Mengejar Istri Yang Kabur

Mengejar Istri Yang Kabur
Mengejar Istri yang Kabur 32


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 04.00, Arya bangun dari tidurnya. Arya melihat Maya yang masih tidur nyenyak di pelukannya. Perlahan Arya melepas pelukannya dan maya menggeliat kecil.


Sebelum Arya beranjak dari ranjang, ia melihat maya dengan pose tidur yang begitu menggodanya, ditambah piyama yang dikenakan Maya terbuka memamerkan keindahan yang dimilikinya membuat Arya terpancing.


"Jangan sampai maya tau kalau semalam aku nginep disini, Aku harus cepat pergi dari sini. Tapi maya begitu menggodaku" Arya megelus dada nya sendiri agar bersabar menahan hasratnya.


Arya berjalan menuju pintu, namun baru beberapa langkah ia pun kembali lagi dan mendekat ke ranjang. Arya membuat jejak cintanya dimana-mana dengan cepat, dan ia segera pergi sebelum maya bangun.


.


Suara Azan membangunkan Maya dari tidurnya...


"Hoaaammm, badanku terasa capek semua. Udah aku Wudhu dulu deh biar mata seger".


Maya masuk kekamar mandi untuk berwudhu dan segera menjalankan ibadah sholat subuh. Setelah sholat, ia kedapur untuk membuat sarapan. Tak lama kemudian Shinta pun kedapur untuk membantu maya masak.


"Masak apa mbak??"


"Eh shin, ini mbak buat nasi goreng sama fried chicken"


"Ohhh, Shinta bantuin ya mb"


"Boleh"


Shinta mengmbalik ayam yang lagi di goreng,


"Shinta balik ya mbak ayamnya" Shinta menoleh ke arah Maya dan dilihatnya begitu banyak tanda cinta di leher maya.


"Iya, itu udah kekuningan".


"Cieeeee yang semalem berduaan"


"Maksud kamu apa shin?"


"Itu sampe tanda cintanya dimana-mana"


"Hah?? maksudmu?"


"Masak mbak maya gak tau, coba deh mbak maya ngaca, di leher mbak itu banyak banget tanda cinta dari kaka Arya"


"Yang bener kamu??" Maya masuk kekamar mandi didekat dapur dan melihat ternyata memang benar banyak tanda cinta di leher dan dada maya.


Maya pun menurunkan rambutnya untuk menutupi bekas tanda itu dan kembali ke dapur


"Apa kak arya semalem kerumah??"

__ADS_1


"Iya mbak"


"Pantesss, perasaan mbak semalem tidur di kamar reyhan, bangun tidur mbak sudah di kamar mbak sendiri".


"Hihihihi di pindah diem-diem mbak".


"Iya kali yaa. Sangking ngantuknya mbak sampe gk sadar"


Shinta cekikikan sendiri melihat maya yang merasa tidak enak karena keadaannya sekarang.


Setelah selesai masak, maya bersiap untuk kekantor.


.


Maya mengantarkan reyhan ke sekolah terlebih dahulu sebelum ia ke kantor.


"Mama berangkat ke kantor ya sayang. Nanti siang kamu di jemput sama mbak shinta"


"Iyaa ma. Mama hati-hati dijalan yaa"


"Iya sayang. Assalamualaikum".


"Wa'alaikumslaam"


Maya menjalankan motornya menuju ke kantor.


.


Maya tiba di kantor berbarengan mobil Arya yang baru saja tiba.


Arya segera turun dari mobil dan menyapa Maya.


"Pagi sayang,, cantik banget sihh pagi ini"


"Makasih" Maya menjawab dengan nada juteknya dan berlalu meninggalkan Arya.


"Kenapa sih dia" Arya pun mengejar Maya hingga keduanya sampai diruangan.


Maya langsung duduk di kursinya dan mencari kesibukan sendiri.


"Maya, kamu marah sama mas?"


"Iya".


"Memangnya mas salah apa??"

__ADS_1


"Masih nanya lagi. Semalem mas nginep dirumah gak bilang sama aku!"


"Ya allah may, semalem mas dateng kamu sama reyhan udah tidur. Jadi mas gak mau bangunin kamu tidur".


"Terus ini mas seenaknya aja buat jejak-jejak mas dimana-mana!"


"Hehe kalau itu salah kamu may"


"Kok salah aku mas?!"


Arya mendekat ke kursi maya dan menekan kedua gagang kursinya.


"Pagi tadi waktu mas mau pulang pagi, kamu malah godain mas dengan membuka piyamamu. Ya mas kan pria normal, kalau lihat istri se se*y kamu ya mana tahan. Masih mending mas gak bangunin kamu buat layanin mas"


"Dasar mas Arya mesum".


Celetakkkkkk


Pintu terbuka dan Ternyata yang datang Cia dan Mama Arya.


"Arya!!!" Cia memanggil Arya dengan nada tinggi.


Arya pun bangkit dan mendekat ke arah Cia dan mamanya.


"Ada apa?"


"Apa-apaan kamu, bermesraan dengan wanita penggoda itu. Sadarlah, kamu itu kepelet sama janda gatel ini".


"Jaga bicaramu. Asal kau tau Maya itu" Belum Arya selesai bicara ...


Plakkkkkkkkkkkkk


"Dasar anak gak tau diuntung. Sekarang kamu ikut mama pulang ke bandung!"


"Arya pulang besok ma, masih ada pekerjaan yang harus Arya selesaikan hari ini. Mama pulang saja duluan ke Bandung".


"Pokoknya pulang sekarang!!!!. Aduhhhh aduhhh" Mama Arya menahan sakit dan kemudian pingsan.


"Mama???" Arya menopang mamanya saat akan jatuh kebawah.


"Maa, bangun ma" mama arya masih saja pingsan. Kemudian arya membopong mamanya menuju ke mobil dan membawanya kerumah sakit.


"Ini semua gara-gara kamu. Jauhi Arya kalau kamu mau hidup tenang!!"


Cia pergi meninggalkan Maya sendiri di ruangan menyusul Arya. Maya merasa sedih dengan melihat kejadian ini.

__ADS_1


"Sebegitu bencinya mama mertua kepadaku" gumam maya dalam hati. Maya begitu sakitt hingga ia pun menangis.


__ADS_2