
1 jam kemudian......
Arya dan Maya kembali ke keruangannya setelah rapat selesai. Maya tengah sibuk mempersiapkan laporan hasil rapat sementara Arya tak henti-hentinya menatap Maya.
.
"Ini rekapan hasil dari pertemuan hari ini pak. Anda mempunyai janji dengan nona Cia jam 12 siang ini untuk makan siang"
"Aku mau kamu juga ikut"
"Maaf tidak bisa pak, karena saya harus menjemput anak saya pulang sekolah"
"Reyhan biar kita jemput dulu"
"Tidak perlu pak, saya bisa sendiri. permisi"
Maya segera kembali ke tempat duduknya, ia mencoba menghindari kontak dengan arya.
Namun Arya tak pernah menyerah untuk mendapatkan Maya kembali.
Maya bersiap untuk pergi menjemput Reyhan.
"Maaf pak saya permisi dulu, ini sudah jam istrirahat".
"Iya"
Maya bergegas keluar dari ruangan dan arya mengikutinya.
Saat Arya mengikuti maya dengan mobilnya, tiba-tiba Cia menelfon Arya.
Dddrrrtttt
Drrttttttt
Arya mengangkat telfonnya,
"Hallo?"
"Arya kamu dimana??? q udah nunggu kamu dari tadi. Cepet kesini".
"Oh iya aku lupa, baiklah aku kesana sekarang".
Arya mematikan telfonnya dan berbelok arah menuju Mall.
"Siaaallllll kenapa Cia harus dateng kemari sih?".
Arya begitu kesal dengan Cia.
__ADS_1
.
Maya sampai di sekolahan Rey dan mengajaknya pulang kerumahnya.
Sementara Arya menemani Cia makan siang di mall.
.
Maya menemani Reyhan sampai Shinta pulang kerumah, pasalnya seminggu ini Shinta harus menngumpulkan data penelitian.
Tepat jam 1 Shinta sudah sampai dirumahnya, Maya segera kembali kekantor karena ada meeting mengikuti bossnya. Arya pun bergegas kembali ke kantor.
Arya dan Maya tiba di parkiran kantor barengan dan membuat maya sedikit kikuk.
"Maaf pak saya terlambat"
"Apa berkasnya sudah kamu siapkan?"
"Sudah pak, saya ambil dulu ya".
Maya berlari menuju ruangannya sampai ngos-ngosan. Ia mengambil berkas yang sudah disiapkan dan kembali ke bawah.
Sampainya di parkiran, maya melihat Arya yang sudah di dalam mobil. Maya pun masuk kedalam mobil Arya dengan nafas memburu.
"Atur nafasmu dulu"
"Baik pak"
Deg
Deg
Deg
Janting maya berdegub kencang saat Arya mendekat ke arahnya. Maya melipat kedua bibirnya karena takut arya akan menciumnya
"B.bapak m.mau apa?"
Arya menoleh kearah maya, dan kini mata mereka bertemu pandang.
"Aku gak mau ditangkep polisi hanya gara-gara kamu gak pakai sabuk pengaman". Arya memasangkan sabuk pengaman untuk Maya.
"Ohh iya maaf saya lup..."
Belum maya melanjutkan ucapannya, Arya sudah mendaratkan ciuman di bibir Maya.
Maya yang terkejut langsung membuka matanya dengan lebar dan belum sadar
__ADS_1
Arya tak menerima penolakan, dilumat lembut bibir Maya. Menerima ******* itu membuat Maya sadar dan mendorong tubuh Arya.
"Apa yang bapak lakukan? tadi katanya cuma mau masangin sabuk pengaman?"
"Salah siapa bibirmu begitu menggodaku".
Maya menggigit bibirnya sendiri dan merasa malu.
"Dasar boss mesum!" Gumamnya kecil.
"Apa kamu bilang?"
"Gak ada. Cepet pak jalan, nanti kita terlambat".
Arya tersenyum senang melihat wajah Maya yang langsung merona.
"Aku akan membuatmu jatuh hati kepadaku" gumam Arya dalam hati.
.
30 menit kemudian Arya dan Maya sudah sampai di tempat yang sudah di atur, Arya turun dari mobil namun maya masih berada di dalam.
Arya membuka pintu mobil
"Kamu mau sampai kapan disitu? ayo turun"
Maya mebelokan kaca mobil dan melihat bibirnya yang sedikit bengkak karena ulah Arya.
"Aduhh gimana nih?" Maya memgangi bibirnya.
"Kamu kenapa maya?"
"Bapak punya masker gak?"
"Buat apa?"
"Apa bapak gak lihat? bibir saya jadi bengkak begini karena ulah bapak?"
Arya terkekeh melihat expressi maya.
"Biarin aja. Biar semua orang tau kalau kamu itu milikku".
"Huh siapa juga yang mau sama bapak?!"
Maya turun dari mobil dan mendorong sedikit badan arya.
"Minggir saya mau lewat".
__ADS_1
Maya dengan wajah kesalnya terhadap Arya.
Keduanya berjalan masuk kedalaam gedung pertemuan