
Arya dan maya berdiskusi soal tantangan papanya itu
"May, apa kamu yakin??"
"Mas, kenapa gak kita coba?? maya ingin mendapat restu papa mas".
"Tapi kita akan terpisah sama reyhan".
"reyhan disini aja pa sama kakek dan nenek. Kan sesekali papa dan mama bisa jenguki reyhan".
"Sayanggggggg" Arya memeluk erat putranya.
"Papa janji , kita akan segera berkumpul bersama nanti"
"Iya pa. Reyhan kan sekolah juga"
"Anak pintar. sekarang reyhan istirahat ya".
Maya mengantarkan reyhan ke kamarnya Sementara arya pergi kekamarnya.
Setelah reyhan tidur siang, maya pergi ke kamar Arya.
Tok
Tok
Maya masuk kedalam kamar dan melihat suaminya tengah di depan laptop.
"Mas lagi sibuk ya??"
"Enggak sayang, mas lagi mengecek data perusahaan di semarang. Kemarilah".
Maya duduk di samping arya dan menatap layar laptop. Arya memindahkan laptopnya di pangkuan maya.
__ADS_1
"Coba lihat, ini data-data perusahaan setelah investasi dari papa cia di kembalikan. Cadangan dana disana menurun drastiskan"
Maya mempelajari secara seksama data-data penjualan.
"Aduhhh mas ngantuk banget nih" Arya bersandar di bahu maya dan sambil memeluk pinggangnya.
Maya masih fokus membaca dan tidak menggubris suaminya. Arya tak kehilangan akal untuk menggoda istrinya.
"Katanya tadi ngantuk, kok ngelunjak yaa???" Maya menyadari suaminya yang jahil. Namun ia bersikap biasa.
"Habis kamu serius banget lihat laptopnya!"
"Itu kan yang mas mau??" ucap Maya yang balik menggoda suaminya
"Hehehehe kamu tau aja sayang".
Saat Arya ingin menyerang maya, ponselnya pun berbunyi.
"Ahhh siapa sih siang-siang gini ganggu aja!"
"Hallo??"
"Ada apa??"
"Kekantor sekarang?? memangnya kalian gak bisa handle dulu ya?!"
" Baiklah saya segera kesana".
Arya mematikan ponselnya.
"Sayang, mas ke kantor dulu ya. Karena ada kerjaan penting. Kamu siapin barang-barang untuk kita berangkat besok ke semarang. Gak usah bawa baju banyak-banyak nanti disana kita beli aja. Bawa yang penting aja".
"Baik mas, hati-hati yaa".
__ADS_1
"Iya sayang". Arya mengecup kening istrinya dan langsung pergi ke kantor.
Maya mempelajari detail perusahaan yang di semarang dengan jeli.
"Solusinya selain investor, berarti harus meningkatkan penjualan. Selama ini perusahaan hanya menerima tender dari perusahaan besar, kalau misal memberi kesembatan mitra-mitra di bawah kemungkinan akan dapat menambah jangkauan pasar. Iya betul coba nanti aku diskusikan sama mas arya". Maya mematikan laptop dan membereskan pakaian untuk di bawa besok saat pindah ke semarang.
Papa dan mama arya sengaja melakukan itu selain untuk membangun kembali perusahaan juga ada niatan agar maya dan arya menikmati waktu berdua mereka yang tertunda selama 4 tahun. Bisa dikatakan membayar waktu yang hilang selama 4 tahun lalu. Dan reyhan sudah di siapkan sebagai calon pewaris keluarga akan di didik oleh tenaga didik profesional.
.
.
Hari berikutnya........
Papa dan mama beserta reyhan mengantar keberangkatan maya dan arya ke semarang.
"Kalian hati-hati dijalan".
"Iya pa, ma".
"Rey, kamu harus patuh sama kakek dan nenek. Jangan membuat mereka pusing".
"Iya ma, mama dan papa harus janji untuk sering menghubungi rey".
"Iya sayang mama dan papa janji".
"Maya, mama pengen kalian merencanakan untuk membuat anak yang lebih banyak. Mama dan papa pengen rumah ini menjadi ramai".
"kalau itu mama tenang aja. Arya akan membuatkan cucu-cucu buat mama dan papa yang banyak".
Maya mencubit pinggang suaminya karena merasa malu untuk membahas soal anak".
"Kami pamit dulu ya . Assalamualaikum".
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam".
Arya dan maya masuk kedalam mobil dan berangkat ke semarang.