
Setelah selesai sholat aku membereskan peralatan sholat dan mengikuti Kevin duduk di sofa yang ada di dalam kamar, kemudian aku berbaring dan menaruh kepalaku di atas paha Kevin.
Kevin pun tersenyum dan berkata, " Ada apa ni tumben kali tidur di sini, " ucap nya sambil membelai rambut ku.
" Ya lagi pengen aja, " jawab ku sambil memeluk perut nya dan menenggelamkan kepalaku di perutnya yang berotot itu.
" Udah ah Jagan kayak gitu geli tau nanti kalau abang khilaf baru tau, " ucap Kevin dengan nada menggoda.
" Ih aapa sih bang, " Jawab ku dengan muka malu.
Kevin terus membelai kepala ku sambil melihat laptopnya sedangkan aku asik memainkan ponsel ku tanpa ku sadari aku terlelap di pangkuannya.
Kevin menyadari kalau aku sudah tertidur, dengan Hati-hati dia mengangkat ku ke atas ranjang setelah itu dia kembali bekerja.
☘☘☘☘☘☘
di tempat lain Harum dan Dimas yang baru saja selesai sholat dan bercengkrama di atas sofa yang ada di kamar mereka, saat sedang asik berbicara Dimas teringat akan kata ku dan Kevin tadi Dia pun bertanya dengan lembut kepada Harum, " Sayang apa boleh.... " ucapnya tergantung.
__ADS_1
" Boleh apa kak? " tanya Harum polos.
Dengan Hati-hati Dimas berbisik kepada Harum, " Kakak mau belah duren boleh gak? "
Harum yang mendengar itu langsung tersipu malu dan menundukkan wajahnya, kemudian Dimas mulai mendekat dengan perlahan Dimas merangkul Harum kerena tidak ada perlawanan tanda setuju.
Dimas pun mulai dengan mencium kening hingga bibir Harum dengan lembut, Harum sangat menikmati setiap sentuhan dan kecupan yang di lakukan Dimas, hingga permainan pun mulai merambah ke leher hingga meninggalkan tanda kepemilikan di sana.
perlahan tapi pasti Dimas mulai menuntun Harum untuk ke atas ranjang tanpa melepaskan setiap kecupan, tanpa mereka sadari sekarang mereka telah terbaring di ranjang tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuh mereka.
mereka benar-benar menikmati hingga tiba waktu nya Dimas memasukkan adiknya, dengan perlahan namun pasti namun terhenti karena Harum meringis kesakitan, Dimas berhenti namun Harum memberikan kode dengan tatapan, Dimas pun melanjutkannya sambil ******* bibir Harum.
Dimas menutupi tubuh Harum dengan selimut kemudian dia berjalan ke kamar mandi sambil memunguti pakaian yang berserakan di lantai.
setelah selesai Dimas membangunkan Harum untuk membersihkan badan dan sholat magrib berjamaah. setelah bangun Harum duduk saat hendak berdiri Harum meringis kesakitan di area intimnya.
" Kenapa sayang sakit ya, " tanya Dimas karena kasihan melihat wajah istrinya yang kesakitan.
__ADS_1
Harum hanya menganggukkan kepalanya dengan sigap Dimas menggendong Harum dan membawanya ke kamar mandi, di letakkan nya Harum di dalam bed tab sambil menghidupkan air keran dan berkata, " Udah kamu sekarang mandi ya kakak tunggu di luar nanti kita sholat sama-sama ya, " ucapnya sambil mencium pucuk kepala Harum dengan lembut.
Dimas keluar dari kamar mandi dan langsung mengganti alas kasur, setelah selesai mandi Harum dan Dimas melaksanakan sholat magrib berjamaah.
Setelah selesai sholat mereka turun Bersama-sama menuju ruang tengah dan menyapa mama yang sedang duduk di depan TV, " Hay ma tumben duduk di sini biasanya juga dah di dapur, " ucap Harum.
" Ya semuanya udah di siapkan oleh Putri dan Kevin, tumben mereka mau masak, " jawab mama dengan tetap fokus melihat TV.
Harum dan Dimas ikut duduk di depan TV, saat asik menonton mama tersenyum saat melihat tanda merah yang ada di leher Harum dan berkata, " Rum nanti jangan lupa pasang obat nyamuk ya kayaknya di kamar kamu banyak nyamuk, " ucap mama sambil tertawa kecil.
" Kayaknya gak ada nyamuk deh Ma, " jawabnya polos.
Dimas yang merasa tersindir hanya mampu diam tanpa berkata apapun karena malu. Harum yang bingung bertanya kepada Dimas , " Kak memang nya tadi ada nyamuk ya di kamar?" tanya Harum polos.
Dimas gak bisa berkata langsung menunjuk lehernya dan berkata, " Mungkin iya sayang, " sambil tersenyum malu.
karena Dimas memegang leher Harum sadar kalau leher nya ada tanda merah yang tadi di buat oleh Dimas, dengan malu Kemudian Harum berlari ke kamar dan di ikuti oleh Dimas mama hanya mampu tertawa kecil melihat tingkah putri nya itu.
__ADS_1
Makasih ya Teman-teman atas support nya selama ini jangan lupa vite, like dan komennya ya 🥰😘🥰😘