
Happy reading
🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah perdebatan Bian dan kakak nya Ge, Bian yang tadinya ingin bicara langsung kepada Lily mengurung kan niatnya. apa yang dikatakan kakak nya Bian pun tak memungkiri semua nya memang benar dia lah yang salah dans sekarang hati istrinya terluka yang seharusnya suami adalah pelindung bagi istri dan rumah tangga nya tapi Bian lah yang menaruh luka di dalam rumahtangga itu.
"Agggghhhhh..." Bian mengerang sambil menendang kakinya ke arah udara lalu ia mengusap-usap wajahnya dengan kasar
sedangkan Lily merasa nyaman ada diperlukan papanya.
"Mau papa antarkan pulang ke rumah suamimu?" tanya Papa Lu namun lily seketika langsung menengadah kan kepalanya melihat asisten Lu dan langsung menggelengkan kepala dengan cepat.
"Jadi?" tanya papa Lu lagi kepada putri nya itu
"Mau pulang kerumah papa?" ucap Asisten Lu namun putri nya lagi-lagi menggelengkan kepalanya
"Mama pasti banyak bertanya kalau lily tinggal di rumah kalian kan Pa?" ucap Lily
"Jika mama tau pasti jadi kepikiran, lily tidak mau sampai itu terjadi,, biarkan mama tau rumahtangga lily baik-baik aja." ucap Lily kepada papa nya
__ADS_1
"Terus mau kemana?" tanya papa Lu
"Berikan Lily kartu ATM Papa, boleh?"pinta lily kepada Papa nya
Papa Lu tidak menjawab permintaan putrinya, ia melihat sekilas wajah Lily lalu mengeluarkan dompetnya dan mengambil satu kartu ATM didalam dompet tersebut .
" Ambillah, pasword nya tanggal lahir mu, tetap selalu kabarin papa." ucap Asisten Lu seakan tidak ingin putrinya pergi namun otaknya membiarkan agar putrinya tumbuh menjadi anak yang dewasa yang bisa menyelesaikan masalah keluarga nya sendiri tanpa melibatkan orang lain.
"Terimakasih pa, lily pergi dulu." gumam Lily tersenyum kecil lalu mencium pipi papa nya dan langsung meninggalkan Asisten Lu disana sendirian.
Bian hanya bisa melihat dari kejauhan apa yang sedang Lily dan papa nya itu lakukan . " Mau kemana dia?" gumam Bian bertanya-tanya karna lily tidak pulang bersama papa nya melainkan pergi sendiri.
Sudah tiga jam lebih Bian mengikuti taksi yang membawa istrinya itu entah kemana bahkan mereka pun sudah jauh keluar dari area kota di negara itu. tak lama mobil yang membawa Lily pun berhenti di sebuah penginapan lumayan besar namun jauh dari perkotaan bernuansa Alam.
Lily turun dari taksi itu setelah melakukan pembayaran dan ia pun masuk untuk memboking kamar dihotel tersebut.
Setelah selesai ia memboking kamar lily langsung masuk menuju kamar miliknya
__ADS_1
Sedangkan Bian setelah memarkirkan mobilnya ikut masuk kedalam penginapan tersebut dan menuju kasir.
"Pesan satu kamar disebelah kamar wanita yang baru cek in tadi." ucap Bi dengan wajah datar seperti biasanya
"Maaf tuan di sebelah kamar wanita tadi akan ada yang menginap malam ini dia sudah DP sama kami. " ucap karyawan di penginapan itu
"Cancel dan kasih kamar lain, aku akan membayar dua kali lipat. dan wanita tadi itu istri saya." ucap Bian
"Baik tuan." kasir itu hanya bisa menurut
"Jangan lupa kasih kunci cadangan kamar nya kepada ku, kami sedang ribut." jawab Bians ambil membuang muka
Karyawan tersebut ingin tertawa namun dengan cepat ia menahan nya.
"Kenapa anda seperti itu." tanya Bian
"Drama rumah tangga... upss maaf tuan maksud saya ini kuncinya." karyawan itu keceplosan dan langsung memberikan kunci tersebut pada pemilik nya.
Bersambung.....
__ADS_1
Ada kehebohan apa nanti di sana? tahan 🤭🤣🙏