Mengejar Istri Yang Kabur

Mengejar Istri Yang Kabur
Mengejar Istri Yang Kabur 11


__ADS_3

Begitu kagetnya maya saat melihat arya yang tengah duduk santai di kursi dan terus memandanginya.


"PAK ARYA?"


"Iya ada apa?" Arya berjalan mendekati maya.


"S.ssejak k.kapan b.bapak disitu?"


"Sejak tadi?"


"Apa?????????? b.bukannya tadi bapak keluar?"


"Iya tapi aku masuk ke kamar lagi". Arya semakin dekat hingga Maya tak bisa bergerak lagi mepet ke dinding kamar.


"A.apa pak arya melihat......"


"Iya aku jelas melihat semua yang ada dalam dirimu".


Arya membelai lembut wajah Maya, merasakan sensansi belaian itu tubuh maya bergetar ketakutan.


"Aku sudah melihat semuanya" Arya berbisik lembut di telinga maya.


Blussssssssssssss wajah maya menjadi merona.


"Kenapa wajahmu merah maya? katakan"


"P.pak tolong jaga sikap bapak. Wanittta mana yang tak akan merah wajahnya jika disentuh oleh lelaki?"


Arya meraih dagu Maya dan menciumnya


CUP


Melihat tak ada penolakan dari maya, Arya langsung memperdalam ciumannya. Ntah apa yang mendorong maya untuk tidak menolak setiap sentuhan dari Arya, Rasa itu tidak asing dan arya tidak memberi kesempatan kepada maya untuk kabur. Arya menggendong maya dan menurunkan di ranjangnya. Situasi begitu panas saat mereka merajut asmara


Tok


Tok


Tok


"Mama,,,,"


Maya tersadar dengan apa yang dilakukan bersama arya. Maya dengan cepat mendorong arya hingga ia jatuh ke lantai.

__ADS_1


"Aduuhhhhhh".


Maya tak menghiraukan Arya dan cepat-cepat merapikan bajunya kembali. Maya membuka pintu,


"Reyhan"


"Mama, itu ada tamu ma"


"Siapa sayang?"


"Gak tau".


"Oke tunggu sebentar, mama pakai hijab dulu ya".


Maya sampai lupa kalau ia tak memakai hijabnya.


Maya dan reyhan menuju pintu keluar meninggalkan arya sendiri di kamar Maya.


"Maaf mau cari siapa ya pak?"


"Maaf nyonya, saya herman pegawainya pak Arya. Ini saya mau mengantar baju pak arya".


"Ohh begitu, baiklah pak". Maya mengambil bagpaper dari pak Herman.


"Saya permisi dulu ya nyonya".


Maya akan membawa bagpaper itu ke kamar,


"Reyhan tunggu disini sebentar ya, mama mau anter bajunya ke om Arya dulu".


"Iya ma". Reyhan menuju ruang keluarga dan menonton TV.


Celetakkk


Maya masuk kedalam kamar dan melihat Arya dengan berbaring di kasurnya.


"ini baju pak Arya. Cepat ganti baju dan segera pergi dari sini". Maya begitu kesal pada dirinya sendiri, kenapa ia bisa terbuai dan luluh dengan Arya. Padahal selama ini Maya begitu menjaga dan menutup dirinya dari lelaki.


"Terima kasih"


Arya mengambil bagpaper dan mengganti bajunya didepan maya.


"Aaaaa" Maya menutup matanya.

__ADS_1


"Kenapa kau menjerit? Nanti Reyhan mendengar jeritanmu".


"Kenapa bapak mesum banget sih, ganti baju di depan saya?"


"Kamu juga mesum, ganti baju didepan saya".


"Dasarrrrr bossss gilaaaaaaa!!!"


Maya berhampur keluar kamar meninggalkan Arya.


Arya yang melihat tingkah maya begitu geli dan membuatnya tertawa geli.


"Lambat laun kau akan Jatuh cinta kepadaku". gumamnya dalam hati.


Arya segera mengganti baju dan keluar dari kamar Maya.


Maya dan reyhan tengah Asyik menonton tv, tak lama Arya muncul.


"Papa dari mana?"


"Dari kamar mama".


"PAPA???????????????"


Maya begitu kaget mendengar Reyhan memanggil Arya dengan sebutan Papa.


"Reyhan, jangan asal bicara. Panggil yang benar".


"Iya ma,,,,,, Papa arya duduk sini".


Arya duduk di dekat reyhan.


"Reyhan, dia bukan papa rey, jadi panggil Om Arya".


"Sejak tadi sore Om Arya jadi papa rey ma".


"Hah????"


"Iya betul" Arya tersenyum dengan penuh kemenangan.


.


Maya masih dibuat bingung oleh kedua lelaki itu.

__ADS_1


Reyhan yang tiba-tiba memanggil papa Arya dan sikapnya begitu penurut dengan Arya.


Sehari saja Arya tinggal di rumah maya sudah bisa membuat Reyhan lengket dengannya.


__ADS_2