Mengejar Cinta Putri Dari Desa

Mengejar Cinta Putri Dari Desa
bab 22


__ADS_3

Setelah berkeliling mereka pun tanpa sengaja bertemu dengan ku dan Harum yang juga lagi melihat-lihat kebun.


"Abang di sini juga " ucap Harum karena kaget Abang nya juga ada di sana.


" Ya kamu sejak kapan disini " kata Kevin kepada Harum


" Baru aja bang, Harum penasaran aja ternyata bagus banget dan kayak seru juga berkebun " ucap Harum sambil tersenyum


"Pak Bayu " ucap ku sambil mencium tangan nya pak Bayu.


" Kapan kamu kembali Put, gimana kuliah kmu" ucap pak Bayu.


" Alhamdulillah lancar pak, dan Putri baru sampai semalam pak bareng Bang Kevin " jawab ku.


"Ya sudah kalian lanjutkan saja berkeliling nya di temenin Putri dia hapal semua kebun, Vin, Dimas tinggal dulu ya om ada kerjaan ni sedikit " ucap pak Bayu dan di jawab anggukan oleh semuanya.


Pak Bayu pun pergi meninggal kan kami berempat di kebun stroberi, saat asyk berkeliling Harum pun berkata, " Put ini pa boleh di panen aku pengen cicipi yang langsung dr kebun nya pasti lebih enak "


"boleh kok Rum tunggu sebentar ya"


"Uda pinjam sabanta guntiang nyo yo Putri handak mamotong stroberi " ucap ku kepada pekerja di sana.


"Yo Put ambiak lh "


Aku pun kembali ke menemui Harum dan berkata, "Ini Rum silahkan di coba "

__ADS_1


"Gak perlu di cuci dulu ni "


"gak karena dia gak pakai pestisida jadi aman kok, lihat ni aku makan Abang sama kak dimas mau juga " ucap harum


"Ya Put makasih biar kami ambil sendiri aja" Kevin pun mengambil gunting di tangan ku dan memotong stroberi nya.


"Wah ternyata memang segar ya kalau langsung di petik" ucap Kevin lagi.


"Ya Bang dulu waktu sekolah Putri seneng banget disini pa lagi bantu uda-uda sama uni-uni nya mengemas buah-buahnya sekalian mencicipi " ucap ku sambil tersenyum.


"Oya Rum, bang Kevin, kak Dimas kita cobain buah anggur hijaunya juga yuk gak kalah segar kalau langsung dari pohonnya"


"memangnya di mana kebunnya Put" ucap Harum penasaran


" Uda makasih yo guntiang nyo " ucap ku sambil mengembalikan gunting ke pekerja tadi.


Kami pun meninggalkan kebun stroberi dan berjalan ke kebun anggur yang tak jauh dari sana. setelah sampai semua berdecak kagum karena ni sangat menakjubkan seperti terowongan buah anggur yang tersusun rapi.


" Wah sepertinya hari ini hari keberuntungan deh kelihatan mereka lagi panen " ucap ku sambil tersenyum.


Kamibpun menghampiri salah satu pekerja wanita yang sedang memanen anggur hijau


" Assalamuallaikum etek Ida " ucap ku.


" Walaikumsalam Put, indak kuliah Putri, bilo Putri tibo ko?"

__ADS_1


" Yo tek kapatang Putri tibo, Putri sadang libur tek"


"Sia ko Put gagah-gagah bana uni caliak nanti itu kamek lo"


"Iko kawan-kawan Putri di kampus nyo ikuik Putri sekalian liburan keceknyo"


Harum yang mendengar Putri berbicara hanya diam karena dia tidak mengerti bahasanya sedangkan dimas dan kevin hanya tersenyum karena mereka mengerti apa yang dikatakan meski pun Kevin bukan orang minang dia mengerti karena sudah lama berteman dengan Dimas yang juga orang minang.


"Etek buliah kami ikuik mamanen buah anggur nyo tek kami jugo Nio mancubo baa rasonyo" ucap Dimas


"lai ko cubolah " jawab etek Ida sambil memberikan gunting kepada Dimas


"Put aku bingung tadi kamu bicara apa dengan ibu itu" ucap Harum dengan tampang bingungnya


Aku hanya tersenyum dan menjawab, " Tadi aku menyapanya dan dia bertanya kapan aku pulang dan dia bilang kamu manis "


Harum pun tersenyum dengan melihat kan deretan giginya yang putih.


kami pun asik memanen dan juga menyicipi buah anggur tanpa mereka sadari hari sudah semakin siang perut pun mulai meronta-ronta untuk di isi, akhirnya kami pun pergi ke cafe yang ada di dekat sana.


***maaf ya teman teman author sedit lambat coz nya author banyak kerja di dunia nyata.


jangan lupa vote , komen dan like nya teman teman


terimakasih tetap setia 😘😘😘***

__ADS_1


__ADS_2