
Maya menatap ke depan tanpa menoleh ke arah Arya yang sedang menyetir. Maya tidak ingin terbawa arus suasana karena hanya berdua bersama Arya didalam mobil, sementara Arya diam-diam memperhatikan Maya
"May, boleh saya tanya sesuatu?"
"Boleh"
"Suamimu kemana?"
"Tidak tau pak".
"Kok gak tau?"
"Saya tidak pernah bertemu dengannya"
"Apa kau tak pernah mengingat moment saat bersamanya?"
"Tidak pak, yang saya ingat hanya ibu tiri saya menjual saya kepada pria hidung belang. Dan mudah-mudahan saya gak bertemu dengan lelaki itu".
"Sial, maya mengataiku pria hidung belang". gumam Arya dalam hati.
" Selama ini apa kau tak punya kekasih?"
Maya tak menjawab pertanyaan Arya, Saat Arya menoleh, ternyata Maya sudah tidur."Dia bisa tidur secepat itu?!" batin Arya dengan tersenyum
__ADS_1
.
Sesampainya di depan rumah Maya, Arya menghentikan mobilnya. Saat akan membangunkan maya, ia menatap wajah cantik maya yang terekspos jelas.
"Tetep cantik meskipun lagi tidur". kata Arya pelan.
Arya menatap bibir ranum Maya, ia pun mendekatkan dirinya dan mencoba untuk menikmati manisnya. Ada rasa ragu, ada rasa ingin, namun Arya segera tersadar, bahwa ia tidak boleh gegabah untuk mendapatkan Maya kembali.
Arya mengurungkan niatnya tapi saat Arya ingin menarik kembali tubuhnya, malah maya menggerakkan kepalanya mencari posisi yang nyaman untuk tidur. Saat ini wajah mereka begitu dekat, bahkan hidung Arya yang mancung sudah menyentuh hidung maya. Arya tak tahan dengan posisi itu, ia memiringkan kepalanya dan menyatukan diri bersama Maya perlahan.
Maya masih memejamkan matanya, Arya juga ikut memejamkan matanya dan semakin menikmati manisnya. Serasa bagai mimpi didalam tidur maya, ia merasakan kelembutan seorang pria yang begitu ia rindukan. Rasanya masih sama seperti 4 tahun lalu.
Saat Maya sadar dan bangun dari tidurnya, ia begitu kaget, matanya terbelalak saat melihat Arya tepat berada didepan matanya. Kemudian Maya mendorong tubuh Arya dengan kuat
"Pak Arya ,,! Apa yang bapak lakukan?" Maya mengusap dirinya dengan kasar,
"Dasar boss gila,,!??!" Sarkas Maya
Arya menarik Maya dan menyatukan mereka kembali. Namun Kali ini Arya begitu kasar, dan dia meninggalkan gigitan kecil untuk Maya.
"Aahhhhh" Maya meringis kesakitan
Kemudian Arya melepaskan Maya, "Itu hukuman buat orang yang berani membantahku".
__ADS_1
"Hukuman macam apa ini???, jadi setiap wanita akan kau hukum sama seperti yang kau lakukan saat ini kepadaku?"
"Tidak,,,!".
"Dasar Mesum!".
BRAKKKKKKKKKK
Maya membanting pintu mobil Arya kemudian Maya segera keluar dari mobil dan berlari masuk kedalam rumah. Arya merasa kesal terhadap dirinya sendiri yang tak bisa menahan hasratnya saat bersama Maya.
"Sialll, kenapa aku tak bisa menahan hasratku. Dia bagai candu untukku. Hanya begitu bisa membangunkan sikecik ini". Arya mengumpat sendiri
Setelah Maya sudah tidak terlihat lagi, Arya menjalankan mobilnya dan kembali ke apartemen.
.
Begitu sampai di apartemen Arya langsung mandi dan berendam dengan air dingin untuk meredakan hasratnya.
.
Dilain Tempat....
Maya melihat Rey yang sudah tidur di kamarnya bersama shinta.Maya tak ingin membangunkan mereka, ia segera masuk ke kamar nya sendiri dan mengganti pakaiannya. Maya duduk didepan cermin dan memandangi wajahnya, maya melihat bibirnya yang bengkak akibat ulah Arya.
__ADS_1
"Dasar bos gila, bisa-bisanya dia melakukan nya!. Mana bengkak banget lagi ini. Aaduuhhh ssshh ahhh perihhhh".
Maya mencari-cari salep dan mengoleskannya di bagian yang sedikit terluka. Setelah selesai mengobati lukanya Maya segera tidur malam.