Mengejar Istri Yang Kabur

Mengejar Istri Yang Kabur
Mengejar Istri yang Kabur 18


__ADS_3

Arya mendekatkan wajahnya ke arah maya kemudian memiringkan kepalanya, seolah tau apa yang akan terjadi, maya memejamkan matanya. Kini mereka begitu dekat sangat dekat sekali, Arya ingin mengecup bibir maya yang selalu membuat candu untuknya. Saat Arya baru menempelkan bibirnya


Ting Tong......


Keduanya langsung terkejut dan Arya bangun dari duduknya berjalan membukakan pintu. Dilihatnya ada anak buahnya membawakan barang yang di pesan Arya.


.


"May, ini untukmu. Tapi maaf aku tak tau kamu suka apa tidak". Arya memberikan bingkisan untuk maya


"Ini apa?"


"Buka lah".


Maya membuka bingkisan itu dan dilihatnya 1 set gamis dengan hijabnya yang begitu cantik berwarna Maron.


"Maasyaa Allah cantik sekali. Ini untuk apa pak?"


"Saya mau malam ini kamu temani menghadiri acara".


"Tapi pak, tunanganmu ada. kenapa harus saya?"


"Ssssttttt.... kalau kamu menolak, kamu akan mendapat hukuman dari saya" Arya tersenyum menggoda Maya.


Tubuh maya merasa bergidik kalau mendengar hukuman dari Arya, takut ia akan melakukan hal lebih terhadap maya.


"Baiklah, tapi saya kabari shinta dulu"


"Iya".


.


Maya menelfon shinta dan mengatakan akan pulang terlambat karena ada lembur dari kantor. Maya menitipkan reyhan kepada adik sambungnya itu. Maya begitu sayang terhadap shinta dan mengganggap shinta seperti adiknya sendiri, shinta pun begitu terhadap Maya. Dia begitu bahagia mempunyai maya yang mau menerimanya.


.


Arya tengah sibuk mengecek file-file dari pusat yang masuk, sementara Maya mencari kesibukan di dapur Arya. Maya begitu heran, kenapa di Apartemen Arya begitu lengkap. Di dapur tersedia bahan makanan yang lengkap, di kamar mandi ada sebuah handuk pink dengan bordir nama Maya, ada meja rias wanita dengan tersusun rapi produk kecantikan yang biasa maya pakai.

__ADS_1


Dan saat membuka lemari, sudah tersusun rapi baju-baju wanita dari mulai daleman sampai gamis dan hijab pun sudah tersedia disana dan itu semua sesuai dengan ukuran Maya.


"Apa pak arya menyiapkan semua ini untukku??"


Maya berfikir keras sambil membuat cemilan untuk arya.


Setelah selesai, maya menghidangkan untuk Arya.


"Ini saya buatkan brownis keju untuk bapak".


"Terima kasih"


"Pak, saya mau tanya. Itu di kamar mandi ada handuk dengan nama saya apa bapak yang menyiapkan?"


"Iya"


"Gamis-gamis dan semua perlengkapan wanita itu juga untuk saya?"


"Iya semua untuk kamu. Kalau kamu nginep disini kan jadi gak susah mau apa-apa".


Arya mendekat ke arah maya,


"Karena Aku sudah pernah memegangnya. Paham?"


Maya mengingat-ingat kejadian waktu arya pernah menyentuh bagian sensitifnya. Karena malu maya hendak pergi meninggalkan Arya namun arya menahan maya.


"Maya boleh saya minta sesuatu?"


"Ada apa pak?!"


"Jangan panggil saya bapak"


"Terus mau di panggil apa??"


"Sayang"


"Hahahahahah gak mau!"

__ADS_1


"Panggil aku MAS"


"Iya mas Arya".


Maya berlalu pergi ke dapur dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, sementara arya memandangi maya saat berjalan meninggalkan Arya. Imajinasi Arya pun menjadi liar....


"Astagfirullah, aku harus menahan lagi. Jangan sekarang, aku tak ingin membuat maya meninggalkanku lagi. Aku harus menunggu waktu yang tepat" Arya menggeleng-gelengkan kepalanya untuk membuyarkan imajinasinya.


.


Setelah sholat isya' maya dan Arya sudah bersiap untuk pergi menghadiri acara jamuan.


Maya terlihat begitu cantik menggunakan gamis maron dengan kombinasi warna milo, sementara Arya begitu gagah dan tampan dengan stelan jasnya.


"Kau cantik sekali malam ini" Arya memandangi Maya


"Dasar gombal" Maya berusaha menutupi rasa gugup dan debaran di jantungnya.


Arya menjalankan mobilnya.........


.


Sampailah mobil mereka di sebuah Hotel bintang 5,


Semua tamu sudah hadir dan acara pun akan segera di mulai. Para tamu begitu kaget saat melihat Arya datang bersama Maya, pasalnya selama ini Arya tak pernah menggandeng wanita manapun untuk di ajaknya ikut dalam penjamuan seperti itu.


"Hallo tuan arya, apa kabar?"


"Baik tuan Surya"


"Siapa wanita cantik disampingmu itu?"


"Asistentku"


"Ohhh.... dia begitu cantik".


Banyak mata lelaki tergoda memandang Maya. Meskipun dengan balutan gamis dan hijab yang tidam glamour dipadu dengan make up nya yang tipis itu semua menjadi kan maya begitu cantik . Postur Maya yang begitu menggoda iman lelaki. Arya tidak senang ketika melihat lelaki lain begitu genit terhadap istrinya.

__ADS_1


__ADS_2