
Maya kembali membereskan tugasnya di kantor.
Tak lama datanglah Cia ke kantor Arya.
"Arya kemana?!"
"Pak arya ada peninjauan ke lokasi baru".
"Sampai jam berapa?!"
"Jam makan siang nanti".
"Aku dengar kau menggoda Arya ya?! Aku peringatkan ya sama kamu, jangan pernah dekati Arya! dan lagian keluarga arya itu gak bakal suka sama kamu yang kampungan!"
Maya mencoba bersabar dan menahan emosinya.
"Maaf ya mba Cia, saya tidak pernah menggoda lelaki mana pun. Termasuk pak Arya".
"Dasar janda, bisanya cuma godain pria tajir. Baiknya kamu ngaca dulu. Kamu itu gak pantes buat Arya!".
"Biar pun saya janda, tapi saya punya harga diri."
"Halah dasar wanita penggoda!".
"Kalau mba cia sudah tidak ada kepentingan lain, silahkan keluar dari ruangan ini, jangan membuat kegaduhan".
"Beraninya kamu ngusir saya! kamu yang harusnya keluar dari perusahaan ini. Tunggu pembalasanku!" Cia pergi dari kantor setelah membuat kegaduhan di kantor Arya.
Beberapa pegawai wanita yang melihat kejadian itu pun langsung bergosip. Yahhh namanya wanita, dimana tempat berkumpul pasti pada gosip.
Hasan yang baru pulang dari Jakarta pun langsung pergi menemui Maya. Sampainya di ruangan maya, hasan melihat maya yang tengah menangis.
"Kamu kenapa may??"
"Eh pak hasan, gak papa pak cuma kelilipan. Pak Hasan udah pulang ya dari jakarta?"
"Iya barusan, ini aku bawakan oleh-oleh buat kamu dan Reyhan" Hasan memberikan bingkisan kepada Maya.
"Terima kasih".
"Iya, kamu ada masalah ya may??"
__ADS_1
"Hehe gak ada pak, Maya cuma gak enak badan aja tadi. Tapi sekarang udah oke kok hehe".
"Hmmm kita makan siang yuk?"
"Maaf pak, maya pengen sendiri dulu boleh??"
"Baiklah kalau memang kamu pengen nenangin diri. Aku mau balik ke ruanganku dulu".
"Iya pak".
Hasan kembali ke ruangannya.
.
Maya sama sekali tidak keluar dari ruangannya. Ia sendirian dan menyibukkan diri untuk mengurangi rasa sedih di hatinya saat ini.
Tak lama Arya sudah tiba di kantornya, ia segera keruangannya untuk menemui Maya.
Celetakkkk
"Maya, kamu lagi apa??"
Maya menoleh kedepan dan dilihatnya Arya yang datang.
Arya menatap maya begitu dalam
"Kenapa matamu sembab? kamu habis nangis ya??" Arya menarik tangan maya dan mengajaknya duduk dikursi tamu.
"Kelilipan aja pak".
"Gak mungkin, kamu pasti habis nangis, Apa ada yang mengganggumu?"
"Maya gak papa pak"
"Jujur sama mas may, mas kan suamimu".
"Tadi cia ke kantor nyariin mas, dan dia mengancam maya mas buat jauhi mas Arya".
"Berani nya cia mengancamu. Mas akan menemui dia sekarang".
"Masss jangan gegabah, mas harus mikirin akibatnya kalau terlalu gegabah"
__ADS_1
Arya menahan emosinya didalam hatinya. Maya memeluk arya untuk menenangkan amarahnya.
"Mas gak akan biarkan satu orang pun yang menghalangi cinta kita"
Maya melepas pelukannya dan menatap Arya.
Arya pun menghapus air mata maya perlahan
"Kamu jangan khawatir, mas akan memperjuangkan hubungan kita sampai Titik darah penghabisan".
Maya tersenyum bahagia mendengar ucapan Arya, kemudian dihadiahkan kecupan singkat untuk Arya
CUP
Maya mengecup singkat bibir Arya
"Terima kasih mas".
Arya pun langsung merespon maya dengan membalas kecupan itu menjadi ciuman yang mendalam. Keduanya begitu hanyut dalam perasaan.
Arya begitu agresif menjamah maya hingga hampir saja mereka melakukannya di sofa kantor. Maya menghentikan tindakan Arya yang sudah tak dapat menahan hasratnya lagi.
"Mas cukup. Ini masih jam kantor, jangan disini".
"Tapi may, mas sudah gak tahan".
"Diluar banyak orang mas, maya gak mau ada orang lain yang melihat".
"Tapi mas sudah tak bisa menahannya, kalau mas menahannya akan sakit may. Sekarang ikut aku!".
Maya segera merapikan pakaiannya kembali dan mengikuti arya pergi. Keduanya berjalan terburu-buru menuju parkiran mobil.
Arya membuka kan pintu mobil untuk maya.
Maya pun segera naik kedalam mobil, arya dengan cepat masuk juga kedalam mobil.
"Mau kemana mas??"
"Check-in" Arya dengan cepat menjalankan mobilnya menuju salah satu hotel terdekat dari kantornya.
Saat check-in Arya memberikan buku nikah kepada resepsionis. Resepsionis pun dengan cepat memberikan kunci kamar untuk Arya dan Maya.
__ADS_1
Akhirnya keduanya pun masuk kedalam kamarhotel