
Happy reading
"Sayang kau darimana? jangan sering pergi-pergi kehamilan mu itu harus di jaga." ucap El yang membuka kan pintu apartemen lalu menyuruh Gebby untuk duduk di sofa biar ia pijatkan kaki nya.
"Aku tadi ke kantor papa dan setelah dari sana mampir ke kantor Bian sebentar, maaf Ge gak bilang sama kakak. Ge kira kakak pulang nya sore." ucap Gebby menjelaskan dan meminta maaf kepada suaminya
"Yaudah gak papa, lain kali kabarin kakak dulu biar nanti kakak yang anter, besok kita konsultasi seperti biasa ke dokter oke" dengan sangat hati-hati El mengurut kaki istrinya
"Ya." jawab Ge
***********
Hari pun sudah mulai malam, Bian yang memang mengambil dan memesan kamar di hotel itu tepat disebelah kamar yang dipesan Lily baru selesai mandi dan mengeringkan rambutnya, ia sudah bertekat malam ini akan menemui istrinya itu dan memaksa nya pulang kembali ke rumah mereka.
"Aku harus bisa." gumam Bian melihat dirinya di cermin dengan penuh keyakinan dan menerima semua keputusan nantinya.
Bian pun keluar dari kamar itu dan tidak lupa membawa kunci cadangan yang ia minta di kasir hotel tersebut.
Bian berdiri di depan pintu kamar Lily dengan jantung yang berdetak kencang tak seperti biasanya. ia seakan jadi seorang pelamar yang harus siap di terima atau di tolak.
Dengan perlahan Bian pun mengambil kunci cadangan itu dan langsung mengarahkan ke arah tempat kunci pintu itu dan
__ADS_1
Ceklek.....
Pintu pun ia buka dengan perlahan, baru setengah terbuka kamar itu sepi sunyi seakan tak ada kehidupan disana namun semakin Bian membuka lebar pintu itu terdengar suara sayu-sayu orang menangis dan Bian tau itu suara siapa.
"Lily..." panggil Bian
Lily yang tadi duduk di bawah pinggir ranjangnya sambil bersandar dan menutup wajah dengan kedua tangannya mendengar ada yang memanggil namanya langsung ia berdiri dan merapikan rambutnya yang terlihat kusut lalu lily membalikan tubuhnya
"Kau.. " Lily kaget kenapa Bian ada ditempat ini dan lebih kaget nya kenapa Bian bisa membuka kamar nya.
Bian tidak menjawab pertanyaan istrinya itu, ia berjalan semakin masuk kedalam kamar itu dan langsung mengunci pintu nya dari dalam
"Kau... mau apa kau?" tanya Lily sambil memundurkan langkah nya kebelakang
Bian tetap tidak menghiraukan perkataan Lily sama sekali dan ia terus melangkah mendekati istrinya.
Setelah tiba di depan Lily laki-laki itu langsung berjongkok "Maafkan aku... " ucap Bian sungguh-sungguh
"Tidak perlu." ketus Lily tak ingin melihat suaminya
"Please... Maafin semua perkataan ku yang menyakitimu,,perlakuan yang menyakitimu,,,please.. " ucap Bian lagi sambil menunduk
__ADS_1
Lily hanya diam.
"Maafkan semua salah dan khilaf ku,,, aku mengaku salah dan akun menyesal... a-aku mohon kepada mu." ucap Bian dengan tulus dan bersungguh-sungguh memohon kepada istrinya
"Ya sudah aku maafin, pergilah." ucap Lily lalu mengusir Bian
"Kau pergi yang sedang ku usahakan untuk kembali.. jadi aku mohon." pinta Bian lagi sambil menengadahkan tatapannya ke arah mata lily dan seketika Bian langsung berdiri.
"Kau habis menangis?" panik Bian
"Peduli apa kau?" Lily langsung menepis tangan suaminya
"Jangan pergi, jangan jadikan pertengkaran sebagai momen perpisahan, jadikanlah sebagai momen yang akan membuat kita memgerti pribadinya pasangan kita. Jadi aku mohon lily maafkan suami payah mu ini?" ucap Bian lagi
"Ya kau memang benar, tapi perlu kau ingat tuan Bian dan jangan kau lupa ya. Aku memilihmu disaat aku banyak pilihan." ucap Lily dengan tegas mata sembab nya pun masih sangat kelihatan , Bian hanya bisa mendengarkan dan berharap istrinya itu memaafkan kesalahannya tanpa harus pergi.
"Dan kau tau?" tanya lily
"Ada banyak alasan untuk pergi, tetapi aku memilih untuk tidak. sebab untukku kau luka sekaligus penyembuh yang paling aku suka, catet." ucap Lily dan saat itu juga Bian langsung menarik tubuh kecil istrinya masuk kedalam pelukannya.
"Maafkan aku."
__ADS_1
Bersambung....
Memahami karakter setiap pasangan itu penting ya? agar tidak ada sakit untuk kedepannya 💪🥰🙏