
Kevin dan Dimas sudah berputar-putar hampir seharian mencari seblak namun tak kunjung dapat, karena kelamaan Putri menghubungi Kevin dan bertanya, " Bang dapat seblak nya? " tanya ku dengan nada sedikit menahan tangis.
" Bentar ya sayang abang cari dulu, " jawab Kevin tetap tenang.
" Ya udah cepat ya awas sampai gak dapat, " ucap ku lagi.
" Ya sayang, " jawab Kevin.
tanpa aba-aba aku putri mematikan sambungan telepon nya, Kevin hanya mampu tersenyum dengan tingkah istrinya itu. karena sudah mulai sore akhirnya Kevin memutuskan ke hotel dan meminta koki hotel membuatkan apa yang diinginkan istrinya.
sesampai di cafe hotel Kevin berkata pada kokinya, " Pak tolong buatkan seblak ya buat istri saya dia pengen banget makan seblak tapi gak ada yang jual di sini. " ucap Kevin.
" Baik Pak Kevin tunggu sebentar ya, " jawab koki cafe tersebut.
tidak menunggu lama seblak pesanannya sudah selesai dan koki itu berkata sambil menghampiri Kevin, " Ini pak seblaknya, ada yang lain lagi pan, " tanya koki sambil menyerahkan bungkusan tersebut.
" Udah ini aja maksih ya, " jawab Kevin.
" Ya pak Sama-sama, " ucapnya.
akhirnya apa yang mereka cari sudah ketemu Kevin melakukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju rumah, sesampai di rumah putri suah menunggu dengan wajah yang sedikit di tekuk.
__ADS_1
" Sayang ini seblaknya, jangan ngambek lagi ya, " ucap Kevin sambil menciun kening ku.
aku pun tersenyum sambil menjawab, "Ya makasih ya suami ku, " sambil mencium pipinya.
Dimas pun mendehem dan berkata, " ehem ingat masih ada orang disini, bisa gak kalau gak udah mesra-mesraan gitu kan aku jadi pengen, " ucapnya dengan nada bercanda dan tertawa lepas.
" Tenang aja bentar lagi juga kamu akan merasakan apa yang aku rasakan, " jawab Kevin sambil tersenyum nakal.
Dimas yang mendengar kata sahabatnya itu hanya mampu tersenyum dan menggidikkan bahunya ke atas. saat mereka asik berdebat suara azan seolah sebagai penengah di antara mereka, akhirnya mereka melaksanakan sholat ashar berjamaah.
Tak lama kemudian Bapak dan Ibuku datang dari luar seraya mengucapkan salam,
" Assalamu'alaikum , " ucap Bapak dan Ibu bersamaan.
" Wah... wah... baru pulang pacaran buk, " goda Dimas kepada orang tua ku.
" Kamu bisa aja Mas, Ibu sama Bapak baru pulang dari kondangan di kampung sebelah, "
jawab ibu sambil tersenyum di goda Dimas.
" Bapak masuk dulu ya kalian lanjutin aja ngobrolnya, soalnya dah gerah banget. " ucap Bapak.
__ADS_1
" Ibu juga ya, mau ganti baju dulu" imbuh ibu.
kami hanya mengangguk tanda setuju sambil tersenyum.setelah beberapa menit bapak ikut bergabung dengan kami sedangkan ibu memulai ritual memasak di dapur dan d ikuti oleh aku dan Harum.
Sesampai di dapur Harum bertanya pada ibu,
" Mau masak apa kita buk buat makan malam, "
" Kamu maunya apa? " tanya ibu kembali.
" Hamm apa ya? Put kamu ada ide gak biasanya kan ibu hamil banyak mau nya pasti punya ide buat makan malam. " ucap Harum.
" Hamm buk kita buat ikan bakar aja yuk sama sambal tanak, gimana ? " jawab ku.
" Boleh juga ibu lihat dulu apa ikan nya ada kalau gak kita pergi beli sebentar ya, " ucap ibu.
" Alhamdulillah semua bahan ada dan cukup lah buat kita." ucap ibu lagi setelah melihat bahan dalam kulkas.
setelah itu kami pun memulai menyiapkan semua bahannya dan membersihkan ikannya. sedangkan para pria kami minta untuk menyiapkan tempat pembakaran ikannya.
Setelah di rasa siap aku dan Harum membawa ikan serta bumbunya ke tempat pembakaran, sedangkan ibu memasak sambal tanak nya. karena ke asik kan tanpa di sadari azan magrib pun berkumandang semua orang bergantian tuk melaksanakan sholat magrib karena ikannya belum semua yang terpanggang.
__ADS_1
Setelah sholat magrib kami kembali melanjutkan kegiatan tadi, setelah selesai kami makan bersama di pondok yang ada di halaman belakang sambil menikmati suasana malam yang cukup cerah dengan sinar bulan purnama.
Jangan lupa vote, like dan komennya ya Teman-teman biar lebih semangat lagi dan terimakasih atas dukungannya 🥰🥰🥰😘😘😘