Mengejar Cinta Putri Dari Desa

Mengejar Cinta Putri Dari Desa
bab 90


__ADS_3

hari ini hari pertama Harum memeriksa kehamilan dan aku dan mama menemaninya sekalian aku juga mau periksa kandungan, sesampainya di rumah sakit kami masuk ke dalam ruang periksa di tuntun oleh perawat.


sesampainya di dalam Harum mulai di periksa dan bertanya tentang kehamilannya kemudian giliran ku di periksa saat ku akan periksa tiba-tiba Kevin menghubungi ku karena ada rapat mereka tidak bisa menemani kami tuk periksa, Kevin meminta video call karena ia ingin melihat perkembangan anak nya.


Setelah selesai dokter mengatakan anak nya sehat semuanya baik dan kalau tidak ada masalah 35 hari lagi aku akan lahir itu pun kalau tidak ada masalah dengan kandungannya. setelah selesai kami pulang, sebelum pulang kami mampir ke cafe karena para suami sudah berada di cafe.


sesampainya di cafe kami langsung ke ruangan Kevin, sampai dalam ruangan Kevin langsung menyambut ku dan menuntun ku duduk dan berkata, " Kamu duduk dulu di sini ya aku ambil kan minum, kamu mau minum apa? Oya mama juga mau apa ni?" tanya nya saat hendak keluar ruangan.


" Mama sama Putri aja ni yg di tawarkan aku gak di tawarkan ni? " Grutu Harum sambil memanyunkan mulutnya.


" Kamu kan ada suami kamu jadi ngapain Abang tanya," jawab nya sambil berlalu keluar ruangan.

__ADS_1


" Gak usah manyun gitu ya udah kakak ambil kan, dedek mau apa biar ayah ambil kan ya ," ucapnya sambil mengusap lembut perut Harum.


dengan tersenyum Harum berkata, " Dedek mau nasi goreng buatan ayah dan jus mangga ya," jawannya sambil menirukan suara anak kecil.


kami yang mendengar tersenyum bahagia, mama sampai menitikkan air mata karena terharu melihat perhatian menantu nya, mama memang sudah lama kenal dengan Dimas tapi dia gak menyangka kalau dimas akan sedewasa ini.


** Mas kamu lihat anak-anak kita sekarang sudah tumbuh dewasa dan mereka juga telah menemukan pasangan yang baik. Mas bahagialah kamu di sana dan tunggu aku *** batin nya.


pagi ini seperti biasa aku sholat ber jamaah dengan suami ku, setelah selesai aku turun ke bawah karena perut yang sudah mulai bertambah besar apa lagi aku mengandung bayi kembar membuat ku susah berjalan dengan sigap Kevin datang membimbing ku buat turun hingga ruang makan.


sesampainya di ruang makan Kevin membimbing ku duduk di atas kursi dan langsung membuat kan ku susu, mama dan yang lain hanyatersenyum melihat tingkah Kevin.

__ADS_1


" Sayang kamu mau makan apa biar abang ambilkan," ucapnya setelah memberikan susu pada ku.


" Nanti aja bang Putri masih belum selera ," jawab ku sambil meminum susu.


" Tapi kamu harus sarapan kasian si kembar nya ya," ucapnya lembut sambil mengelus pucuk kepalaku.


" Ya udah terserah aja deh," jawab ku pasrah karena pagi ini aku memang tidak begitu selera.


saat sedang asik menikmati sarapan tiba-tiba perut ku terasa sakit karena si kembar memang aktif apalagi sejak memasuki bulan ke delapan kehamilan ku, karena melihat ku meringis Kevin kemudian bangun dari duduknya dan berkata," Kamu kenapa Put apa perutnya sakit," ucapnya sambil memegang perut ku dan seketika seperti tahu kalau itu sentuhan dari ayahnya si kembar mulai bergerak lagi, aku hanya tersenyum sambil menahan rasa sakitnya, Kevin yang dapat tendangan dari anaknya sontak berkata, " Ya ampun, Mama lihat ni si kembar menendang tangan Kevin " ucap nya sambil tersenyum.


" Ya dia tau kalau itu sentuhan dari ayah nya," jawab mama.

__ADS_1


setelah selesai makan Kevin dan Dimas hendak ke cafe dan siang nya ke hotel untuk menyelesaikan yang sempat tertunda kemarin


__ADS_2