Mengejar Istri Yang Kabur

Mengejar Istri Yang Kabur
Mengejar Istri yang Kabur 20


__ADS_3

30 menit kemudian Mobil arya sampai di apartementnya , kemudian Maya memapah Arya .


Maya membuka pintu dan mengajak Arya masuk kedalam.


Maya Melepas jas Arya kemudian membaringkan Arya di ranjangnya, Maya melepas sepatu dan kaos kaki Arya.


"Saya ambilkan obat dulu ya Mas".


Maya mengambil kotak obat,


"Badan mas kok tiba-tiba panas gini sih?" Maya mengecek suhu badan Arya.


"Ntahlah, tadi aku hanya minum segelas minuman dari Cia".


"Minum apa mas?"


"Orange jus".


"Hmmm gak mungkin kalau cuma minum itu aja mas jadi demem gini".


"Maya, badanku terasa panas".


Maya mengambil air dan mengkompres Arya.


"Terima kasih"


"Aku pulang dulu ya mas. Aku gak enak kalau harus nginep disini".


"Tapi ini udah malam may. Terlalu berbahaya kalau pulang sendiri".


"Aku naik taxi aja mas"


"Malam ini kamu nginep disini aja".


"Maaf mas aku gak bisa".


Saat maya berdiri dan akan pergi, Arya bangun dan menahan Maya dengan menggenggam tangannya.


"Maya tolong aku,,,, badanku panas sekali".


Maya begitu panik dan meletakkan tangannya di dahi Arya, memang benar badannya begitu panas.


"Mas arya demam nya kok gak turun sihh?"


Arya menarik Maya hingga ia jatuh ke ranjang Arya.


Maya pun begitu takut dalam kondisi seperti ini

__ADS_1


"Maya, sepertinya aku bukan demam biasa. Ini seperti pengaruh obat may"


"Jadi gimana mas?"


"Apa kamu mau menolongku?"


"i.iya mas"


Arya langsung mencium Maya dengan begitu rakusnya, Jiwa raganya begitu ingin memiliki maya seutuhnya. Sementara maya begitu terkejut dengan tindakan Arya saat ini. Arya menguasai maya, satu persatu lembaran kain yang menutupi maya telah lepas, Arya mengabsen setiap inci milik maya.


Maya menahan hasratnya, hatinya berkecamuk ada rasa rindu yang terobati selama 4 tahun, ada rasa marah dan benci karena masalalu, ada rasa cinta yang bersemi, Semua itu seakan bertarung di hati maya.


Maya tak bisa mengelak pasalnya semakin lama bercu*bu, Arya berhasil membuat maya begitu menikmati setiap permainannya, Malam ini mereka berdua bersatu dalam asmara, bersatu dimalam penuh gai*ah cinta.


Arya yang begitu agresif dan maya menikmati setiap sentuhan cintanya, Arya memperlakukan maya dengan kelembutan dan penuh cinta.


Seolah ingin menghentikan waktu agar malam panjang ini tidak segera berlalu.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


Suara Azan berkumandang, membangunkan Arya setelah tidur nyenyaknya. Dilihatnya maya yang masih tidur dipelukannya.


"Maya ,,,, " Dikecup mesra kening maya hingga membangunkannya.


"Mas,,,,"


"Iyaaa, bangunlah. Ini sudah subuh."


"Astagfirullah"


Maya melihat dirinya yang polos di balik selimut tebal .


"Semalam....?"


"Iyaaaa kita telah melakukan semalam".


Arya tersenyum bahagia, namun maya segera beranjak ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.


Setelah beberapa saat ia keluar dari kamar mandi dan memakai bajunya. Maya hanya diam tak berbicara apapun kepada Arya. Pukul 6 pagi Maya bergegas pulang kerumahnya, Arya pun mengantar Maya sampai dirumahnya.


.


Didalam mobil,,,


"Mas, anggap saja tadi malam tidak terjadi apa-apa"


"Tapi may...??"

__ADS_1


Maya turun dari mobil Arya dan berlari masuk kedalam rumah. Arya tak mengerti dengan sikap Maya yang menjadi marah. Arya pun menyusul Maya kerumahnya.


Tok


Tok


Tok


Shinta membuka pintu


"Eh kak Arya"


"Mbak Maya ada??"


"Ada di dalam kak, mari masuk"


Arya masuk kedalam rumah dan duduk dikursi tamu.


"Sebentar ya kak, aku panggilkan".


"Iya".


Tak lama Reyhan keluar dari kamarnya dan sudah bersiap untuk berangkat kesekolah.


"Papa??"


"Hallo jagoan, mau kesekolah ya??"


"Iyaa pa".


"Papa antar mau gak??"


"Mauuu banget paaa. Tapi nunggu mama ya pa".


"Iya sayang".


Shinta keluar dari kamar maya


"Anu kak, maaf mbak maya gak mau ketemu kak Arya katanya".


" Ya sudah shin, kakak mau anter Rey ke sekolah dulu".


"Apa gak ngerepoti kak??"


"Enggak, karena Reyhan itu anak kak arya".


"Apa?????"

__ADS_1


"Iya Mbak maya itu istri kak Arya. Ya sudah kami kesekolah dulu".


Shinta yang belum paham dengan maksud ucapan Arya pun hanya bengong. Kemudian Arya mengantar Reyhan berangkat kesekolah.


__ADS_2