
Harum hanya terdiam tanpa keluar satu kata pun, aku pun tak mampu bicara karena ini semua masalah hati, akhirnya aku pun berbicara kerena keheningan yang tak berujung. " Harum kenapa kamu diam aja, kalau kamu memang tidak ada rasa dan juga tidak bisa Terima kak dimas sekarang saat nya kamu bicara selama beberapa bulan ini kalian gak berkomunikasi apa yang kamu dapat, " ucap ku dengan nada tegas, sedangkan Dimas hanya menatap Harum yang tertunduk.
Karena tidak ada juga jawaban dan hanya keheningan Aku pun berdiri, saat aku hendak pergi Harum menghentikan ku dan berkata, " Put duduk dulu ya aku akan bicara dan menjawab apa yang di tanyakan kak Dimas, " ucapnya.
" Kak maaf kalau selama beberapa bulan ini Harum cuek sama kakak karena Harum ingin memastikan hati Harum dan juga Harum coba buat memastikannya dengan cara dekat dengan beberapa laki-laki, kini Harum benar-benar Yakin kalau Harum juga cinta sama kakak karena Harum tidak mendapatkan kenyamanan seperti yang Harum dapatkan dari kakak, " ucap nya lagi.
" Jadi bagaimana keputusan Harum, apa Harum mau menikah dengan kakak, " tanya Dimas.
Kevin yang saat itu baru datang pun langsung menghampiri Dimas dan menatap lekat-lekat sahabatnya itu dan bertanya, " Apa aku gak salah dengar Mas, kamu mau menikahi adikku, " tanya kevin dengan tatapan serius dan tajam.
" Ya Vin aku gak bisa menunggu lagi, karena ini masalah hati, aku juga gak mau persahabatan kita jadi masalah makanya aku mau tau keputusan Harum baru aku minta restu mu, " jawab Dimas dengan tak kalah tegas dari Kevin.
" Ok kalau kamu memang serius sekarang aku mau kamu datang ke rumah nanti malam bersama orang tua kamu, " ucap Kevin.
Dimas dan Harum kaget saat mendengar perkataan Kevin, mereka berdua pun saling tatap dengan penuh tanya akhirnya Dimas pun berkata, " Baik kalau kayak gitu, sekarang mari kita masuk kantor buat bahas kerjaan, " ucap Dimas sambil tersenyum bahagia ternyata sahabatnya tidak menentang hatinya.
" Ok mari kita bahas kerjaan, "
"Eh tunggu dulu, ini apa-apaan kok malah bahas kerjaan jadi keputusan nya kayak gitu aja, " ucap ku manyun sedangkan Harum hanya tersenyum.
__ADS_1
" Ya ampun, sayang Abang kok malah manyun sih, Sini abang bilangin ya kalau memang dah pasti dan yakin dengan perasaan mereka kenapa harus dibahas disini mending di depan orang tua, ya kan, " jawab Kevin sambil memegang pipiku.
" Ya juga sih, tapi abang kenapa tiba-tiba malah ajakin Dimas kerja bukannya nyapa istrinya, " jawab ku dengan tetap dengan mode manyun.
" Hahaha ya udah istri Abang mau apa, " ucap Kevin merayu.
" Bang kita ke rumah ibu yok, Putri mau ke rumah ibu, " jawab ku sambil memohon dengan sikap manjaku.
" Ya kan dah Abang bilang besok kita ke rumah ibu sekarang abang ada kerjaan sedikit jadi sabar ya sayang, " ucap Kevin sambil membelai kepalaku yang tertutup hijab.
" Gak mau, mau nya sekarang, " ucap ku sambil menangis seperi anak kecil minta permen.
"Ya udah makasih ya bro, kalau gitu gua pulang dulu ya, dan ingat yang tadi datang ke rumah bawa ortu baru biar jelas seriusnya. " jawab dan kata Kevin kepada Dimas.
" Siap bro tapi kayaknya setelah lo balik dari kampung Putri ya, " jawab Dimas.
" Ya bro, "
" Kak Harum ikut ya, Harum kangen sama masakan ibu asih, " ucap Harum.
__ADS_1
Kevin menjawab dengan anggukan, kemudian mereka pun pergi pulang sedangkan Dimas kembali bekerja.
sesampainya di rumah aku dan Harum langsung naik ke atas untuk bersiap-siap sedangkan Kevin ke kamar Mama untuk mengatakan kalau habis magrib berangkat ke rumah orang tua Putri.
" Mah... mah.. Kevin masuk ya, " ucap Kevin di depan pintu.
" Ya nak masuk aja, " jawab mama dari dalam.
" Kenapa Vin, " tanya nya lagi
" Ini mah Kevin mau izin kalau habis magrib ini Kevin berangkat ke rumah ibunya Putri, " jawabnya.
" Loh kok tiba-tiba memangnya ada masalah ya, " tanya mama panik.
" Gak mah itu Putri dari pagi merengek minta ke rumah ibunya, mungkin bawaan bayi mah, "
" Tapi apa memang kayak gitu ya mah kalau ibu hamil itu banyak mau nya dan sifatnya juga berubah kadang manja, kadang marah-marah kadang kayak anak kecil gitu. " ucap Kevin sambil menggaruk kepalanya yang gak gatal.
Jangan lupa vote, like dan komentar nya ya Teman-teman 🥰🥰
__ADS_1