Mengejar Cinta Putri Dari Desa

Mengejar Cinta Putri Dari Desa
bab 37


__ADS_3

Setelah makanan Harum kembali ke kamarnya dan memainkan ponselnya. saat sedang asik harum teringat Putri dan langsung menghubunginya.


tut... tut.... tut....


" Assalamuallaikum Put" ucap Harum saat tersambung


" Walaikumsalam Rum, Rum ini Ibu " jawab Buk ku padanya.


" Putri nya ada buk pa dia lagi istirahat ya Buk. " ucap Harum


" Putri masih di periksa nak Harum, nanti kalau sudah selesai Ibu kabari ya " jawab Ibu.


" Memang nya Putri sakit lagi ya Buk" ucapnya panik


" Ya nak Harum tadi Ibu pulang dari sekolah Ibu lihat Putri pingsan lagi di ruang tengah "


" Ya ampun Ibu terus sekarang gimana keadaannya Buk"


" Sekarang masih di periksa Dokter, nak Harum nanti ya Ibu hubungi lagi Ibu mau tanya sama Dokter dulu "


" Ya Buk nanti kabari ya Buk, Assalamuallaikum"


" Ya nak Harum Walaikumsalam"


setelah mati Ibu langsung bertanya kepada Bapak karena Bapak yang tadi bicara dengan Dokter.

__ADS_1


" Pak apa kata Dokter, Putri kenapa?" tanya Ibu cemas


" Kata Dokter dilihat dari gejalanya anak kita terkena tumor di kepala namun setelah hasil ronsen nya keluar baru tau tumor seperti apa nya dan juga sekarang kita nunggu hasil lab nya Buk jadi Putri harus di rawat sekarang karena masih awal kemungkinan sembuh itu lebih banyak Buk berdoa aja Buk semoga gak berlanjut ya Buk, Bapak mau urus admin nya buat pindah ke ruang perawatan" ucap Bapak sambil berjalan.


"Buk jangan beritahu Putri dulu ya Bapak gak mau dia makin drop Bapak gak tega " ucapnya lagi dengan nada lirih sambil menahan air matanya.


Ibu hanya bisa menangis tanpa mengeluarkan sepatah kata pun kemudian berlari ke ruangan Putri nya dan langsung memeluknya tanpa berkata-kata terus memeluknya.


Tanpa di sadari ternyata Putri sudah sadar dan bertanya " Ibu kenapa dan dimana Putri Buk" tanya ku bingung.


" Kamu di rumah sakit nak tadi kamu pingsan lagi jadi Ibu sama Bapak langsung bawa kamu ke rumah sakit" jawab ibu ku sambil menghapus air matanya.


" Ibu kenapa nangis dan apa kata Dokter buk oh ya buk Bapak mana?" tanya ku lagi.


" Tapi Buk Putri gak mau di rawat kita pulang aja yok, Putri istirahat di rumah aja ya " pinta ku kepada Ibu.


" Kamu istirahat di sini aja dulu biar cepat pulihnya ya nak" bujuk Ibu karena dia gak mau anak nya tau tentang penyakitnya sekarang.


Setelah selesai mengurus admin Bapak datang bersama perawat tuk menjemput ku di UGD untuk di bawa ke kamar rawat inap. sesampainya di kamar aku pun berbaring di atas kasur pasien dengan penuh pertanyaan.


tak lama setelah berbaring ponsel ku berbunyi dan terlihat ternyata mama Ina yang menghubungi


" Assalamuallaikum Put " ucap Mama Ina setelah tersambung.


" Walaikumsalam tante" jawab ku.

__ADS_1


" gimana keadaan kamu nak sekarang "


" Alhamdulillah sudah mendingan Buk cuma kepala Putri masih terasa sakit sedikit "


"Ibu kamu ada tante mau ngomong sebentar "


" Ya bentar ya tante Putri panggil dulu"


Setelah itu aku pun memberikan ponsel ku kepada Ibu dan aku pun kembali berbaring karena masih sedikit pusing, sedangkan Bapak pergi keluar mencari makan dan memenangkan pikirannya.


" Assalamuallaikum Na"


" Walaikumsalam Sih, Sih gimana apa kata Dokter "


Buk Asih pun menjauh dari Putri agar putri tidak mendengarnya.


" Kata Dokter Putri terkena tumor di kepalanya cuma belum tau tumor seperti apanya karena hasilnya belum keluar, setelah hasilnya keluar baru di pastikan ganas atau tidak jadi baru tau solusinya seperti apa. " ucap Ibuku dengan pelan.


" Ya Allah sih kamu dah tau belum apa penyebab sampai dia dapat itu "


" Aku gak tau karena uda gak bilang sama aku"


" Semoga aja gak ya sih semoga aja salah diagnosa nya "


" Aamiin semoga aja Na aku takut banget Na" ucap Ibu sambil menangis.

__ADS_1


__ADS_2