Mengejar Cinta Putri Dari Desa

Mengejar Cinta Putri Dari Desa
bab 89


__ADS_3

rumah yang dulunya sepi kini lah ramai semua orang datang tuk mendoakan si kecil yang masih dalam kandungan ku, hari ini adalah syukuran 7 bulan kehamilan ku. Awalnya aku tak ingin tetapi Bang Kevin dan Mama mertua serta orang tua ku sangat ingin mengadakan nya apalagi ini adalah cucu pertama dari anak pertama mereka.


" Kenapa apa kamu lelah," ucap Kevin yang menghampiri ku dan duduk di samping ku sambil mengusap kepalaku.


" Gak Bang Putri hanya terlalu bahagia ternyata banyak ya yang sayang sama si adek dan mendoakannya biar nanti dia lahir jadi anak yang soleh atau soleha." jawab ku sambil merebahkan kepalaku di bahu nya.


Kevin tersenyum dan berucap "Aamiin, makasih ya kamu telah menambah kebahagiaan di dqlam rumah ini," sambil mencium pucuk kepalaku.


" Sama-sama sayang," jawab ku.


Hari sudah semakin sore dan semua orang pun mulai beranjak satu-persatu, kini hanya kami sekeluarga yang tinggal dengan sisa-sisa dari acara tadi pagi.


" Put kalau kamu lelah kamu istirahat aja ya, " ucap ibuku saat melihat ku mulai merasa lelah di pinggang ku.

__ADS_1


" Gak apa-apa buk cuma pinggangnya sedikit nyeri aja," jawabku .


" Itu biasa nak karena kamu udah dari pagi duduk dan berdiri ,sekarang kamu baring ya ." ucap ibu lagi sambil membantu ku berdiri dari duduk di lantai.


" Ya udah buk Putri mau baring sebentar ya ," Jawab dan ucapku pada ibuk.


Ibu hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. aku berjalan sambil tetatih menaiki anak tangga karena kamar kami berada di lantai 2.


Kevin yang melihat langsung berlari mengejar ku dan membimbing ku ke atas sambil berkata," Kamu mau kemana Sayang kok sendiri aja, "


" Kenapa gak bilang kan bisa Abang antar ," Ucapnya .


" Abang tadi lagi sibuk bantu-bantu bapak jadi Putri sendiri aja lagian Putri bisa kok sayang sendiri." jawab ku kembut sambil duduk di tepi ranjang.

__ADS_1


" Pokoknya gak ada lagi sendiri, nanti kalau kamu butuh sesuatu bilang Abang ya." ucapnya sambil mengelus-elus punggung.


" Ya sayang, mkasih ya." jawabku sambil mencium telapak tangannya.


Kevin pun tersenyum dan mencium pucuk kepalaku sambil ber kata," Seharusnya Abang yang bilang makasih karena kamu sudah dengan ikhlas mengandung zuriad Abang tanpa mengeluh dan ini semua sudah jadi tanggung jawab Abang buat bahagiakan kamu dan calon anak kita."


Tanpa ku sadari air mata ku mulai jatuh tanpa bisa ku kendalikan, Aku bersyukur karena Allah telah berikan ku seorang suami yang sangat baik dan soleh.


...🌽🌽🌽🌽🌽...


Pagi ini terasa dingin awan gelap menyelimuti bumi dan menurunkan bulir-bulir bening menambah dinginnya suasana.setelah sholat subuh aku turun ke bawah untuk membantu ibu dan mama mertua ku memasak.


namun sampai di bawah aku kaget karena pagi ini Harum juga membuat ulah dengan meminta Dimas memasak sarapan pagi untuk semuanya dengan menggunakan daster ,mama dan ibu hanya tersenyum melihat kelakuan anak dan menantunya.

__ADS_1


Kevin yang baru saja turun pun sontak kaget dan berkata, " Alhamdulillah aku gak pernah mengalaminya, semangat ya Dimas perjuangan mu baru di mulai," Ucapnya sambil mengecup pucuk kepalaku.


kami semua hanya tersenyum bahagia sambil menunggu sarapan yang di buatkan oleh Dimas. Setelah selesai kami menikmatibsarapan pagi ini dengan kegembiraan.


__ADS_2