
Setelah selesai membawa Barang-barang nya Kevin pun masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badannya sekalian ambil wudhu karena waktu sholat zuhur sudah hampir habis.
Selesai sholat Kevin melihat ku masih tidur dengan pulsanya, Kevin pun menghampiri ku dan duduk di tepi ranjang. Kevin memperhatikan wajah cantik istrinya yang selama ini dia impikan kini telah jadi kenyataan. kini telah sah menjadi istrinya, Kevin mencium kening ku hingga bibir dan aku pun terbangun karena merasa terganggu dan merasa ada yang aneh menempel di bibirku. aku pun dengan reflek langsung mendorong Kevin hingga Kevin terjatuh ke lantai.
"Astaghfirullah, Bang maaf Putri gak sengaja Abang sih Putri kan kaget, " ucap ku dengan wajah yang di tekuk.
" Gak apa kok sayang kok jadi manyun gitu jelek ah, maaf ya sayang jangan manyun lagi ya kalau masih manyun Abang cium ni, " ucap kevin sambil tersenyum.
" Ih apa sih Abang, dah ah Putri mau mandi dulu dah sore, " jawab ku dengan wajah merahnya karena malu sambil berdiri mau ke kamar mandi.
Kevin pun menarik tangan ku dengan cepat hingga membuat ku terjatuh di atas pangkuannya dan ia langsung memeluk ku dengan erat. aku berusaha tuk melepaskan pelukan Kevin namun tenaga ku tidak kuat untuk melepaskan pelukannya dan aku pun berkata, " Bang lepasin dong Putri mau mandi ni gerah soalnya,"
Kevin tak mempedulikan ucapan ku dia terus memeluk sambil menghirup aroma tubuh ku yang kini menjadi candu untuk nya. aku yang dapat perlakuan tersebut merasa geli.
Tanpa di sadari kini kami telah terbaring dia tas ranjang sambil menikmati setiap permainan yang di lakukan, sadar atau tidak kini sudah tidak memakai sehelai benang pun.
aku pun menikmati setiap sentuhan dan perlakuan yang di lakukan Kevin hingga tiba saat Kevin ingin melakukan nya Kevin memandang ku meminta persetujuan dan aku menjawab dengan anggukan tanda setuju, karena rasa sakit yang di rasakan aku tanpa sadar mengeluarkan air mataku.
__ADS_1
Karena melihat ku meneteskan air mata Kevin pun menghentikan nya namun ku Mencegahnya, " Gak apa Bang lanjutin aja Putri masih bisa menahannya kok, " ucap ku.
Entah berapa kali kami melakukannya kini kami terbaring di ranjang dengan balutan selimut menutupi badannya yang plontos tanpa sehelai benang pun akhirnya kami pun terlelap karena kecapean habis olah raga ranjang.
Hari sudah semakin sore, aku terbangun dari dan saat hendak membersihkan badan ke kamar mandi aku merintih kesakitan aku merasa perih di bagian intim dan membuat Kevin pun terbangun mendengar rintihan ku karena kesakitan.
Kemudian Kevin menggendong ku ke kamar mandi, " Bang lepasin Putri, Putri bisa sendiri, " ucap ku namun Kevin tak menghiraukannya lalu Kevin memasukkan ku ke dalam bethup dan menyalakan air .
" Dah hangat kan airnya, Sekarang kamu mandi Abang mandi di sana ya, " ucap Kevin
Setelah selesai sholat aku pun membereskan alat sholat dan kemudian membersihkan sisa-sisa pertempuran tadi dan mengganti alas kasurnya. sementara Kevin mengambil laptopnya dan mengecek laporan hotel dan cafenya yang di kirim lewat e-mail.
" Bang mau putri buat kan teh, " ucap ku sambil berjalan menghampiri Kevin.
" Boleh sayang sama kue ya sepertinya ini bakalan lama, " jawab Kevin sambil tersenyum.
Aku pun keluar tuk membuatkan teh untuk Kevin, saat aku berjalan ke dapur ternyata Mama sedang masak di dapur.
__ADS_1
" Sore mah, " ucap ku menghampiri Mama.
" Sore sayang bagaimana tidurnya nyenyak nak, dan Kevin mana Put " tanya Mama kepadaku.
"Alhamdulillah, nyenyak mah dan Abang lagi di kamar Mah lagi kerja. " jawab ku sambil mengambil gelas.
" Kamu mau ngapain sayang? udah gak usah bantu Mama masak bibi kan udah ada, " ucap Mama kepadaku.
" Putri mau buatkan teh buat Abang mah dan juga kue mah, " jawab ku sambil tersenyum.
" Ya udah habis itu kamu istirahat ya, kamu pasti capek kan habis acara," ucap Mama.
" Ya Ma, Putri ke kamar dulu ya mah, " jawab ku sambil membawa nampan yang berisi teh dan kue untuk suamiku.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya teman-teman like + komen dan juga vote nya ya
terimakasih all 😘😘😘😘
__ADS_1