Mengejar Istri Yang Kabur

Mengejar Istri Yang Kabur
Mengejar Istri yang Kabur 25


__ADS_3

Arya dan Mamanya masuk kedalam kamar.


"Ma, dengarkan penjelasan Arya"


"Penjelasan apa?!"


"Ma, maya itu orang yang baik ma"


"Kamu gak lihat hah?, kasta keluarga kita dan dia itu bagai bumi dan langit. Orang miskin seperti dia mana cocok jadi bagian dari keluarga kita. Kamu paham!"


"Ma, Arya gak peduli mau dia miskin ataupun kaya. Tapi arya menginginkan dia".


"Kamu lupa?! kamu sudah bertunangan dengan putrinya keluarga Baskoro. Mau ditarok dimana muka keluarga kita??"


"Bagaimanapun caranya Arya akan membatalkan pertunanganku dengan Cia. Aku tidak pernah mencintainya. Toh pernikahan ini hanya untuk kepentingan mama dan papa saja!"


Plaaakkkkkkkkkk


"Dasar anak gak tau diuntung. Apa bagusnya wanita murahan itu dibandingkan Cia?? Cia itu gadis sempurna, latar belakangnya jelas, berpendidikan dan cantik."


"Ma, Maya sudah melahirkan anakku dan itu juga cucu mama".


"Mama gak peduli, Reyhan akan mama ambil dan segera ceraikan wanita itu!".


Perdebatan antara anak dan ibunya pun terus terjadi didalam kamar yang pintunya tidak tertutup rapat.


Tak sengaja saat Maya ingin mengambil minum untuk reyhan dan mendengar perkataan ibu Arya.


Betapa sakit hati maya saat ibu Arya ingin mengambil Reyhan darinya.


"Aku gak pernah marah saat siapapun mengataiku wanita murahan. Tapi tak akan ku biarkan siapapun mengambil reyhan anakku". gumam Maya dalam hatinya dengan menahan tangis.


Maya beranjak tak jadi mengambil minum, ia segera mengambil reyhan dan mengajaknya pulang.


"Maaf pak, saya permisi dulu. Karena jadwal kereta kami sudah akan berangkat".


"Tunggulah, Arya akan mengantarmu"


"Tidak usah pak, kami bisa naik taxi. Permisi pak Assalamualaikum".


"Wa'alaikumsalam "


Maya pergi meninggalkan kediaman keluarga Arya tanpa sepengetahuan Arya.

__ADS_1


.


.


Setelah Arya selesai berbicara dengan mama nya, ia pergi mencari maya di halaman belakang dan hanya melihat papa nya.


"Pa, maya kemana??"


"Dia sudah pergi bersama reyhan"


"Apa pa?? kenapa papa tidak mencegahnya?"


"Kamu hanya membutuhkan penerus bukan membutuhkan istri seperti dia"


"Maksud papa apa??"


"Pernikahanmu dan Cia sudah di atur oleh keluarga. Jangan macam-macam!" Papa Arya pergi meninggalkan Arya sendiri.


Arya begitu marah dengan keluarganya yang tidak mau menerima maya malah terus memojokkannya untuk menikahi Cia. Arya segera pergi untuk mencari Maya dan Reyhan.


.


.


"Maa, kenapa kita pergi meninggalkan papa dan nenek??"


"Sayang, kita gak perlu hidup bersama orang yang tidak mencintai kita. Mama hanya ingin hidup bersama kamu saja" Tak terasa bulir airmata maya pun menetes, Maya segera menghapusnya.


"Mama kenapa menangis??"


"Gak papa sayang, mama cuma gak mau kehilangan kamu. Reyhan jangan pernah ninggalin mama sendirian ya" Maya memeluk reyhan dengan erat.


"Rey gak akan ninggalin mama sampai kapanpun ma"


"Terima kasih sayang". Maya mengecup kening anaknya.


.


.


Setelah perjalanan panjang, sampailah maya di Pekalongan. Maya dan reyhan segera pulang kerumahnya. Arya segera pergi menuju pekalongan menyusul maya dan reyhan.


.

__ADS_1


Sampainya di pekalongan Arya langsung ke rumah Maya


Tok


Tok


Tok


"Siapa sih malem-malem gini bertamu" shinta membuka pintu rumah.


"Loh kak Arya???"


"iya, mbak maya sudah pulang sama reyhan??"


"Sudah kak tadi sore"


"Siapa sin???" Maya keluar dari dapur.


"Anu mbak, kak Ar...." shinta belum menyelesaikan ucapannya, Arya langsung masuk kedalam.


"Maya"


"Mas Arya??" Maya hendak berlari namun di tahan oleh Arya.


Shinta yang tak ingin mengganggu pun segera kembali ke kamarnya.


"Ngapain mas kesini?"


"May, kenapa kamu ninggalin aku??"


"Tolong mas jangan pernah ganggu hidupku lagi, pulanglah!"


"Mas gak akan pernah lepasin kamu" Arya memeluk Maya namun maya berontak sambil menahan tangisnya.


"Lepasin aku mas!"


"Enggak akan, sampai kamu memberi kesempatan mas buat bicara".


Maya tak mau jika Arya terus memeluknya, jangan sampai Shinta dan reyhan melihat.


"Kita keluar saja, jangan disini".


Arya melepas pelukannya dan pergi bersama Maya, sebelum itu maya pamit kepada shinta untuk keluar sebentar. Arya berjalan bersama maya ke sebuah cafe tak jauh dari komplek maya. Sepanjang perjalanan mereka hanya diam tanpa kata.

__ADS_1


__ADS_2