
Arya masih memandangi Maya yang menutup pintu rumahnya.
"Liatin apa pak?"
"Liatin kamu"
"iihhhh ngapain liatin saya, kayak gak ad kerjaan aja".
Arya terkekeh kecil.
"Kita makan siang dulu yuk".
"Ayo ma, rey udah lapar. Om ayo ikut kami makan".
"Baiklah".
Arya ikut Reyhan dan maya makan siang.
Setelah selesai makan siang, Arya mengajak Reyhan untuk belajar dan mengerjakan PR nya.
Maya yang tengah sibuk membersihkan meja makan dan mencuci piringnya.
.
Saat maya tengah mencuci piring, ia dikagetkan dengan pelukan hangat. Arya memeluk Maya dari belakang, sangking kagetnya Maya menyikut Arya.
"Awwww sakiitt". Arya meringis kesakitan.
"Pak Arya"
"Kau ini kasar sekali?"
"Siapa suruh bapak memeluk saya, inget pak saya ini bukan wanita gampangan". Jawab Maya kesal.
"Aduuhhhh sakit sekali perutku".
Maya pun tak tega melihat Arya kesakitan,
"Mari saya bantu" Maya memapah Arya dan membaringkannya di sofa.
"Mana yang sakit?"
"Disini". Arya menutup mata dengan lengannya dan menahan sakit di perutny. Maya memijat lembut di perut Arya.
__ADS_1
"Sebentar saya ambilkan obat dulu".
Maya mengambil minyak gosok untuk memijat perut Arya.
"Maaf sebelumnya, boleh gak pak arya membuka bajunya di bagian sini?"
Maya menunjuk perut arya, Arya pun dengan senang hati membuka kemejanya. Sebenarnya Arya hanya pura-pura kesakitan dan ingin mengerjai Maya.
Maya mulai mengoleskan minyak ke perut arya
"Maaf ya pak, saya gak sengaja tadi"
"i.iyaa" Arya menahan geli bukan menahan sakit.
Maya dengan lembut memijat perut Arya, dalam hatinya ia begitu gugup dan perasaannya campur aduk.
"Sudah ya pak, bapak istriahat saja disini. Nanti saya bangunkan setelah jam 2".
"Iyaa, terimakasih". Arya melihat wajah Maya yang merona saat menahan malu.
.
Maya segera berlari kekamarnya dan menjatuhkan tubuhnya di kasur.
"Ya Allah, kenapa jantungku berdegub kencang seperti ini?"
.
Suara Azan membangunkan Arya, ia segera berwudhu dan menjalankan sholat ashar di mosholah tak jauh dari rumah Maya. Saat ia kembali, dilihatnya Reyhan sudah bangun dan mencari-cari Arya.
"Reyhan"
"Om arya dari mana?"
"Dari musholah. Ayo kita mandi, biar badan rey segar lagi"
"Mama kemana?"
"Mungkin mama dikamar masih tidur".
"Baiklah Om".
Arya mengajak Reyhan ke kamar mandi
__ADS_1
"Rey, om boleh tanya??"
"Iyahh"
"Siapa papa reyhan?"
"Gak tau om"
"Kok gak tau? apa mama gak pernah cerita?"
"Gak pernah, setiap rey nanya pasti mama selalu diam".
"Ohhh begitu".
"Iyaa,,, apa om Arya mau jadi papaku?"
"Kenapa tidak?"
"Jadii om mau jadi papaku? aku punya papa???"
Arya manggut-manggut tanda setuju
"Yeyyy aku punya papa" Reyhan begitu senang karena inilah yang diharapkannya selama ini. Ia sering dibully teman-temannya karena tidak memiliki ayah. Sangking senangnya reyhan bermain air di bathup hingga baju Arya ikut basah.
"Reyy, sudahh cukup mainnya".
"Reyhan boleh panggil papa?"
"Boleh".
"Horeeeee" Reyhan memeluk Arya dengan gembiranya.
"Upss maaf pa, baju papa jadi basah deh".
"Gak papa sayang".
Reyhan dan Arya malah begitu riang bermain air di kamar mandi.
.
Maya bangun dari tidurnya dan segera sholat, selesai sholat iya keluar dari kamarnya dan mencari Reyhan dan Arya. Maya mencari kesana kemari namun tidak menemukan mereka. Saat Maya masuk kedalam kamar reyhan terdengar guyuran air, kemudian Maya membuka pintu kamar mandi.
Begitu terkejutnya maya saat melihat Reyhan dan Arya yang sudah basah kuyup.
__ADS_1
"Reyhan, pak Arya?!"
Kedua lelaki itu ikutan bengong saat melihat maya membuka pintu kamar mandi dengan wajah marah. Pasalnya kedua lelaki itu membuat busa-busa hingga sabun cair di kamar mandi reyhan habis tak tersisa.