Mengejar Istri Yang Kabur

Mengejar Istri Yang Kabur
Mengejar Istri yang kabur 42


__ADS_3

Hari berikutnya.....


Arya mengantar mamanya ke runah Cia, sementara Maya menemani Reyhan ke sekolah.


Cia yang begitu senang saat Arya mau menemani mama nya.


"Arya ikut ya tan??".


"Iya"


"Ma, arya mau ke kantor dulu"


"Masuk dulu yuk kak" cia bergelayut manja kepada Arya.


Mereka duduk di ruang tamu dan mengobrol bersama.


"Ma, Arya ada kerjaan penting d kantor. gak bisa lama-lama disini".


"Hmmm ya udah deh mau gimana lagi".


"Iya ta gak papa lagian kan kak arya kerja untuk masa depan kami nanti".


"Ya sudah kamu berangkatlah. mama masih mau disini".


"Baiklah, arya pergi dulu. Assalamualaikum"


"wa'alaikumsalam"


Arya pergi meninggalkan mamanya dirumah cia.


Saat belum jauh dari rumah cia, Arya baru ingat kalau Ponselnya tertinggal di sofa tempat mereka berbicang tadi. Arya kembali kerumah Cia.


"Sayang, Kamu gak masalah kan arya sudah punya anak??"


"Iya tak gak papa. lagian anak itu juga sudah besar".


"iya, tante pengen kamu punya anak dari arya"


"Heheh makasih tan. Kalau boleh tau bagaimana arya bisa memiliki anak itu. Siapa ibunya??"


"Emm Ibunya adalah maya. Tapi kamu jangan marah dulu, mereka menikah itu hanya dalam perjanjian. Jika maya sudah melahirkan anaknya maka hutang ibu tirinya itu di anggap lunas".

__ADS_1


"Hutang??"


"Iya, keluarga mereka itu banyak hutang. dan arya hanya ingin reyhan saja. Makanya tante dan om merencanakan untuk penculikan reyhan. padahal reyhan hanya kami sembunyikan di rumah kami di villa".


"Kok tante bisa berencana begitu??"


"Om dan tante gak suka sama gadis miskin itu. Sudah jelas kalau dia hanya ingin harta kami. Makanya om dan tante menjauhkan mereka".


"Jeng, kalau arya tau bagaimana??"


"Arya gak akan pernah tau soal itu".


Arya yang berada di luar begitu kaget dengan apa yang barusan ia dengar. Ternyata kedua orang tuanya lah yang melakukan penculikan terhadap reyhan.


"Permisi saya mau ambil ponsel".


Arya bersikap tenang dan seperti tidak tau apa-apa. Sementara Cia, mama Cia dan mamanya sendiri begitu kaget melihat kedatangan arya.


"Arya????"


"Arya hanya ingin mengambil ponsel". Arya mengambil ponselnya dan pergi meninggalkan mereka.


"Tante apa arya dengar ya percakapan kita tadi???"


Ketiganya pun melanjutkan obrolah mereka. Sementara Arya yang begitu marah dengan mama dan papa nya belum bisa melampiaskannya.


.


.


.


Sore hari ketika arya pulang dari kantor,,,


Bunga tengah menemani reyhan bermain di kamarnya, sementara mama dan papa arya tengah duduk di halaman belakang.


"Mama, papa. Kenapa kalian tega melakukan ini kepada arya??"


"Maksud kamu apa??"


" kalian yang menculik reyhan kan??"

__ADS_1


"Kamu siapa yang bilang??"


"Sudah lah pa, gak perlu mengelak. Arya dengar sendiri dari mama yang bercerita dengan keluarga cia"


Papa arya langsung menoleh kepada istrinya.


"Kalian beneran tega ya!"


"Arya mama dan papa hanya ingin kamu mendapatkan pendamping yang baik. Dan lagian perjanjian mu dengan wanita itu sudah cukup jelas kan??"


"Ma, arya mencintai Maya bukan Cia. Dan sampai kapanpun Arya gak akan pernah menikah dengan Cia".


Mendengar ucapan Arya, Mama arya langsung pingsan.


"Ma bangun ma" Papa arya membawa istriny ke rumah sakit dengan cepat. sementara Arya, bung dan reyhan menyusulnya.


Sampai di rumah sakit Mama arya masuk ke ICU dan di hasil dari pemeriksaan dokter, mama arya mengalami drop dan kurang darah. Pihak rumah sakit kehabisan darah AB hingga mereka harus mencari pendonornya.


"Mas, darah Maya AB. coba di tes dulu cocok gak sama darsh mama".


"Baiklah sayang".


Arya menemani Maya untuk mengecek darahnya dan ternyata darah mereka cocok.


Maya melakukan transfusi darah untuk mertuanya itu.


.


.


Setelah beberapa jam akhirnya mama arya siuman dan dipindahkan ke ruang rawat inap.


"Mama gak papa??"


"Iya"


"Mama jangan terlalu banyak berfikir. bukan kah mama ingin arya bahagia??"


Mama arya mengangguk.


"Arya hanya bahgia bersama maya ma. Mama tau siapa orang yang mau mendonorkan darahnya untuk mama??? itu maya ma".

__ADS_1


Mama dan papa arya hanya diam saja mendengarkan ucapan arya.


"Arya mau pulang. Kasihan reyhan dirumah sendirian". Arya pulang ke rumahnya bersama bunga dan reyhan yang sudah menunggu di luar.


__ADS_2