
Sampainya di kantor, Arya langsung bekerja dan menyelesaikan tugasnya dengan cepat. Sementara Maya masih menunggu instruksi selanjutnya dari Arya.
Saat jam makan siang, Arya kembali kerumahnya.
"Hai ma,,, mana Rey?"
"Ada, dia lagi main di kamar. Kamu tumben pulang jam segini".
"Aku kangen Reyhan ma" Arya berjalan menuju kamar reyhan dan disusul mamanya .
"Hallo sayang"
"Papa" Reyhan menghentikan permainannya dan berlari memeluk papanya
"Papa udah pulang ya pa??"
"Udah sayang, kamu sudah makan??"
"Udah pa, oh iya pa, reyhan mau sekolah boleh??"
"Boleh dong sayang. Besok kamu sudah mulai sekolah di sekolahan baru"
"Yeyyyy makasih ya pa" Reyhan kembali memeluk papanya.
"Memangnya kamu sudah mengurus semua??"
"Sudah ma, dan mulai besok Reyhan akan di temani oleh baby sister".
"Baby sister??"
"Iyaa, Arya sudah menyiapkan baby sister untuk menemani reyhan kemana-mana. Mama kan banyak kerjaan, jadi arya gak mau merepotkan mama".
"Hmmm baiklah kalau memang itu maumu".
"Yess seperti yang aku kira, mama akan menyetujuinya" Gumamnya dalam hati arya.
"Mama ke kamar dulu ya".
"Iya ma".
__ADS_1
Mama Arya pergi meninggalakn Reyhan dan arya.
"Rey, mulai besok mama akan bersama kita"
"Benarkah???
"Iya, dan mulaid besok juga, reyhan harus bersandiwara di hadapan semuanya"
"Baik pa, reyhan akan menuruti perintah papa".
"Bagus, sekarang papa mau kembali kekantor ya, kamu istirahatlah".
"iya pa".
Arya kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaannya.
.
Sampai di kantor Arya bertemu dengan Cia.
"Aryaaaaa"
"Ada apa??"
"ihh kamu jutek banget sih"
"Iya ada apaaa kamu manggil aku??"
"Coba lihat, aku punya 2 tiket liburan ke hongkong, weekend kita liburan kesana yukkk??"
"Weekend aku ada kerjaan, jadi gak bisa liburan".
"Kamu itu kenapa sih arya?! gak pernah mau pergi bareng aku??"
"Karena kita belum menikah!"
"Kalau gitu kapan kamu nikahin aku??"
"Aku belum siap" Arya meninggalkan Cia dan pergi ke ruangannya.
__ADS_1
Cia mengukuti Arya masuk keruangannya.
"Arya tunggu" Cia menarik tangan Arya dan keduanya pun berhadapan.
Cia mendekatkan wajahnya kearah Arya dan ingin menciumnya, Arya dengan cepat memalingkan wajahnya dan Cia hanya berhasil mencium kemeja yang di pakai Arya dan disana meninggalakan cap bibir Cia yang merah. Arya mendorong Cia,,,
"Apa-apan kamu??"
"Aku berhak dong mencium kamu, kita kan sebentar lagi nikah".
"Ingat, aku gak mau kamu mengulangi perbuatanmu seperti ini lagi. Jaga sikapmu, setiap saat aku bisa saja membatalkan pertunangan kita!"
"Tutup mulutmu Arya, Aku sudah cukup sabar menghadapi sikap dingin kamu. Semenjak kita bertunangan kamu gak pernah menganggapku. Aku tau kamu bertunangan denganku karena bisnis papamu yang disemarang. Tapi ingat satu hal, kamu gak akan pernah lepas dari sisiku, sampai kapanpun! Aku bisa menghancurkan bisnis papamu dalam sekejab!".
Cia pergi meninggalkan kantor Arya dan menangis. Arya begitu kesal kepada dirinya sendiri yang tak bisa berbuat apa-apa. Arya harus mencari cara untuk menyelamatkan perusahaan papanya yang di semarang dengan cara lain dan mengembalikan investasi dari perusahaan papa Cia .
"Aku harus mencari cara untuk memutuskan pertunangan ini".
.
.
.
Cia pergi ke kantor papanya untuk mengadukan Perbuatan Arya kepadanya.
Sampainya di kantor.....
"Papa" Cia masuk kedalam kantor papanya.
"Ada apa sayang??? kenapa kamu menangis??"
"Pa, Arya jahat sama aku. Dia bilang, dia gak mau nikah sama aku. Dia mau membatalkan pertunangan ini pa"
"Kurang ajar. Berani nya dia membuatmu menangis. Tenanglah nak, papa akan beri pelajaran kepadanya biar dia tau, dengan siapa dia berhadapan!"
"Iya pa hiks hiks"
Papa cia dan anaknya segera pergi kerumah Arya untuk menemui kedua orang tuanya.
__ADS_1