
"Alhamdulillah lancar pak, semua berkat doa Putri pak membuat segala urusan menjadi lancar, " jawab Kevin sambil tersenyum.
" Ya juga doa dari calon anak kalian, Bapak cuma mau kasih kamu nasehat sedikit, ingat ya nak wanita hamil itu sensitif dan juga banyak maunya jadi kamu meski harus sabar dan lebih banyak mengalah ya. " ucap Bapak.
" Dan juga jangan sakiti hatinya karena itu akan berpengaruh pada perkembangan janin, dulu waktu ibu hamil Putri weh lebih cerewet dari Putri sekarang dan lebih aneh-aneh lagi permintaannya, " ucapnya lagi.
" Memangnya apa permintaan ibu yang aneh pak, " tanya Kevin dengan wajah semangat.
" Dulu ibu pernah minta Bapak buat mencukur kepala Pak Bayu dan juga memakaikan pak Bayu baju renang wanita, "
Hahahahaha mereka pun tertawa cekikikan sambil bercerita. aku menghampiri mereka dua lelaki hebat ku dengan membawa nampan yang berisi teh dan cemilan dan tak lama kemudian ibu dan kedua adikku pun ikut nimbrung bersama kami namun tidak dengan Harum.
Dia terus berada di kamar sambil memainkan ponselnya serta melamun memikirkan nasib nya nanti setelah pulang dari sini. Di dalam hatinya begitu banyak tanda tanya dan semua kegalauan tentang perasaannya terhadap Dimas. Karena stresnya akhirnya Harum pun terlelap dan hanyut dalam mimpinya.
Hari pun semakin sore udara pun mulai berubah sedikit lebih dingin dan azan ashar pun berkumandang membuat semua insan hanyut dalam lantunannya. kami pun mengantri tuk ambil wudhu setelah selesai kami pun sholat berjamaah.
Harum yang baru bangun langsung ke kamar mandi tuk bersih-bersih dan berwudhu. setelah selesai ia melaksanakan sholat ashar sendirian di kamar. setelah selesai Harum juga ikut berkumpul bersama kami di ruang tengah sambil menonton TV.
Saat sedang asik menonton tiba-tiba Dimas menghubungi Kevin dan berkata, " Assalamu'alaikum Vin, " ucap nya di seberang sana.
__ADS_1
" Walaikumsalam tante, kok panik gitu tenang dulu tanye cerita pelan-pelan, " tanya Kevin.
" Gini Vin, Dimas... dia..., " jawab mama Dimas.
" Ya Dimas nya kenapa tan, tenang dulu ya, " ucap Kevin, aku dan Harum yang mendengar pun ikut panik.
" Kenapa Bang, " ucap ku tapi Kevin hanya memberikan isyarat untuk diam dulu.
" Dimas kecelakaan Vin dia berniat menyusul kalian di sana namun di pertengahan jalan dia menabrak truk dari belakang sekarang dia masih di rumah sakit. " jawab mama Dimas.
" Ya Allah tan kok bisa terus bagaimana keadaannya sekarang tan, " ucap Kevin dengan wajah panik dan sedih.
" Ya udah tan aku ke sana sekarang, tante Sherlock aja di mana lokasinya ya. " ucap nya lagi.
" Ya ampun kak Dimas, terus bagaimana keadaannya sekarang Bang, " tanya Harum panik dan matanya pun mulai berkaca-kaca.
" Bang juga gak tau ini Abang mau pergi melihat keadaannya, " Jawab Kevin.
" Ayok bang kita pergi sekarang Harum mau lihat keadaan kak Dimas. " ucapnya sambil menarik tangan Kevin.
__ADS_1
" Ya udah Put kamu di rumah aja atau mau ikut, " tanya Kevin.
" Ada apa ini dan mah kemana, kenapa kamu nangis Harum. " tanya ibuku kepadanya.
Harum pun berlari dan menangis di pelukan ibuku dan ia menjawab, " Kak Dimas bu, dia kecelakaan, "
" Ya ampun kapan ya udah kita pergi sekarang ya ibu panggil Bapak dulu. " ucap ibu sambil berjalan ke luar.
Akhirnya kami semua pergi menuju tempat yang di bilang Kevin. sesampai di sana Aku dan Harum bingung melihat gedung putih dan suasana yang sepi, aku bertanya kepada Kevin,
" Bang ini gak salah kan, kok rumah sakitnya kayak gini, ?" tanya ku padanya.
" Ia Bang kok kayak gini, Bang serius lah Harum mau lihat keadaan kak Dimas. " Timpal Harum.
" Ya gak salah kan abang Terima alamatnya itu ya ini, " jawabnya dengan wajah tak bersalah.
Akhirnya kami berjalan ke arah pintu yang tertuliskan UGD seketika Harum langsung berlari sesampai di depan pintu Harum terduduk lemah seakan tak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Surprise, " ucap semua orang yang ada di sana termasuk mamanya.
__ADS_1
Seketika Harum menangis dengan kuatnya kemudian ia berlari menghampiri Dimas yang sudah berdiri di dekat tulisan will you marry me dan memukul dada bidangnya berkali-kali, namun Dimas hanya tersenyum menerima pukulan itu.
Jangan lupa vote like dan komennya ya Teman-teman dan trimakasih atas dukungannya love u all 🥰🥰🥰🥰