
Happy reading
🌹🌹🌹🌹🌹
Sejak hari itu kehidupan kedua pasangan bahkan tiga pasangan yang mengejar cinta kakak bahkan om, mereka semua bahagia termasuk Keysa dan Rey.
yang awalnya si perempuan tergila-gila akan kakak yang selama ini mereka sayangi hingga permasalahan juga benih cinta tumbuh secara bersamaan.
Dan kini usia baby boy Ge dan El pun sudah menginjak sepuluh bulan, baby yang aktif juga tampan melengkapi kehidupan keluarga kecil Ge dan El.
Begitu juga dengan pasangan berbeda usia Rey dan Keysa mereka pun dikaruniai anak perempuan yang cantik juga manis, dengan kebucinan Rey melengkapi keharmonisan rumah tangga mereka
Namun diantara kedua pasangan yang sedang bahagia karna sedang asik-asik nya menjadi peran ayah dan ibu, namun tidak dengan pasangan Lily juga Bian.
Lily yang baru saja dinyatakan hamil anak kembar membuat Bian harus tanah dan kuat menghadapi istrinya yang bawel juga manja dan yang paling penting sifat bar-bar istri nya.
Di kandungan lily yang sudah menginjak usia enam bulan wanita itu kesulitan untuk berjalan bahkan untuk bernafas saja dia selalu menyalahkan suaminya.
Mengandung bayi kembar membuat bobot badan Lily naik begitu drastis, bahkan Bian tak bisa berbuat apa-apa kecuali pasrah jika istrinya mulai bertingkah.
"Papa utun.. " Teriak Lily dari arah kamar memanggil suaminya yang sedang mengbrol dengan rekan kerjanya di ruang tamu
"Utun?" Seorang reken kerja Bian bertanya
__ADS_1
"Ah... maaf itu istriku sedang manggil,mungkin ada keperluan... bisa kita lanjutkan nanti dikantor saja?" ucap Bian beralasan
"Baiklah,,, saya permisi tuan." Akhirnya semua orang pun pegi dengan mendengus kesal Bian pun masuk ke kamar mereka
"Papa utun...hehe" saat Lily hendak manggil lagi ternyata suaminya sudah berada tepat dihadapan nya
"Haha.. hehe... jangan panggil utun lagi lily." ucao Bian
"Itu sebutan untuk baby kembar kita nanti sayang." Lily tersenyum manis
"Utun utan terserahlah... nama anak utun." Gerutuk Bian pelan namun Lily masih bisa mendengarkan nya
"Bilang apa tadi?" Lily sudah melototkan matanya
"Ah tidak ada sayang, mau apa tadi panggil papa utun?" seakan istrinya adalah pawang membuat bisn tak berani berkutik.
"mau buang air kecil? kan kamar mandinya ada di kamar ini sayang, bisa berjalan beberapa langkah udah nyampe... ngerepotin aja, kirain tadi apa?" ucap Bian lalu mengeluh
"Apa merepotkan? kamu bilang merepotkan?" Lily berusaha berdiri walaupun susah yang penting ia marah terlebih dahulu
"Berdiri dulu dengan benar." Bian oun membantu istriny yang kesusahan berdiri
"Aku bisa sendiri, minggir." setelah dibantu Lily seakan ia bisa sendiri berdiri
__ADS_1
"Denger ya papa utun, kau tau aku mengandung anak mu ini dari tadi nya sekecil ini dan sekarang sebesar balon gini gak ada aku bilang karna kau aku jadi repot, bahkan bukan satu tapi dua yang aku kandung itu, paham tidak?" ucap Lily menegaskan
"Ada nggak aku ungkit-ungkit? hahk." Lily mengeluarkan taringnya dengan berkacak pinggang
"itu barusan apa? ngungkit kan?perasaan tiap
hari di ungkit terus, mau tidur diungkit, mau makan, mau keluar bahkan pagi siang sore malam kalau dah ketemu pasti di ungkit terus." jawab Bian dengan pelan
"Ga usah fitnah, waktu itu aku bukan ngungkit tapi... " Lily sedang mikir namun Bian langsung menarik istirnya
"Sayang, sini dulu." Bian menarik Lily
"Apa?ga usah cari pembenaran ya?" ketus Lily
"Sayang tau ga kenapa hewan qorban itu jantan?" tanya Bian dengan wajah serius kepada istrinya
"Nggak." jawab Lily cuek namun ia juga penasaran
"Ya kalau betina jangankan berqorban disalahin aja nggak mau." Jawab Bian sambil cengengesan
"Bener juga ya." Lily seakan lupa bahwa suaminya menyindir dirinya namun seperkian detik kemudian
"Apa?"
__ADS_1
Bersambung..
Bantu support terus ya karya gaje alias ga jelas othor receh ini 🥰🙏🙏