Mengejar Istri Yang Kabur

Mengejar Istri Yang Kabur
Mengejar Istri yang Kabur 27


__ADS_3

Keesokan harinyaa.....


Maya dan Arya sudah bersiap untuk pergi kekantor dan mereka keluar dari kamar bebarengan.


Shinta dan Reyhan bengong melihat keduanya baru keluar dari kamar.


"Papa??" Reyhan turun dari kursi dan berlari ke arah Arya.


"Hallo sayang" Arya memeluk Reyhan.


"Papa semalam nginep disini yaa??" Reyhan melepas pelukan papanya


"Iyahh, saat papa dateng kamu udah tidur".


"Ohhh pantes rey gak tau kalau papa disini. Itu kenapa bibir papa luka??"


"Ohh ini?? tadi pagi papa jatuh dikasur" Arya menoleh ke arah Maya.


Blusssssssssss


Wajah maya langsung merona seketika, pasalnya itu semua gara-gara maya yang menggigit bibir arya.


"Emm reyhan ayo cepat habiskan sarapanmu, sebentar lagi kita berangkat kesekolah" Maya memutus rantai pertanyaan dari anaknya.


"Baik ma".


Mereka pun sarapan bersama, shinta yang melihat Maya yang salah tingkah pun ingin sekali tertawa, tapi ditahannya takut Maya marah.


"Mbak maya pasti ganas banget sampai bibir kak arya luka gitu hihihihi" gumam Shinta dalam hatinya.


Setelah sarapan, Arya , maya dan reyhan berangkat ke sekolah untuk mengantar reyhan, sementara shinta ke kampus dengan menggunakan motornya.


.


Sampai disekolah, reyhan berpamitan kepada maya dan Arya untuk masuk kekelas. Kemudian Maya dan Arya melanjutkan perjalanan menuju kantor. Sepanjang perjalanan Arya selalu menggenggam erat tangan maya, tentu saja hal ini membuat keduanya begitu bahagia.

__ADS_1


.


Sampainya di kantor, maya melepaskan genggaman tangan arya.


"Mas lepasin".


"Memangnya kenapa may?"


"Nanti tambah ada gosip mas".


"Biarin aja, toh kamu itu istri mas".


"Tapi belum ada yang tau mas, aku gak mau jadi bahan gosipan".


Arya melepaskan tangan maya dan berjalan didepan maya lebih dulu. Maya pun mengiring arya dari belakang.


Kasak kusuk para pegawai yang melihat arya dan maya pagi ini sampai di kantor barengan, di tambah terlihat jelas bibir arya yang terluka menambah panas pergosipan di kantor pagi ini.


Maya mencoba menenangkan diri untuk tidak terpancing emosinya. Keduanya pun masuk kedalam ruangan. Maya terlihat begitu gelisah,


"Mas gak denger omongan dari pegawai lain??"


"Denger, biarin aja deh. Nanti kalau mereka keterlaluan baru kita hadapi"


"Maksud mas gimana??"


Arya berjalan mendekati meja Maya,


"Nanti kita buat pengumuman kalau kita udah nikah".


"Hah??"


"Kenapa kamu kaget gitu?? kamu gak seneng ya?? apa takut hasan patah hati??"


"Bukan gitu mas, mas kan tau status mas sekarang di mata pablik adalah tunangan Cia. Jadi mas harus selesaikan dulu urusan mas itu, baru kita bisa umumkan yang sebenarnya".

__ADS_1


"Baiklah istriku,,, mas akan segera mengambil langkah cepat".


"Iya mas"


"Apa jadwalku pagi ini sayang??"


"Mas jangan panggil sayang, ntar ada yang denger"


Arya pun terkekeh saat mendengar ucapan Maya.


"Jadwal pak arya pagi ini, Jam 10 ada peninjauan lokasi proyek baru, jam 2 ada rapat dewan direksi, dan jam 4 sore ada pertemuan dengan pak Robert dari Inggris".


"Itu saja??"


"iya pak"


"Oke Tolong siapkan semua keperluan saya hari ini".


"Siap pak".


Arya kembali ke tempat duduknya dan mengutak atik laptopnya, sementara Maya menyiapkan bahan untuk agenda hari ini. Sesekali Arya melihat ke arah maya, maya pun begitu dan saat pandangan mereka bertemu, ntah apa yang ada di pikiran dan hati mereka masing-masing, yang pasti mereka tengah merasakan indahnya jatuh cinta.


.


Maya telah selesai menyiapkan berkas dan bahan yang diperlukan arya untuk meeting nanti.


"May, saya pergi meninjau lokasi dulu ya, kamu gak usah ikut selesaikan saja tugas d kantor. karena lokasinya cukup jauh saya gak mau kamu nanti capek, reyhan biar dijemput sama supir pribadi buat reyhan sekaligus mengawal dia kemana-mana".


"Baik pak".


"Tunggu sampai saya kembali". Arya tersenyum menggoda kepada maya.


Maya pun langsung terpesona dengan perhatian dari Arya.


"Kalau kayak gini terus, hatiku pasti meleleh massss"

__ADS_1


Gumam Maya dengan hati geregetan dan penuh kegirangan.


__ADS_2