Mengejar Istri Yang Kabur

Mengejar Istri Yang Kabur
Mengejar Istri yang Kabur 29


__ADS_3

Maya menjadi gugup, karena Arya begitu nekad untuk melakukannya di siang hari.


"Mas, 1 jam lagi mas ada rapat direksi" Maya mencoba mengingatkan kembali jadwal Arya.


"Masih 1 jam lagi kan?? Mas cuma butuh 30 menit buat melepas hasrat mas maya". Arya terus saja mencu*bu maya.


"Massss,,,, maya gak mau mas capek setelah ini" Maya terus bernego dengan Arya.


"Mas kuat may, justru kalau kamu menolak, mas bisa kesakitan kalau gak dikeluarin. Kamu cukup menikmatinya sajaa". Arya terus menyerang maya tanpa ampun.


Akhirnya maya pun pasrah dengan apa yang di lakukan suaminya. Kini yang terdengar hanya suara-suara kenikmatan antara dua insan yang tengah dimabuk asmara. Pergulatan panas pun berakhir tepat 30 menit seperti yang dikatakan Arya.


"Sayang, ayo cepat bersihkan, katanya gak mau kita terlambat". Arya mengecup kening maya.


"Maya lelah mas".


"Baru 30 menit udah lelah, gimana kalau sampai pagi??"


"Hari ini tugas maya banyak banget mas, jadi gak kuat lama-lama".


Arya menggendong maya ke kamar mandi, dan mereka pun mandi bersama☺


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


Maya dan Arya sudah bersiap untuk rapat direksi, Semua direksi sudah berkumpul di ruang rapat. Keduanya pun tidak terlambat datang kekantor. Terlihat berbeda Arya saat ini begitu semangat dan penuh energi, Maya dengan sisa-sisa tenaga pun masih tetap menemani Arya dalam Rapatnya.


Rapat pun di mulai, semua yang hadir begitu fokus mendengarkan paparan dari Arya selaku pimpinan rapat.


.

__ADS_1


1 Jam kemudian rapat pun telah selesai, semua yang hadir membubarkan diri masing-masing. Arya dan Maya kembali keruangannya.


.


Maya rebahan di sofa tamu sementara Arya duduk disampingnya.


"Kamu capek ya sayang?"


"Iya mas, aku tidur bentar boleh??"


"Tentu"


Saat maya mulai memejamkan matanya, tiba-tiba maya membuka matanya kembali dan duduk di samping Arya.


"Katanya mau tidur?"


"Gak jadi mas, Maya boleh nanya gak?"


"Gimana sih mas kok bisa tunangan sama Cia??"


"Hmm panjang ceritanya sayang".


"Maya mau tau mas".


"Baiklah. Kejadiannya 4 tahun yang lalu Saat keluarga kami di guncang berita bahwa mas sebagai penerus keluarga Wijaya tidak akan pernah bisa mempunyai keturunan. Berita itu muncul karena mas pernah dipaksa pergi kedokter untuk memeriksa kesehatan dan hasilnya tertukar oleh pasien lain. kebenaran itu baru diketahui setelah kabar itu muncul dan mas sudah bertunangan dengan Cia. Mas memang menutup diri untuk tidak mendekati wanita mana pun, Bagi mas wanita itu sama saja, mereka hanya mengejar kekayaan mas bukan yang lain. Mama dan papa sampai takut mas ada kelainan. Akhirnya papa mengenalkan salah satu putri rekan bisnis papa yaitu dari keluarga Cia. Pertunangan itu hanya patner bisnis, keluarga cia menginvestasikan sejumlah dana yang besar untuk perusahaan papa yang di semarang dan saat ini maju dengan pesat. Mas tak pernah mencintai cia, Namun ia yang selalu menyerahkan dirinya kepada mas.


"Mas pernah ngelakuin..............."


"Gak pernah sayang, sedikitpun mas tidak pernah menyentuhnya. Hanya dia saja yang terus bergelayut manja di lengan mas".

__ADS_1


"Walaupun sekedar pelukan ataupun ciuman pernah??"


"Enggak pernah sama sekali, kamulah orang yang pertama kali mendapatkannya. Mas menikahimu tanpa sepengetahuan papa dan mama, difikiran mas saat itu, mas hanya ingin membuktikan bahwa mas itu normal dan gak sakit sama sekali. Mas hanya ingin memperoleh keturunan, dan bukan sembarang punya anak dengan wanita diluaran. Mas hanya ingin mempunyai anak dengan wanita yang mampu membangkitkan hasrat mas. Saat itu Mas dikenalkan dengan ibu Sonia dari salah satu rekan bisnis Mas. Dia bilang ibu sonia terlilit hutang dengannya, karena tak mampu membayar hutang maka dia membarter salah satu anaknya. Ntah apa yang membuat mas mau dan menyetujuinya. Mas hanya diberi selembar fotomu dari ibu sonia dan mas langsung menyetujuinnya karena saat itu kamu masih begitu belia, iyaa 18 tahun. Mas mengajukan syarat dengan harus menikahi dulu baru mas mau menyentuhmu. Mas akan membuat mu sampai hamil. Begitu mas bertemu kamu, dunia mas terasa berbeda, Maya yang masih belia itu ternyata begitu ganas dan membuat mas tak mampu menghilangkan bayangannya sampai kapanpun. Setelah penyatuan kita saat itu mas merasakan hal lain, mas ingin memilikimu seterusnya. Tapi sayang kamu kabur setelah tau bahwa kamu hamil, benarkan??"


Maya begitu memperhatikan cerita Arya, maya pun tak mampu berkata, hanya anggukan saja yang menjawabnya.


Arya begitu gemas dengan sikap maya yang seperti itu


CUP


Arya mengecup kilas bibir maya yang ranum.


Maya yang terkejut pun seketika membuka matanya lebar-lebar.


"Mas nyium aku??"


"Iya".


Maya meraba bibirnya sendiri


"Masih kurang?"


"Enggak" Maya menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Ayo kita pulang kalau gitu"


"Eh mas masih ada 1 pertemuan lagi sore ini jam 4".


"Iyaa mas ingetttttt, kita beli buah tangan untuk tuan Robert dulu".

__ADS_1


"Baik mas".


Maya dan Arya pun pergi meninggalkan kantor.


__ADS_2