
" Kamu jangan nangis lagi ya, setelah kevin pulang aku langsung ke sana, kamu harus kuat asih kita dia sama-sama agar diagnosa nya salah ya" ucap mama Ina menguatkan sahabatnya ini
" Ya na maksih ya "
" Ya udah aku kembali kedalam dulu kasian Putri sendirian "
" Ya sih asaalamuallaikum"
" Walaikumsalam"
Setelah itu ibu kembali ke kamar inap dilihatnya ku sedang tertidur mungkin efek dari obat yang di minum.
Tak lama setelah Ibu masuk dokter pun masuk untuk memeriksa pasien dan sekalian mau menjelaskan kepada keluarga pasien tentang hasil pemeriksaannya.
" Buk kami mau periksa Putri sebentar ya"
" Ya dok silahkan tapi dia sedang tidur dok"
" Ya gak apa apa Buk tadi sebelum tidur apa dia ada keluhan Buk"
"Cuma masih pusing kayanya Dok dan nyeri di kepala nya"
" Kalau begitu apa kita bisa bicara sebentar Buk, kita bisa bicara di ruangan saya "
" Baik Dok "
__ADS_1
Setelah sampai di ruangan Dokter akhirnya dokter Faisal berbicara kepada Buk Asih tentang penyakit yang di derita Putri.
" Begini Buk dari hasil ronsen nya saya melihat ada tumor jinak di kepala Putri dan alhamdulillah nya masih stadium awal jadi masih bisa dengan cepat kita tangani dan juga ukurannya juga masih kecil "
" Jadi bagaimana Dok apa bisa di obati "
" Ya Buk dengan melakukan operasi, makanya saya ingin membicarakan ini sama orang tua nya Putri apa pihak keluarga mau melaksanakan operasi "
" Kalau memang itu adalah solusi yang terbaik Dok saya tidak masalah Dok karena kesehatan anak saya yang terbaik sekarang ini " ucap Ibu kepada dokter Faisal.
" Baik Buk kalau begitu ada beberapa berkas yang harus ibu tanda tangani "
" Dok boleh tunggu suami saya dulu karena saya mau meminta persetujuannya dulu Dok, "
" Baik Buk nanti datang saja ke ruangan saya kalau Ibu dan Bapak sudah siap"
" Baik Buk silahkan"
Ibu pun kembali keruangan dengan lesuh dan lunglai seakan tulang nya telah hancur mendengar fonis dari dokter.
tak lama kemudian Bapak pun datang dan langsung bertanya kepada istrinya itu,
" Buk bagaimana? apa kata dokter tentang anak kita, " tanya Bapak.
sambil menangis Ibu menjelaskan kepada suaminya tentang keadaan ku, dan Bapak langsung terduduk tanpa berkata apa apa.
__ADS_1
" Pak bagaimana apa kita setuju aja dengan operasi pengangkatan tumornya pak " ucap Ibu dengan lirih.
" Mari kita bertemu dengan Dokternya Buk, Bapak akan tanda tangan surat persetujuannya, Bapak gak mau Putri tersiksa lama Buk kita sama sama berdoa semoga semuanya di lancarkan oleh Allah dan penyakitnya segera sembuh"
" Ya Pak Ibu juga maunya begitu juga Pak "
akhirnya Bapak dan Ibu pergi menemui Dokter untuk menyetujui operasi anaknya.
☘☘☘☘☘
Ditempat lain Kevin dan mamanya serta Harum berangkat untuk menemui Putri di rumah sakit. Kevin dengan semua rasa khawatirnya menyetir mobil dengan kecepatan tinggi, di dalam pikiran nya hanya satu bertemu dengan Putri. mama ina yang melihat hanya bisa memberikan kekuatan kepada anak nya " Vin kamu yang tenang nak bawa mobilnya hati hati jangan ngebut kamu gak mau kan buat Putri khawatir kalau terjadi sesuatu sama kamu apa Putri akan bahagia"
"Maaf Mah aku hanya khawatir dengan Putri aku ingin cepat menemuinya "
" Mama tau sayang tapi kalau kamu kayak gini kamu gak akan bertemu dengan dia tapi kita akan bertemu dengan maut"
akhirnya Kevin pun mengurangi kecepatan nya dan berjalan dengan stabil meski sesekali dia menambah kecepatannya.
sesampai di rumah sakit Kevin langsung berlari keruangan Putri dan terlihat beberapa perawat yang sedang memeriksa Putri.
tanpa Kevin sadari dia langsung memeluk dan mencium kening Putri karena dia merasa takut banget akan kehilangan Putri. Mama Ina dan yang lain nya hanya terdiam melihat Kevin.
Dokter pun masuk kedalam ruangan Putri untuk mengatakan bahwa jadwal operasi Putri akan dilaksanakan besok. Pak Joko dan Buk Asih hanya pasrah dan mengiyakan perkataan Dokter.
**maaf ya manteman author baru coz nya lagi bnyak pasien ni, doakan ya semoga covid segera pergi dan kita semua di berikan kesehatan oleh Allah aaminn.
__ADS_1
jngan lupa like, komen dan vote nya ya 😘😘😘**