
Happy reading
🌹🌹🌹🌹🌹
Sejak hari itu hubungan Bian dan Lily menjadi baik-baik saja dan keduanya pun saling mengerti kekurangan masing-masing dan melengkapinya.
Namun disisi lain pasangan lainnya seperti Ge juga El sedang dirundung kecemasan akan kehamilan yang kian membesar dan kekhawatiran pun bermunculan di dalam fikiran El bahkan mereka berdua tidak bicara sama sekali pada keluarga besar akan masalah kehamilan Gebby.
"Kakak kenapa pagi sekali udah bangun?terus ngapain didapur pagi-pagi gini?" tanya Ge kepada suaminya sambil mengucek-ucek matanya ksrna baru bangun.
Ge bangun tidur namun tak mendapati keberadaan suaminya di sebelah dirinya namun Ge mendengar suara berisik dari arah dapur mereka dan Ge pun langsung keluar .
"Kakak lagi buat bubur." jawab El yang asik mengubek-ubek dapur mereka dan tak lupa El pun memakai Apron di badannya untuk menghindari kotoran lengket di bajunya.
"Buat apa? kalau mau bubur kan bisa bilang aku, nanti aku buatin." ucap Ge lalu mengambil ikat rambut dan mengundurkan rambutnya,hendak mengambil posisi El sekarang namun langkah Ge dihentikan suaminya dengan cepat
"Tidak perlu, sayang kau sedang hamil biarkan kakak yang lakukan oke." ujar El lagi dengan wajah tulus seorang suami
"Aku hanya hamil kak bukan sakit, jadi kembalikan apron itu biar aku yang memakainya." pinta Ge lagi sedikit memaksa
"Tidak bisa, biar kakak yang nyelesain tugas rumah mulai hari ini. kakak resign dari pekerjaan kakak mulai hari ini, setelah Ge udah melahirkan kakak akan kerja kembali hmmm." ucap El mengukir senyum di wajah nya
"Resign?" Ge mengulangi ucapan El dengan suara kaget
__ADS_1
"Ya resign, dan mulai hari ini biar kakak yang mengurus semua pekerjaan mu hmmm." gumam El namun Ge salah mengartikan
"Kakak menganggap ku lemah begitu? menganggap sakit? begitu?" tanya Ge sedikit memundurkan tubuh nya
"Nggak gitu." El menggaruk kepalanya yang tak gatal
"Aku sehat-sehat aja kak, bayi ku juga sehat, jadi ga usah berlebihan." teriak Ge tidak terima dan entah kenapa semenjak hamil ia sensitif sekali dengan hal sepele yang bakal menyinggung hatinya.
"Sayang dengerin dulu." ucap El melepaskan apron di tubuhnya dan mendekati Ge
"Dengerin,bukan laut namanya jika tak berombak, bukan hidup namanya jika tidak ada masalah, bukan CINTA namanya jika tak merasakan luka." ucap Eliz memegang bahu istrinya
Ge terdiam mendengar ucapan suaminya.
"Mau mendengarkan suamimu ini?" tanya El dan Ge hanya diam tanpa jawaban dari mulut nya
El menarik nafas dalam-dalam "Hey dengerin lagi ya, Laki-laki yang saat ini telah bersama kamu, memang tidak sempurna, tidak romantisromantis, bahkan tidak peka. tapi dia adalah orang terbaik yang paling mengerti keadaan kamu. dia adalah laki-laki yang mempunyai rasa sabar yang luar biasa dalam menghadapi wanita pemarah seperti dirimh." ucap El panjang lebar memuji dirinya sendiri di depan Ge
"Jadi aku pemarah?" Ge terpancing emosinya
"Bukan begitu, maksudnya?" El berfikir
"Apa?"
__ADS_1
"Kenapa diem? ayo apa? nanti Ge marah loh kak." ucap Ge lagi
"Marah?" El tersentak kaget
"Ya marah, Ge tipikal ketika Ge lapar Ge marah dan ketika Ge marah Ge pun lapar." ucap nya dengan memegang perut besarnya sedangkan El menahan tawa mendengar penuturan istrinya yang sangat menggemaskan itu
"Jadi laper nih?" bujuk El namun Ge tak menjawab, ia berjalan menuju dapur dan menghidupkan kompor untuk menerusin masak bubur suaminya tadi
"Sayang."
"Suutttt... " Ge menyuruh suaminya diam
"Sayang tapi itu gosong." ucap El
"Gak papa wangi kok, dan kakak mesti memakannya juga." Perintah istri yang tak bisa ia tolak sama sekali
"Kenapa diem?mau komplen?" cercah Ge kepada suaminya
"Nggak,,, sayang, kakak tu tipe suami yang biar istri masak gosong kalau CINTA tetap kompor yang kakak salahin." jawab El dengan terpaksa
"gitu dong."
Bersambung......
__ADS_1
Bantu suport terus ya author receh ini 🙏🙏🥰