Mengejar Istri Yang Kabur

Mengejar Istri Yang Kabur
Mengejar Istri yang Kabur 22


__ADS_3

Tok


Tok


Tok


Loly membuka pintu.........


"Maya???"


"Kak loly"


Loly berusaha menutup pintu kembali namun ditahan oleh maya.


"Aku mau bicara"


"Lebih baik kamu pergi dari sini!"


"Aku gak bakal pergi gitu aja setelah apa yang kalian lakukan kepadaku!"


Maya pun mendorong kuat pintunya dan terbuka lebar.


"Mana mamamu?"


Ibu sonia pun keluar dari dalam kamar.


"Siapa nak?"


Sonia begitu terkejut saat melihat Maya yang datang.


"Mau apa kau kemari?"


"Bisa-bisa nya kalian menjual asset keluargaku dan kabur!".


"Ibu hanya melunasi hutang ayahmu".


"Hutang ayahh???? hutang ayah apa hutang ibu sendiri??"


"Kamu jangan asal bicara yah, jangan menuduh tanpa bukti. Cepat kamu pergi dari sini...!!!"


Ibu sonia dan Loly mengusir Maya dari kontrakannya, dan maya pun terlempar keluar dari kontrakan.


"Lihat saja, kalian akan mendapat balasan yang setimpal".


Maya pergi dari tempat itu dan mencari tempat penginapan.


.


.


Arya dan Reyhan telah sampai di Kota Bandung.


Arya membawa Reyhan kerumahnya bertemu dengan kedua orang tuanya.


Saat sampai di rumah, reyhan begitu takjub melihat kemewahan rumah papa reyhan.


"Pa, ini rumah papa ya??"

__ADS_1


"Iya sayang. Ayo kita masuk kedalam".


Pengawal pun membuka kan pintu rumah itu...


Arya dan Reyhan di sambut oleh Orang tua Arya.


"Assalamualaikum ma, pa?"


"Wa'alaikumsalam Sayang. Eh kamu bawa anak siapa??"


"Kenalkan ini namanya Reyhan. Dia adalah anakku"


"Anak???"


"Iya mam, dia anaku yang sudah berusia 4 tahun"


Huaaaaaaaaaaaaa mama Arya menangis begitu keras mendengar Arya sudah memiliki anak


"Mana ibunya? Kenapa kalian melakukannya diluar nikah? huaaaaaaaa" mama Arya menangis semakin menjadi.


"Mama, papa dengarkan dulu".


"Aku sudah menikah 4 tahun lalu bersama dengan Maya. Ibu dari Reyhan".


"Sekarang mana ibunya"


"Selama 4 tahun ini Maya dan reyhan tinggal di Pekalongan pa".


"Bagaimana kami bisa percaya bahwa reyhan adalah anakmu?"


Arya mengeluarkan selembar surat.


"Hiks hiks hiks... Akhirnya kita punya cucu penerus yaaa pa. Sini Rey mendekatlah ke nenek".


Reyhan pun mendekat ke arah Mama dan papa Arya.


Mereka pun memeluk haru reyhan


"Kau begitu mirip dengan papamu waktu kecil".


Mama Arya tak henti-hentinya mencium pipi Reyhan dengan begitu gemasnya.


"Nenek, lepaskan aku. pengep nek".


"Ohhh iya maaf sayang. Nenek begitu bahagia melihatmu. Ayo kau ikut nenek sekarang"


"Kemana nek?"


"Ikut sajaaaaaa".


Seolah lupa dengan suami dan anaknya, kehadiran Reyhan mengalihkan perhatian mama Arya sepenuhnya. Papa Arya pun menyusul Reyhan dan istrinya kedapur.


Sementara Arya masuk kedalam kamarnya di atas.


Arya mengambil ponselnya dan menghubungi maya.


.

__ADS_1


Dddrrttttt


Drtttttttt


Ponsel maya bergetar....


Maya melihat ada panggilan masuk dari Arya.


"Males banget bgangkatnya".


Maya meriject telfon dari arya.


"Diriject?"


Arya kembali menelfonnya


Maya pun masih tidak mau mengangkat telfon dari Arya. Kemudian Arya mengirimkan foto Reyhan kepada Maya.


"Reyhan?"


Maya langsung menelfon balik ke Arya.


Ddrrrtttttttt


Arya mengangkat telfon.


"Hallo sayang ada apa?"


"Dimana Reyhan?"


"Reyhan bersamaku"


"Shinta dimana?"


"Shinta ada dirumah dan reyhan aku bawa".


"Mas Arya! jangan macam-macam kamu mas!"


"Sssstttttttt jangan marah-marah gitu dong".


"Pulangin Reyhan ke Shinta".


"Aku gak mau. Salah siapa kamu pergi gak bilang sama aku!"


"Apa mau mu sekarang?!"


"Temui aku di Hotel Imara jam 8 Malam ini, kalau kamu ingin Reyhan kembali".


Arya mematikan telfon, dan Maya pun begitu kesal kepada Arya.


"Hotel Imara??" Maya mengecek google map untuk melihat titik lokasi hotel tersebut.


"Ternyata Dia ada di Bandung sekarang. Tak akan aku biarkan dia merebut Reyhan dari sisiku".


Maya pun segera bersiap untuk menjemput Reyhan.


Setelah sholat isya, maya langsung berangkat menuju Hotel.

__ADS_1


__ADS_2