
Tanpa disadari aku pun terlelap, Harum yang baru selesai sholat magrib pun membangun kan ku.
"Put... Put... Put... bangun Put kok malah tidur sih, kita cari makan yuk" ucap Harum dengan wajah memelas nya.
"Hmmm ya Rum sebentar aku cuci muka dulu ya... " jawab ku sambil duduk dan berjalan menuju kamar mandi.
Setelah selesai Aku pun memakai hijabnya dan kami pun berjalan turun menuju parkiran. setelah masuk ke dalam mobil Harum pun melajukan mobilnya ke cafe tempat abang nya berada.
Sesampainya di cafe kami turun dari mobil dan masuk kedalam cafe, di dalam cafe sudah ada kevin dan dimas yang sedang duduk menikmati minumannya.
Ya karena mereka menunggu kami berdua jadi mereka belum memesan makanan.
"Hay bang, hay kak " ucap Harum
"Assalamuallaikum bang " ucap ku sambil berdiri di samping Harum.
" Hay dek, walaikumsalam Put. "jawab mereka berbarengan.
Harum pun duduk di samping Dimas sedangkan aku dengan ragu-ragu duduk di samping Kevin, seperti sudah di rencanakan.
Harum pun memesan makanan untuk kita berempat, sambil menunggu makanan kami pun mengobrol tanpa ku sadari hati ku bergetar saat melihat senyum yang terluas di wajah tampan Kevin.
kemudian pesanan pun datang kami pun asik dengan makanan masing masing. Saat asik makan aku merasa ada yang memperhatikan dengan sengaja ku memalingkan wajah ku ke hadap Kevin dan ia pun terkejut dan langsung memasukkan makanan ke mulutnya.
__ADS_1
Saat suana tenang tiba -tiba Kevin mengambil tisu dan langsung membersihkan makanan yang tersisa di bibirku, aku pun kaget dan langsung berdiri.
Dimas yang melihatnya pun hanya tersenyum karena dia dari tadi juga sedang memperhatikan sikap sahabatnya tersebut.
Sedangkan Harum kaget karena melihatku tiba -tiba berdiri dan bertanya "Kamu mau kenapa put? "
Dengan gugup aku pun menjawab "Aku mau ke toilet sebentar, "
Aku pun berlari kecil ke arah toilet, Kevin yang menyadari sikap ku pun mengikuti ku karena dia tidak mau ada ke salah pahaman.
Saat di dalam toilet aku terus memegang dadaku yang berdetak kencang ada kecemasan di dalam hatiku.
** ada apa ini kenapa jantung ku berdetak seperti ini seperti mau copot, apa yang sebenarnya aku rasa kan, gak aku harus tepis terasa ini karena aku gak mau mengecewakan bapak dan ibu ** batin Putri
" Put kamu gak apa-apa kan? ucap Kevin
" Putri gak apa-apa bang, kalau gitu Putri duluan ya bang udah malam Putri mau pulang.
Dengan sigap Kevin menahan ku dan menarik ku kedalam pelukannya. Aku yang dapat perlakuan itu langsung mendorong dada bidang Kevin agar pelukannya lepas namun itu sia-sia.
" Bang tolong lepasin, ini gak baik Bang gak bagus di lihat orang, " ucap ku padanya, seketika Kevin pun tersadar dan melepaskan pelukannya.
" Put maaf kan Abang," ucapnya dengan wajah yang bersalah.
__ADS_1
" Maaf bang Putri harus pulang"
" Put sebentar saja Abang mau bicara, Abang cuma mau bilang kalau Abang sayang dan cinta sama Putri sejak pertama kita bertemu, Bang melihat putri gadis yang berbeda dengan yang lainnya dan sikap Putri yang ramah, sopan dan baik membuat Abang semakin menyukai Putri. Abang ingin Putri jadi pacar Abang" ucap Kevin mengatakan seluruh isi hatinya yang telah lama ia pendam.
" Bang maaf Putri gak bisa " Aku pun berlari dan langsung mengambil ponsel ku yang terletak di atas meja dan pamit kepada Harum dan Dimas,
" Putri duluan ya dah malam kak , Rum aku balik ya kamu gak usah antar aku jalan aja"
Aku pun berjalan keluar kafe sedangkan Harum dan Dimas hanya terdiam dan bingung apa sebenarnya terjadi, kenapa aku iba tiba pulang begitu saja.
Sementara Kevin masih saja mematung melihat kepergian ku begitu saja tanpa ia sadari butiran bening keluar dari sudut matanya tanpa di suruh.
Harum yang penasaran langsung mencari Abangnya untuk bertanya apa sebenarnya yang terjadi, setelah melihat Kevin yang masih setia berdiri di sana pun bertanya,
"Bang apa yang sebenarnya terjadi kenapa Putri pergi begitu saja, apa yang abang perbuat? tanya Harum kepada Kevin yang masih saja diam.
"Bang... bang... bang Kevin...... " teriak Harum membuyarkan lamunan Abangnya.
Kevin yang kaget langsung berlari keluar mencari keberadaan ku tanpa mempedulikan Harum yang dari tadi bertanya padanya. sesampai di luar kafe Kevin pun tak lagi melihat ku di sana akhir nya Kevin kembali ke dalam dan duduk dengan lesu.
Sahabat dan adiknya hanya menatapnya dengan penuh tanya sebenarnya ada apa, akhirnya Kevin angkat bicara karena dilihatnya tatapan yang penuh dengan tanda tanya.
Jangan lupa vote, like dan komennya 😘😘😘
__ADS_1