Mengejar Istri Yang Kabur

Mengejar Istri Yang Kabur
Mengejar Istri Yang kabur 8


__ADS_3

"Pak arya, ini tugasnya sudah selesai, dan sebentar lagi jam 11. Apa kita berangkat sekarang pak?"


"Baiklah kita pergi sekarang".


Arya dan Maya pergi ke sebuah restoran Jepang dan menunggu klien datang.


Beberapa menit setelah mereka tiba datanglah seorang pria mapan dan ajudannya.


"Mr Arya?"


"Hai Mr Rudy, silahkan duduk".


"Terima kasih".


Arya dan Mr. Rudy membahas rencana proyek baru, sementara Maya mencatat pembicaraan mereka yang penting.


"Mr. Arya siapa nona ini?? "


"Namanya Maya, Asisstent pribadi saya".


Maya hanya tersenyum kaku.


"Ohhh begitu, pandai sekali pak Arya mencari Asisstent yang cantik dan pandai seperti nona Maya".


Arya hanya tersenyum. Setelah pembahasan selesai Mr. Rudy pamit pulang duluan.


"Pak, saya mau izin jemput anak saya ya pak".


"Saya antar"


"Gak perlu pak, saya mau naik ojek saja".


"Apa?? jangan naik ojek nanti mepet-mepet sama tukang ojeknya".


"Enggak lah pak, kan jaraknya di batesin sama sama tas saya".


"Udah pokoknya saya antar".


Maya tidak bisa menolak permintaan Arya, mereka menuju sekolahan Reyhan.


.


Mobil telah sampai di depan sekolah, terlihat Rey bersama gurunya duduk di depan halaman sekolah.


Maya turun dari mobil dan memanggil reyhan.


"Sayang"


Reyhan segera berlari ke arah Maya


"Mama sama siapa?".


"Ayo kita masuk".

__ADS_1


Reyhan duduk di kursi belakang, dan Arya menjalankan mobilnya.


"Hallo jagoan, siapa namamu?"


"Reyhan Om"


" Wah nama yang bagus"


"Terima kasih. Om siapa namanya?"


"Om Arya".


"Senang bertemu denganmu om. Tapi om jangan suka yaah sama mama, karena mama sudah punya om Hasan".


"Apa an sih Rey, jangan ngomong gitu. Mama gak ad apa-apa sama Om hasan".


Reyhan cekikikan di kursi belakang.


.


Sampailah mereka di rumah Maya...


.


Maya mengajak rey masuk kedalam,


"Apa aku tak boleh bertamu?"


"Boleh, mari silahkan masuk".


"Silahkan duduk pak".


"Terimaksih".


"Sebentar saya ambilkan minum".


Maya pergi ke dapur membuatkan minuman untuk Arya, sedangkan Arya di ajak Reyhan kekamarnya.


"Mba May, lagi apa?"


"Eh kamu shin, ini lagi buat minum buat boss mba".


"Orangnya dimana?"


"Ada tuh didepan".


"Gak ada orang tuh, mana reyhan?"


"Rey juga ada didepan sama boss mba".


"Ya Allah mba, gak ada orang didepan".


"Yang bener kamu?"

__ADS_1


"Iyahh, mungkin lagi main kali yah di kamar?"


"Mungkin gitu".


"Mba malem ini Shinta mau nginep di kosan temen. Ada tugas kelompok".


"Dimana?"


"Dirumah Roisa".


"Okee, jam berapa kamu kesana?"


"Bentar lagi, ini shinta mau beres-beres buku dulu".


"Ohh ya udah kalau gitu, kamu hati-hati".


"Iyaa mba"


"Ayo kita kedepan".


Maya dan Shinta ke ruang depan dan dilihat tidak ada Reyhan dan Arya.


Maya menuju kamar reyhan dan membuka pintu, dilihatnya Reyhan dan Arya sedang bermain mobil-mobilan didalam.


"Ternyata kalian disini"


"Mama mencari kami yaa?"


"Iya sayang, mama buatkan minuman buat kalian. Ayo keluar dulu".


Reyhan dan Arya ikut maya ke ruang tamu disana sudah ada shinta.


Shinta begitu terpesona melihat ketampanan Arya yang begitu mirip dengan reyhan.


"Hallo kak, namaku shinta"


"Arya"


"Kak arya ganteng banagettt sihhh kayak artis idolaku".


Maya mencubit pinggang Shinta,


"Awwww apaan sih mba sakit tauuu"


"Biarin, makanya jangan ganjen. itu bos mbak, jaga sikapmu".


"Upps.... bos mba ganteng gini,, aku mau deh kerja di tempat kak Arya".


"Udahh, katanya kamu kan mau kerumah temenmu kan . Mending buruan gih berangkat"


"Iya yah mba shinta pergi, Tapi boleh gak minta foto sama kak arya dulu".


"Gak boleh". Maya mendorong-dorong Shita yang begitu agresif ingin mendekat ke arah Arya.

__ADS_1


Arya yang melihat maya bertingkah seperti itu menjadi tertawa geli.


__ADS_2