Mengejar Istri Yang Kabur

Mengejar Istri Yang Kabur
Mengejar Istri yang kabur 39


__ADS_3

Sampainya Papa dan Cia di kediaman keluarga Arya.


Ting Tong


Mama Arya membuka kan pintu rumah.


"Cià, pak Hans. Silahkan Masuk".


"Iya tante".


Mereka masuk kedalam rumah dan duduk disofa.


"Tunggu sebentar ya, saya panggilkan suami saya".


Mama arya dengan cepat memanggil suaminya.


"Hallo pak Hans apa kabar??"


"Baik"


Pembantu rumah menyuguhkan minunan untuk tamu.


"Ada ada anda datang kemari??"


"Saya tidak mau basa basi. Tolong atur arya untuk tidam membuat Cia menangis. Apa lagi dia mengancam akan membatalkan pertunangan mereka!"


"Apa??? bagaimana bisa Arya bersikap begitu??"


"Iya om, tadi Arya menolak ajakanku dan dia mengancamku akan membatalkan pertunangan ini"


"Om sendiri yang akan memperingatkan Arya, jika memang dia nekad melakukan itu".


"Saya gak mau tau, yang pastinya agar tidak terjadi hal seperti ini lagi, saya minta pernikahan Arya dan cia di percepat"


"Baiklah, kami akan membicarakan hal ini dengan Arya"


"Bagus, jika tidak. Kalian harus siap-siap kehilangan Perusahaan yang di semarang!"


"Itu tidak akan pernah terjadi, saya jamin itu pak".


"Nenek" Reyhan keluar dari kamarnya.


Pak Hans dan Cia begitu kaget saat melihat ada anak laki-laki yang begitu mirip dengan Arya.


"Siapa anak itu tante??!"


"Em anu em....." Mama arya bingung mau menjelaskan nya kepada Cia.


"Nenek, kenapa tante itu membentak nenek??"


"Kamu kenapa keluar kamar??"


"Reyhan mendengar ribut-ribut jadi pengen lihat nek".

__ADS_1


"Pak Frans, jawab pertanyaan Cia, siapa anak itu? kenapa begitu mirip dengan Arya??"


"Cia, maaf sebelumnya. Bukan kami menutupi hal ini, tapi kami juga baru tau kalau Arya pernah menikah secara diam-diam dengan Maya dan itu kejadiannya 4tahun lalu".


"Apa???????"


"Hal ini baru terungkap 2 bulan lalu. Tapi saat ini maya sudah tidak ada lagi di kehidupan Arya".


"Bagaimana itu bisa terjadi? Maya masih sering bertemu arya dan malah sekarang menjadi sekertaris nya".


"Nak, tenanglah. Wanita itu sudah keluar dari kantor dan sekarang ntah pergi kemana wanita itu".


"Bagaimana papa tau?"


"Papa lebih dulu tau soal ini dari pak Frans. Dan sekarang karena kamu sudah tau, terserah maumu bagaimana".


"Cia gak mau hidup bersama anak yang bukan darah daging Cia"


"Tapi Arya begitu mencintai Reyhan".


Cia hanya diam menatap reyhan, sementara reyhan hanya membalasnya dengan tatapan polosnya.


"Sekarang kita pulang dulu. Biar kamu juga bisa berfikir jernih".


Papa dan cia pamit pulang...


.


"Pa, gimana kalau cia gak jadi nikah sama Arya gara-gara arya itu duda??"


"Iya pa, mama takut kita jatuh miskin".


"Itu gak akan terjadi".


Reyhan kembali kekamarnya dan menelfon papanya untuk melaporkan kejadian yang di alaminya barusan. Arya begitu marah dengan sikap papa dan mamanya, namun ia belum bisa berbuat banyak sebelum bisa menemukan jalan keluar untuk memutuskan pertunangan nya dengan Cia.


Arya pergi ke kontrakan Maya untuk menjemputnya.


Sampainya di kontrakan maya.


tok


tok


tok


Maya membuka pintu,


"Mas Arya"


"Maya"


Maya mempersilahkan masuk dan Arya duduk di lantai beralaskan karpet.

__ADS_1


"Kenapa mas terlihat lesu?"


Arya memeluk maya dengan erat,


"Aku butuh energi buat ngadepin masalah ini".


"Maksudnya apa mas?"


"Cia dan papanya tadi datang kerumah, dia melaporkan kejadian siang tadi saat di kantor cia menemuiku dan meminta ku untuk menikahinya namun mas tolak".


Maya melepaskan pelukannya,


"Jadi sekarang??"


"Kalau mas pulang pasti mereka akan memarahi mas".


Maya melihat kerah kemeja Arya yang terdapat tanda bibir merah disana.


"Mas ini apa??? Apa mas berciuman dengan Cia??"


Arya melihat kemejanya,


"Mas gak mungkin melakukan itu, mas menjaga perasaanmu sayang. Ini tadi Cia mau mencium mas tapi mas menghindar dan akhirnya kena baju mas".


"Lepas baju mas sekarang! Maya gak mau ada bekas wanita lain di dalam diri mas".


Arya pun menurut, ia melepaskan kemeja yang di kenakannya. Maya memberikan kaos biasa kepada Arya.


"Pakailah ini".


Bukannya menarik bajunya Arya malah menarik tangan maya, dan maya pun jatuh kepelukan Arya.


Arya menatap maya dengan penuh cinta.


"Tetaplah bersamaku apapun yang terjadi".


"Iya mas". Maya mencium bibir Arya untuk menenangkan Hati Arya yang menahan amarahnya.


Maya tau dari sorot matanya yang seolah membara. Ingin marah tapi arya mencoba menahan dan menutupinya. Maya melepas ciumannya,


"Sudah tenang??"


"Terima Kasih sayang".


Arya mengecup kilas bibir Maya.


ToK


Tok


Tok


"Siapa ya mas??"

__ADS_1


"Gak tau sayang".


Arya segera memakai bajunya dan ikut maya membuka pintu.


__ADS_2