"Apa kita berkunjung kerumah Bian dan Lily saja?" tanya El memberi ide untuk jalan-jalan weekend ini
"Boleh juga." Ge pun setuju
"Baiklah, nanti siang kita akan pergi kesana. okey." ucap El dan bergegas keluar dari kamar mereka untuk memanaskan mobilnya.
Hari pun berganti siang dan El juga istri dan anak nya sudah siap berangkat mengunjungi kediaman adik dan adik ipar mereka.
"Sabuk pengamannya di pake Mamah Luke." pinta El kepada istrinya
"Pasangin." rengek Ge
"Manja, ya udah sini." El pun mendekati istrinya lalu memakai kan sabit tersebut sedang Baby Luke tertidur pulas.
Dan mereka pun akhirnya berangkat dengan kecepatan rata-rata, El tidak mau terburu-buru karna membawa anak istrinya jalan jadi dirinya pun membawa mobil dengan pelan.
Jika El dan Ge sedang asiknya jalan-jalan mereka namun tidak bagi Bian, setiap hari ada saja kerjaan yang di beri istrinya dan jika tidak ia lakukan perdebatan kecil pun pasti terjadi.
Dimana Lily yang tidak mau mengalah dan selalu memgungkit bahwa dirinya mengandung anak Bian bukan satu tapi dua, padahal dalam batin Bian anak berdua bukan anak dirinya seorang. tapi balik lagi ke poin utama, istri selalu benar.
__ADS_1
"Papah Utun... minum.. " Lily lagi berteriak memanggil suaminya karna ia sedang makan namun tidak ada air minum di dekat nya, bukan karna malas untuk ambil sendiri, berdiri saja dia sulit
"Ada apa sayang?" tanya Bian datang berlarian masuk ke kamar karna tadi ia sedang mengerjakan pekerjaan kantornya di sofa ruang tamu dengan laptop nya, namun mendengar teriakan istri manjanya itu membuat Bi meninggalkan semuanya.
"Ada apa hmm.. ?" tanya Bian lagi
"Apa ga liat? mamah Utun tu haus, kasih makan ga kasih minum,, aku keselek." ucap Lily sambil mengerutkan bibir nya namun sangat gemes dimata Bian kalau istrinya sudah bersikap seperti itu.
"Jadi haus ni ceritanya?" goda Bian sambil duduk disamping istrinya
"Iya lah." jawab Lily
"Mau di ambilin?" Goda Bian semakin mendekati wajah istrinya
"Iya papah utun." ucap Lily lagi
"Ya udah sebagai upahnya cium dulu dong." Bian manja minta di cium sama istrinya
Cup
"Udah." ujar Lily
"Bukan disana." Bian tidak mau
"Terus." tanya Lily sambil memicingkan matanya
"Disini." Bian pun menunjukan bibirnya
Cup
Cup
Cup
__ADS_1
Lily mengecup sampai tiga kalo kecupan dibibir suaminya.
"Puas." Ketus Lily
"Hehe... terimakasih sayang, oke aku ambil minum dulu ya." Bian pun beranjak dari tempat duduknya lalu mengambil minum yang memang sudah ada di meja kamar itu.
"Ini."Bian pun memberikannya kepada Lily dan di terimakasih istrinya lalu meminumnya dengan habis
" Itu kenapa nasinya?"Bian heran tumben piring istrinya bersih ga bersisa cuma ada paling sisa nasih sedikit
Lily melihat tunjuk suaminya "Owh itu,,,, dulu opa dari mama Arin pesan jangan tinggal sebiji pun nasi nanti dia nangis, jadi mamah utun tinggal dua bijik biar dia ada kawan, coba aja liat.. ada dua kan?" ucap Lily panjang lebar
"Ehhhmm... ya ya terserah kamu deh." Bian hanya bisa mengembus nafas panjang jika istrinya itu sudah mulai mengada-ngada
namun saat bersamaan bell rumah mereka pun berbunyi
Ting tong..
"Sayang kek nya ada tamu, tunggu disini bentar ya." ucap Bi kepada istrinya
"Stop." Lily menyuruh suaminya untuk berhenti dan ia pun mengambil ponselnya dan membuka CCTV dan melihat siapa tamu mereka.
"Kak Ge... baby Luke,, papa utun yang dateng kak Ge, aku mau ikut menuambit mereka di luar juga." ucap Lily meminta kepada suaminya
"Ya sudah ayo." Bian oun hendak membantu istrinya berdiri
"Bentar mama utun make up dulu." Lily menyuruh suaminya menunggu
"Sayang kita cuma mau bukain pintu untuk tamu kita bukan mau ketemu presiden, dan kau tau sayang? suamimu ini kalau nunggu mama utun dandan bisa tanam padi satu hektar, nyuci motor sepuluh kali, ternak lele sampai panen." ucap Bian sambil mengeluh
"Maksudnya?" tanya Lily gak ngeh
"Lama."
__ADS_1
Bersambung.....
Support terus ya karya receh othorπππ₯°