
Reyhan dan Arya menghentikan kegiatan mereka saat melihat Maya datang.
"Kalian lagi apa?"
"Mandi ma"
"Mandi??? itu kalian koceh, mainan air dan buang-buang sabun". Maya ikut masuk ke kamar mandi dan bermaksud menyudahi kedua lelaki itu bermain air.
"Mayaa,, jangan marah, kami kan hanya bermain saja. Nanti sabunnya di beli lagi aja".
"Bukan soal sabun pak, ini soal mengajarkan akan untuk tidak mubazir air. Ayo Rey, ikut mama".
Reyhan bukannya ikut maya malah menyiram maya dengan air hingga baju maya ikutan basah.
"Reyyhaaaaannnn"
Maya hendak mendekati reyhan namun di tahan dengan pelukan Arya.
"Eiiitss jangan maraahhhh".
Arya dan Reyhan tertawa lepas, maya yang melihat kedua lelaki itu jadi mereda amarahnya.
"Lepassiinnn pak".
"Tapi janji dulu, kamu gak bakal marah sama reyhan".
"iyaa janji".
Arya melepas pelukannya, Maya segera mengajak reyhan untuk berganti baju, karena takut masuk angin.
Maya melihat Arya yang ikut basah kuyup jadi bingung, "Pak arya bawa baju ganti gak?"
__ADS_1
"Enggak".
"Trus mau pakai baju siapa?? dirumah ini gak ada baju pria dewasa adanya baju anak-anak hahahaah". Maya tertawa geli.
"Kamu kok gitu si may?"
"Salah siapa mainan air".
"Dideket sini gak ada butik ya?"
"Gak ada".
"Jadi aku gimana dong???"
Maya berfikir sejenak.....
"Ayo ikut aku".
Arya yang melihat maya dengan baju yang basah membuat lekuk tubuh maya terbentuk jelas, Arya pun jadi terpancing hasratnya. Arya mencoba menahan dengan memalingkan pandangannya dan tak berani melihat kearah maya.
"Nah bapak pakai baju ini saja yaa".
Arya mengambil baju yang di berikan maya dan segera berlari ke kamar mandi.
Setelah Arya mengganti bajunya, ia keluar dengan perasaan kesal.
"Maya, masak baju kayak gini harus ku pakai?"
"Hahahaahahaah"
Maya tertawa lepas saat melihat Arya memakai kaos maya jadi begitu ketat dengan çelana training yang begitu cantung karena postur Arya yang tinggi dan kekar.
__ADS_1
"Hahaha adanya itu pak. Kalau gak mau ya udah lepas aja. Minta ajudan bapak belikan baju di mall".
Maya tak bisa menahan tawanya.
"Hmmm ya sudah aku mau nelfon Herman dulu".
Arya keluar dari kamar maya dan segera menelfon anak buahnya, Sedangkan maya masuk ke kamar mandi.
"Hahaha emang enak aku kerjain" celoteh maya di dalam kamar mandi.
.
Setelah menelfon anak buahnya, Arya kembali ke kamar Maya, karena malu jika reyhan melihat papanya menggunakan baju yang begitu sempit dan seperti kurang bahan.
.
Maya keluar dari kamar mandi, clingak clinguk tak melihat ada orang, karena maya lupa membawa baju ganti.
" Bagus deh orangnya sudah pergi".
Maya dengan santainya mengambil baju di lemarinya dengan hanya berbalut handuk yang menutup dada dan setengah pahanya saja, rambutnya yang terurai masih basah.
Ada yang tersiksa????, iya tersiksa batin melihat pemandangan itu. Jelas Arya yang tengah berbaring di kursi menatap pantulan cermin. Begitu jelas pemandangan indah di depan matanya. karena Posisi Arya yang terhalang tiang jadi maya tidak tahu arya tengah memandanginya.
Maya membuka handuknya dan memakai satu persatu penutup badannya, terlihat jelas dari ujung rambut hingga ujung kaki membuat Arya susah menelan salivahnya.
"Ya Allah, setelah 4 tahun lamanya dia semakin cantik" gumam Arya dalam hatinya.
Setelah selesai maya mengganti baju, ia akan keluar kamar. Begitu kagetnya maya saat melihat arya yang tengah duduk santai di kursi dan terus memandanginya.
"PAK ARYA"
__ADS_1