Mengejar Cinta Putri Dari Desa

Mengejar Cinta Putri Dari Desa
bab 41


__ADS_3

Waktu telah menunjukkan pukul 10 pagi waktunya aku pun di bawa ke ruang operasi dengan hati cemas dan bercampur khawatir semua orang menunggu di luar ruang operasi.


berbeda dengan Kevin, Randi dan Bapak ku mereka pergi ke mushola untuk sholat hajat meminta kesembuhan dan kelancaran operasi ku.


Kevin tampak larut dalam doanya karena dia takut kehilangan ku, saat mereka sangat khusuk dalam doanya mama Ina datang tuk memberitahu kan kalau operasinya sudah selesai dan sukses sekarang nunggu ku di pindahkan ke ruang perawatan. sedangkan yang lainnya masih setia menunggu didepan ruang operasi.


Kevin, Randi dan Bapak pun sujud syukur mereka bertiga langsung berdiri dan berlari menuju ruang operasi dan menantikan ku keluar dan di pindahkan ke ruang perawatan.


setelah setengah jam menunggu akhirnya aku pun di pindahkan ke ruang perawatan, namun keadaan ku masih belum sadarkan diri karena pengaruh dari obat bius.


mama Ina dan yang lain nya mengikuti para perawat membawa ku ke ruangan. sesampai di dalam ruangan dokter pun menjelaskan kepada keluarga bagai mana kondisinya sekarang.


setelah menerangkan dokter pun keluar dari ruangan Bapak dan Ibu pun duduk di samping tempat tidur ku tanpa di sadari air matanya terus menetes, Bapak yang melihatnya kemudian memberikan pengertian dan semangat pada istrinya itu.


" Buk gak usah menangis lagi kan anak kita sudah selesai operasi dan operasinya sukses Ibu dengarkan kata dokter Putri hanya tinggal pemulihan saja tumor yang berada di kepalanya sudah berhasil di angkat. " ucap Bapak.


" Ya pak ibu hanya menangis karena bahagia anak kita telah melewati masa sulitnya dan dia akan segera sembuh, ibu Benar-benar takut pak " jawab ibu sambil menyenderkan kepalanya ke dada suaminya.


" Ya buk sekarang kita berdoa semoga Putri cepat sembuh ya "


" Ya pak"


mama Ina dan yang lainnya hanya melihat dari tempat duduk yang di sediakan untuk menunggu pasien sambil berbincang bincang menunggu ku sadar.

__ADS_1


Aku pun sadar dan langsung memanggil Ibu, Ibu langsung menghadap kearah ku saat mendengar ku memanggilnya.


" Buk... buk... "


" Ya nak kamu sudah sadar sayang, apa terasa sakit" tanya Ibu kepada ku.


" Kepala Putri masih nyeri sedikit buk, buk Putri haus" ucap ku dengan lirih


" Sayang kamu belum boleh minum sebelum buang angin, apa kamu sudah buang angin?"


" Belum buk "


" Kamu sabar sebentar ya"


Tak lama setelah itu perawat datang membawakan makanan dan air buat ku dan bertanya, " Buk ini makanan nya nanti kalau sudah buang angin silahkan di minum dan di berikan makan ya buk"


" Ya buk Sama-sama kalau gitu saya permisi ya buk, kalau ada apa-apa ibu langsung panggil saya ya"


" Ya sus"


beberapa menit kemudian aku pun buang angin dan Ibu langsung memberikan ku minum karena sudah dari tadi haus.


" Nak ini minum dulu airnya habis itu kamu makan ya "

__ADS_1


" Ya buk "


Aku pun minum dan di bantu oleh Bapak, Kevin hanya melihat dari jauh, dia ingin sekali membantu namun apa daya belum bisa.


Hari sudah semakin sore Bapak pun mengatakan kepada istri, dan yang lainnya untuk pulang ke rumah saja biar malam ini dia yang menjaga ku di rumah sakit karena sudah sejak pagi mereka ada di rumah sakit.


" Buk pulang lah dengan yang lainnya biar Putri bapak yang jaga ibu istirahat di rumah ya" kata Bapak.


" Gak lah pak biar ibu disini temani bapak "


" Gak usah ibu di rumah aja istirahat"


" Gak pak ibu gak akan tenang kalau di rumah"


" ya udah kalau Ibu mau disini gak apa apa nanti malam Randi antar kan baju sama makan malam ya buk" ucap Randi


" Ya nak kalian pulang aja dulu, Ina makasih ya dah mau temani aku saat sekarang ini"


" Ya kamu ini kayak sama orang lain aja kita kan sahabat " jawab mama Ina


**maaf ya manteman sedikit terlambat up nya


jangan lupa vote dan tips nya ya

__ADS_1


komen dan like ya terimakasih sudah setia menunggu author up 😘😘😘😘


LOVE YOU ALL**


__ADS_2