
Happy reading
💔💔💔💔💔
Lily pergi dari ruangan dan juga kantor Bian siang itu juga dengan membawa hati yang terluka juga rasa kecewa yang begitu besar. "Dia berhasil membuat ku luka tapi aku gagal membencinya.. hihkksss.."Teriak lily di pinggir jalan sepi itu
" Aku kecewa, aku juga wanita aku juga punya perasaan,.. jika dia tidak mencintaiku setidaknya jangan merendahkan harga diri ku hihkksss... aku sakit Bian sakit,,."teriak Lily lagi dengan air mata berlinangan
"Lily... " Tiba-tiba Lily dikagetkan dengan suara seorang pria yang gak asing baginya
Lily memutar tubuhnya ke arah belakang sambil menghapus airmata nya "Papa?" Lily kaget dan tercengang
"Kemarilah." Papa Lu tiba-tiba datang menghampiri putrinya
"Kemarilah... kau butuh bahu dan pelukan ku kan? jadi kemarilah." titah papa Lu kepada putri satu-satunya itu
Lily diam sejenak menahan gejolak didalam dadanya yang kian menyesak dan tak lama lily langsung berlarian memeluk Asisten Lu.
"Hihkksss... Papa.. papa Lily tidak cengeng kok hihksss Lily sudah besar papa,, papa Lily ga nangis.. beneran." wanita itu seakan sedang mengadu dan meminta membenarkan ucapannya itu, ia seakan menjadi bocah dihadapan laki-laki tampan yang tak lagi muda itu.
__ADS_1
"Ya.. kau putri ku yang paling kuat." ucap Asisten Lu mempererat pelukannya agar putri nya itu kembali nyaman
"Jangan lagi meneteskan air dimatamu hemmm? itu sangat berharga bagi ku paham?" ucap Asisten Lu langsunh memegang pipi putrinya lalu menghapus bulir airmata itu membuat Lily seketika menangis dengan sangat kencang
"Huaaaaaa... huhuhu... hihkssss... pa.. papa..."
Asisten Lu kembali memeluk putrinya "Cup.. cup... cup... berhenti menangis sayang, jangan seperti ini." ucap Asisten Lu lagi dan membawa putri nya duduk di bangku pinggir jalan disana.
"Kau tau sayang? Ketika kamu beranjak dewas dan menemukan pria idamanmu, papa adalah orang pertama yang cemburu. Papa takut kau tak lagi ingin dekat dan bercerita tentang hari-harimu pada Papa." ungkap Asisten Lu
Lily langsung menggeleng kan kepalanya "No.. lily sayang papa." ucapnya tulus
" kau tau sayang? Tidak peduli berapa usia mu, kamu akan tetap menjadi bayi perempuan kesayangan papa."ucapnya lagi
"Cerita kan?" tanya papa Lu lagi kepada putri nya dan tanpa mereka berdua sadari Bian sedari tadi ada disana karna mengejar Lily
Bian hendak berjalan menuju dimana ada lily dan mertuanya namun dengan sigap tangannya ditahan langsung oleh seseorang
"Kak Ge." Bian kaget karna yang memegang tangannya itu Gebby kakaknya sendiri
__ADS_1
"Mau kemana kau?" tanya Ge menahan tangan adik nya
"Aku mau bicara dengan istriku kak, lepasin."ucap Bian malas menanggapi kakak nya
" Istri? sejak kapan? sejak kau menyadari kebodohan mu?" Ge tersenyum jahat mendengar ucapan adik nya itu
"Apa maksud kakak? lepasin kak, ga udah kek anak-anak deh."tukas Bi melepas paksa tangannya
" Kau yang seperti anak-anak, paham kau." cicit Ge dengan amarah
"Kau tau egois Bian? Ya kau lah itu, kau laki-laki payah yang sangat egois." tunjuk Ge kepada adik nya yang terdiam
"Kak."
"dengar kan aku." ketus Ge langsung menunjukkan jarinya tepat di wajah Bian
"Kau lihat Lily, dia sedang berusaha baik-baik saja ketika hatinya tengah benar-benar terluka, maka apakah ituitu yang disebut dengan pura-pura? tidak Bian, itulah yang disebut dengan kedewasaan, paham kau." ucap Ge menekankan kata-katanya
"Selamat berjuang, mengembalikan senyum orang terluka itu tidak mudah, permisi." Ge langsung meninggalkan adik nya disana sendirian
__ADS_1
Bersambung....
Support terus ya karya receh ini.. 🙏🙏☺