
Arya dan Maya masuk ke ruangan yang sudah disiapkan, disana CEO PT Sinar Textile sudah menunggu mereka.
"Tuan Zain"
"Hai Tuan Arya, mari silahkan duduk".
Arya dan Maya duduk bersama di kursi.
"Sudah lama menunggu?"
"5 menit lalu kami sampai disini. Ngomong-ngomong siapa disampingmu?"
"Asisstentku"
"Cantik"
Maya begitu tak senang terhadap tatapan tuan Zain.
Tatapan buas dan genit membuatnya jijik, Arya memperhatikan gelagat Tuan Zain begitu geram.
"Ehem, mari kita mulai pembahasannya".
Arya mencoba mengalihkan pandangan Zain terhadap istrinya.
"Dasar lelaki hidung belang, disampingnya sudah ada wanita cantik, masih saja menggoda Maya" gumam Arya dalam hatinya.
Maya hanya fokus mencatat poin penting yang di sampaikan dalam pertemuan itu. Sedangkan sekertaris Zain ikutan kesal melihat boss nya melirik Maya yang dilihat dari tampilannya saja biasa saja menurutnya.
Merasa tidak enak, maya izin ke toilet.
"Maaf saya permisi dulu ke toilet".
Maya beranjak dari tempat duduknya dan Sekertaris Zain pun ikut izin ke toilet.
Sampailah keduanya di toilet wanita. Maya membasuh tangannya, dan sekertaris zain juga ikut mencuci tangan.
"Eh kamu, jangan beraninya ya godain pak Zain"
"Siapa yang godain dia? wong sudah jelas dia yang menggodaku"
"Jangan sok cantik kamu!"
__ADS_1
"Bukan sok cantik, tapi memang cantik".
"Dasar wanita penggoda, coba ngaca apa bagusnya kamu? cantik juga enggak, se*y juga enggak!".
Sekertaris Zain mengambil air di dalam ember dan menyiramkan ke tubuh Maya.
Byurrrrrrrrrrrrrrrrr
"Itu pelajaran buat wanita penggoda kayak kamu!".
Maya masih syok melihat dirinya yang kini basah kuyub akibat siraman air.
.
Arya merasa Maya sudah terlalu lama ke toilet, Arya jadi khawatir. Sekertaris Zain pun sudah kembali ke kursinya. Arya menyusul maya ke toilet, dilihatnya Maya yang basah kuyub. Arya melepas jasnya dan menutupkan ke tubuh maya.
"Siapa yang melakukan ini?"
Maya tak menjawab pertanyaan Arya, ia bersembunyi di pelukan Arya.
Arya membawa maya ke mobil nya, dan pergi meninggalkan tempat itu.
"Mandilah, bersihkan badanmu"
" Mana baju gantiku?"
Arya membuka lemari pakaiannya dan mengambilkan sebuah gamis katun madinah dengan design polos namun elegan dan cantik untuk maya.
Maya pun segera mengambilnya dan berlari kekamar mandi. Arya duduk di sofa dan menelfon seseorang.
Tuuuutttttt
"Hallo, cepat kau selidiki, apa yang terjadi di toilet wanita di Gedung XXX" Arya mematikan telfonnya.
"Awas saja jika ada yang berani mengganggu Maya".
Arya begitu marah dengan kejadian siang ini.
.
Maya keluar dari kamar mandi berbalut handuk menutupi kepalanya.
__ADS_1
"Kamu kenapa may?"
"Pak, mana hijab saya?"
Arya mendekati maya dan membuat maya bergerak mundur menatap dinding.
"Aku sudah melihat semua milikmu, apa lagi yang akan kau sembunyikan dariku?"
"Kemarin itu gak sengaja. Mana jilbabku?"
Arya menarik handuk Maya, namun maya menahannya begitu kuat dengan kedua tangannya.
Arya tak kehilangan akal, ia menggelitik pinggang Maya membuatnya geli
"Hahaha ampun pak, ampun. Cukup tolong cukup hahaha geliiiii".
Arya tanpa ampun menggelitik maya hingga membuatnya lemah, dan Handuk maya pun terlepas dari kepala dengan sendirinya. Arya terus menggoda istrinya tanpa ampun. Maya berlari namun terus dikejar Arya hingga maya terjatuh di ranjang.
Arya menggelitik kaki maya,
"Ampunnnnn pak ahhaha ampun. Sumpah aku gak kuat lagi hahaha".
Arya menghentikan kegiatannya dan duduk di ranjangnya. Maya merasa sakit perut dan pipinya akibat ulah Arya.
"May, duduklah".
Maya pun duduk di samping Arya
"Siapa yang melakukan nya?"
"Sekertaris Zain, dia cemburu saat melihat zain menggodaku seperti tadi".
"Aku juga cemburu. Ingin rasanya kuhajar Zain yang berani menggoda milikku".
"Milikmu?? Siapa?"
"Kamu!"
Arya dan Maya saling bertatapan, ada debar-debar asmara yang bersemi di hati keduanya.
Terlihat jelas Api cemburu tengah membara di mata Arya. Maya yang belum bisa menerima perasaan aneh itu mencoba menepisnya. Dihatinya masih belum bisa menerima kejadian masalalu yang membuat hatinya begitu hancur.
__ADS_1