Mengejar Istri Yang Kabur

Mengejar Istri Yang Kabur
Mengejar istri yang kabur 2


__ADS_3

Keesokan harinya,,,,,


Maya hendak berangkat kekantor, namun tiba-tiba motornya mogok. Maya pun mengajak rey untuk mencari taxi di pinggir jalan. Tak lama munculah sebuah mobil hitam berhenti didepan mereka.


"Ayo maya saya ikut sama saya".


Maya melihat Hasan yang berada di dalam mobil.


"Enggak usah pak, saya naik taxi aja".


"Ayolah jangan menolak, kasihan anakmu nanti terlambat".


Maya melihat wajah rey yang berkeringat, akhirnya maya memutuskan ikut bersama Hasan. Mereka pun tampak sebuah keluarga kecil yang bahagia. Hasan mengantarkan reyhan ke sekolah nya baru mereka menuju kantor.


"Maya, jika aku berniat melamar mu bagaimana?".


"Bapak bercanda ya?"


"Enggak, aku serius ngomong ini. Kita udah sama-sama dewasa, gak mungkin aku mau main-'main sama kamu".


"Pak hasan begitu baik sama saya, tapi saya takut mengecewakan".


"Jangan panggil aku bapak, panggil aku mas aja maya".


" Baiklah mas hasan. Seperti yang mas ketahui, aku janda mas, udah punya anak. Sedangkan mas masih perjaka. Masih banyak gadis-gadis lain yang bisa mas dapatkan. Aku gak mau rumor di kantor semakin parah".


"Aku gak peduli maya, yang aku tau, aku ingin memilikimu dan membahagiakan kamu beserta anak-anak kita nanti".


"Maaf mas, aku belum bisa kasih jawaban sekarang. Berikan aku waktu untuk memikirkannya".


"Baiklah kalau begitu, tapi aku boleh kan main kerumahmu? Aku ingin lebih dekat dengan reyhan".


"Boleh".


"Terimakasih maya". Hasan tersenyum bahagia, meskipun Maya menolaknya, namun ia memberikan kesempatan untuk mendekatinya.


Mereka pun sampai di kantor.....

__ADS_1


Maya segera turun dari mobil dan bergegas meninggalkan hasan. Pasalnya ia tak mau ada orang melihat mereka berangkat bareng.


Maya tengah sibuk mengerjakan laporan pemasaran di ruangannya.


"May, kamu di panggil sama pak Hasan tuh". Kata gadis.


"Ohh iya yah, aduh ini laporan blm kelar lagi. Aku masih ngeprint, gak papa kali yaa agak telat".


"Selesain aja dulu".


Setelah selesai print, Maya segera menuju ke ruangan Hasan.


"Permisi pak".


"Eh maya, masuklah".


"Maaf saya telat. Tadi saya ngeprint dulu".


"Iya gak papa. Besok saya beri tugas kamu untuk memaparkan soal pemasaran kita selama setahun ini. Besok pagi kita akan mengadakan pertemuan devisi pemasaran bersama rombongan dari CEO pusat jam 10".


"Saya yakin kamu bisa melakukan itu dengan baik. Sekalian pulang nanti saya anter kamu pulang yaa?".


"Kalau gak merepotkan "


"Tentu tidak"


"Kalau begitu saya permisi dulu"


"Iyaa"


Maya meninggalkan ruangan Hasan, sedangkan difikiran hasan hanya terbayang wajah maya yang begitu cantik meskipun ia seorang janda, namun bentuk badannya masih begitu indah walaupun tertutup hijabnya.


"Kau begitu sangat cantik dan mengagumkan, aku ingin sekali memilikimu seutuhnya Maya. Andai kau jadi miliku, tak akan pernah aku menyakitimu". gumam Hasan dalam hati.


.


Setelah jam kerja selesai, maya pulang bersama hasan.

__ADS_1


"Maya boleh mas bertanya?"


"Boleh"


"Emmm dimana papa Reyhan?"


"Aku gak tau mas"


"Maksudnya gak tau?"


"Saat aku dipaksa menikah oleh keluargaku, aku gak tau menikah dengan siapa . Aku gak pernah tau siapa suamiku, wajahnya pun aku gak tau. Disaat aku terbangun dari tidurku lelaki itu tak ada. Dan setelah beberapa minggu aku sudah hamil. Aku kabur dari rumah setelah tau bahwa aku sedang hamil".


"Jadi kau belum pernah melihat siapa suamimu?"


"Iya belum, dan aku rasa dia juga tak akan mencariku".


"Jadi kau hanya tinggal sama reyhan?"


"Iya dan juga shinta adik angkatku. Dia gadis yang kutemukan saat aku kabur dari rumah. Kami bertemu di stasiun, saat ini ia tinggal bersamaku disini kuliah sambil bantuin aku jagain rey".


"Ohh begitu. Oh iyaa, yang aku dengar banyak sekali pria- pria mapan yang mendekatimu. Apa itu benar?"


" Haha pasti mas denger dari gosip-gosip di kantor ya? Yang pasti aku gak suka pria hidung belang".


"Haha iyaa banyak sekali yang berbicara begitu".


Akhirnya sampailah mereka di depan rumah Maya.


"Makasih ya mas, udah nganterin aku".


"Iyaa May, jangan lupa besok sebelum jam 10 udah di kantor".


"Baiklah. Aku masuk kerumah dulu".


"Iyaa".


Maya masuk kedalam rumah dan Hasan menjalankan mobilnya meninggalkan kediaman Maya.

__ADS_1


__ADS_2