Mengejar Istri Yang Kabur

Mengejar Istri Yang Kabur
Mengejar Istri yang kabur 35


__ADS_3

Setelah berjam-jam di perjalanan Maya sampai di kota Bandung. Sebelum ia mencari reyhan, maya mencari tempat penginapan.


.


Arya pulang kerumahnya setelah memindahkan mamanya ke rumah sakit di Bandung. Arya mengambil ponselnya dan menghubungi maya.


Tuuuutttttt ttuuuttttttt


Maya tidak menjawab telfonnya, Arya merasa gelisah saat ini, ia pun terus terusan menelfon maya.


"May angkat dong telfonnya".


Arya menelfon shinta dan menanyakan keberadaan maya. Shinta pun memberitahu Arya bahwa maya saat ini ke bandung mencari Reyhan.


.


Maya melihat ponselnya, panggilan masuk dari Arya dari tadi.


"Hallo?"


"Hallo may Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam ada apa mas?"


"May kamu dimana??"


"Itu gak penting buat mas"


"May, mas minta maaf karena di kondisi yang sulit seperti ini mas...." belum Arya melanjutkan ucapannya.


"Maya ngerti mas, maya hanya ingin reyhan kembali sama aku. Setelah itu terserah mas mau ninggalin aku juga silahkan" maya menahan perasaannya.


"Mas akan berusaha untuk menemukan reyhan may. Katakan kamu dimana??"


"Penginapan Cempaka Indah"


"Tunggu, mas kesana sekarang. Ada hal penting yang mas mau bicarakan sama kamu".


Arya menutup ponselnya dan segera menuju penginapan cempaka.


.


30 Menit kemudian Arya sampai di penginapan itu. Arya menanyakan ke resepsionis kamar maya menginap. Resepsionis pun meminta data diri Arya secara lengkap, Arya menunjukkan buku nikah dan Resepsionis itu menunjukkan kamar maya.

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


Maya membuka pintu kamarnya.


"Mas Arya?"


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam. Masuklah, katakan apa yang mau mas bicarakan kepadaku"


Arya masuk kedalam kamar dan menguncinya.


"Maya,,,,,,,,"


Arya memeluk maya dari belakang, maya memberontak namun tak mudah lepas dari dekapan Arya.


"Maafin mas may"


"Gak ada yang perlu di maafkan, mas gak salah. Maya cuma mau hidup damai bersama reyhan".


Arya membalikkan maya dan mendudukannya di ranjangnya.


"Mas gak tau gimana perasaan maya saat kehilangan reyhan huaaaaaaaa" Maya menangis histeris.


"Mas tau may, mas bisa ngerasain apa yang kamu rasakan. Tapi kita gak bisa gegabah sayang. Kita harus menyusun strategi yang tepat untuk menemukan reyhan" Arya memegang wajah Maya dan menatapnya dengan keseriusan. Dihapus Air mata Maya yang terus menetes membasahi pipinya.


"Gimana caranya mas???"


"Kita harus cari cara yang tepat sayang, kita pikirkan dengan kepala dan hati yang dingin".


"Iya mas"


Arya mendekatkan bibirnya dan mengecupnya perlahan untuk menenangkan hati maya


CUP


Arya dan maya menutup matanya menumpahkan rasa yang berkecamuk di hati keduanya. Mereka pun menikmati setiap kebersamaannya. Saat Arya mulai terpancing hasratnya, maya menghentikan cumbuan Arya.


"STOP MAS!" Maya mendorong Arya dengan nafas yang memburu.

__ADS_1


"Ada apa may?"


"Kapan mas akan mencari caranya?"


"Ya allah may, nanti kita fikirkan bersama. Saat ini yang terpenting mas mau kamu" Arya mendekatkan wajahnya kembali.


"Jangan-jangan mas cuma bohongin maya??"


"Enggak sayang"


"Pokoknya nunggu reyhan ketemu dulu baru mas boleh menyentuh maya"


Arya kesal dengan maya yang menolaknya untuk melanjutkan kegiatan mereka tadi. Arya pun berdiri dan akan meninggalkan maya.


"Mas mau kemana?" Maya merapikan kembali bajunya setelah berantakan karena ulah Arya.


"Pulang"


"Mas marah sama maya?"


"Enggak"


"Tapi kok jawabnya gitu?"


Arya hanya diam mematung di depan pintu. Maya berfikir kembali karena sikapnya yang menolak permintaan Arya, ia akan berdosa sebagai seorang istri. Saat Arya akan membuka pintu


"Mas tunggu" Arya menoleh ke belakang dan maya menarik Arya


CUP


Maya mengecup mesra bibir Arya dan Arya pun sangat terkejut.


"Maafin Maya mas"


Arya langsung menggendong Maya dan membawa ke ranjangnya.


"Mas cuma mau tidur sambil memelukmu sayang"


Arya mengecup kening maya.


"Jadi mas gak mau itu yaa??" Maya menggigit bibir bawahnya.


"Sebenernya mau, cuma mas gak mau paksa kamu. Lebih baik kita tidur dan mudah-mudahan besok kita udah dapet ide yang bagus".

__ADS_1


"iya mas"


Arya dan Maya pun memejamkan mata untuk tidur.


__ADS_2