Mengejar Istri Yang Kabur

Mengejar Istri Yang Kabur
Mengejar Istri yang Kabur 19


__ADS_3

Saat Arya tengah mengobrol dengan rekan bisnisnya, maya berjalan menuju meja cemilan. Ia mengambil beberapa kue dan minuman.


"Halo cantik, sendirian ya?"


Maya hanya tersenyum membalasnya.


"Namaku Alex, siapa namamu?"


"Maya"


"Nama yang cantik secantik orangnya. Kamu kerja dimana"


" PT XXXXX GROUP"


"Ohh milik keluarga Arya. Baiklah kalau begitu senang berkenalan denganmu. Jika kau kesepian, datanglah kepadaku". Alex meninggalkan kartu namanya kepada maya.


Maya membuang kartu namanya ke tong sampah.


"Dasar buaya darat!".


Maya kembali menikmati makanannya.


.


Tak berselang lama, Cia pun datang ke acara penjamuan itu bersama sepupunya Jhonathan.


Cia menyapu pandangan ke semua yang hadir di acara itu dan di lihatnya ada Arya yang masih asyik berbincang dengan Rekan bisnisnya. Cia langsung berjalan menuju ke arah Arya.


"Arya?"


"Cia? kenapa kau bisa kemari?"


"Aku bersama Jhon sepupuku"


"Wahh bukannya ini putri dari Tuan Ferdinand ya?"


"Iyah pak betul dan Tuan Arya adalah tunangan saya".


Cia bersikap manis dihadapan rekan bisnis Arya.


"Ohh begitu,,,, anda sangat beruntung tuan dikelilingi oleh wanita-wanita cantik. Baiklah kalau begitu kalian lanjutkan bicaranya, saya permisi untuk menyapa tamu yang lain".


Lelaki itu meninggalkan Arya dan Cia berdua.


"Arya, kenapa gak ngajakin aku ke acara ini?"


"kamu sudah datang kan?"


"Tapi bukan sama kamu, huh sebel".


"Maaf"


"Malem ini kamu harus nemenin aku tidur pokoknya"


"Gak bisa cia, kita kan belum menikah. Aku gak mau jadi bahan gosipan".

__ADS_1


"Cukup kita aja yang tau" Cia membisikan di telinga Arya.


"Maaf aku tak ingin merusak nama baik keluarga".


Arya meninggalkan Cia menuju ke arah Maya yang tengah asyik menyantap hidangan.


Cia begitu kesal atas penolakan Arya,


"Lihat saja, malam ini kamu bakal jadi milikku!"


.


Maya melihat kedatangan Arya


"Ngapain pak kemari?? bukannya sudah ada tunangan bapak?"


"Aku mau sama kamu"


"Kasihan tuh tunangannya, ntar dia ngambek"


"Maya, hentikan leluconmu"


"Ini bukan lelucon pak, tapi fakta. Udah ah aku gak mau ganggu".


Maya hendak meninggalkan Arya namun di tahan.


"Aku hanya menginginkanmu!" Arya berbisik di telinga maya dan membuatnya bergidik.


"Arya, apa yang kalian lakukan?"


"Aku hanya memperingatkan Maya".


"Ohh ternyata kau kesini ingin menggoda tunanganku ya?"


"Siapa yang mau ngegoda??" Maya berlalu meninggalkan keduanya.


"Arya, jangan dekat-dekat deh sama wanita gatel itu"


"Dia kan assistent ku"


"Hmmm baiklah. Ini minum, aku ambilkan minuman untuk mu"


"Baiklah".


Arya pun ngambil minuman dari Cia, diteguknya perlahan dan dihabiskan.


"Ayo kita kesana" Arya mengajak Cia meninggalkan meja makanan.


Arya dan Cia mengobrol bersama dengan rekan bisnis Arya. Sedangkan Maya merasa bosan dan tak nyaman dengan penjamuan seperti ini.


Maya mengambil ponselnya dan menghubungi Shinta.


.


Setelah beberapa saat Arya merasa tidak enak badan, tubuhnya merasa panas.

__ADS_1


"Maaf sepertinya saya permisi dulu Tuan Sammy".


"Anda kenapa tuan?"


"Hanya kurang enak badan".


"Baiklah kalau begitu, hati-hati".


"Arya, aku anter kamu pulang yaaa"


"Gak usah Ci, aku bisa pulang sendiri"


"Tapi kamu lagi gak enak badan".


"Tenang aja, aku bisa panggil supir".


"Tapi....."


"Maaf aku gak bisa anter kamu pulang. Pulang sama Jhon aja ya". Arya pergi meninggalkan Cia.


Cia begitu kesal karena sikap Arya yang mencampakan dirinya, Rencananya pun gagal malam ini.


.


Arya melihat maya tengah menelfon seseorang di dekat pintu keluar.


"Maya, kamu menelfon siapa?"


Maya menoleh kebelakang dan melihat arya dengan raut wajah seperti orang sakit.


"Loh Pak arya? pak arya kenapa?"


"Aku gak enak badan may, ayo kita pulang".


"Baiklah pak".


Badan Arya hampir jatuh namun di tangkap maya,


"Bapak gak papa kan??"


"Bawa aku kemobil may".


"Baik pak".


Maya begitu panik dan segera memapah arya menuju mobilnya.


"Kamu bisa nyetir mobil?"


"Bisa pak".


"Baiklah, kita ke apartemen aja".


"Iya pak".


Maya menidurkan arya di kursi belakang dan maya menyetir mobil arya menuju Apartement arya.

__ADS_1


"Perasaan tadi baik-baik aja deh waktu berangkat, kok tiba-tiba pak arya kayak demam yaa?" gumam maya dalam hati


__ADS_2