
Keesok paginya Maya segera menyiapkan sarapan dan membangunkan rey untuk sekolah.
"Ma, pagi ini mama yang nganter rey ke sekolah yaa?"
"Maaf ya sayang, pagi ini kak shinta yang akan mengantarmu. Tapi siang nanti mama yang akan menjemputmu yah".
"Iyah ma, oh iya kenapa bibir mama bengkak gitu ma?"
"Emmm digigit Tawon sayang".
Shinta yang mendengar penjelasan Mbak maya tertawa geli.
"Hahahahah tawon raksasa ya mb?"
"Husssss kamu ini ngomong apa".
Shinta terus tertawa melihat maya yang menyembunyikan rasa malunya.
"Ini semua gara-gara boss gila itu".
Setelah selesai sarapan, maya berangkat kerja dan shinta mengantar Reyhan ke sekolahnya.
.
Sampailah Maya di apartemen Arya.
Tiiiiingggggg tooongg
Arya membuka pintu dan dilihat maya sudah berdiri di depan pintu memandangi arya yang sehabis mandi hanya menggunakan handuk putih dililitkan ke pinggangnya. Jelas terpampang roti sobek dengan nyata ditambah rambut arya yang masih basah membuat wanita mana saja yang memandangnya pasti akan tergoda, sama halnya yang dirasakan Maya.
"Aaahhhhhh Maya menutup mata dengan kedua tangannya".
Arya langsung menarik tangan Maya dan mengajaknya masuk kedalam. Ia tak mau ada tetangganya yang mendengar jeritan maya.
"Lepasinnn pak" Maya berusaha melepaskan genggaman tangan arya.
Arya melepaskan genggaman tangan maya dan menguncinya di balik pintu.
__ADS_1
Arya mendekatkan badannya di hadapan Maya dan mencoba menggodanya. Maya yang takut memalingkan wajahnya.
"Pak, tolong jangan begini. Saya kemari untuk memenuhi tugas saya di kantor bukan memenuhi kepuasan hasrat pak Arya".
Arya mengarahkan wajah Maya dan kini keduanya bertatapan.
"Saya tidak akan melakukan hal mesum dengan wanita yang tidak saya suka!"
"Kalau begitu lepaskan saya"
Arya melihat bibir Maya yang masih bengkak, ia menarik maya dan mendudukkannya di kursi.
"Diam disitu jangan kemana-mana".
Maya diam dan hanya duduk di kursi tamu, tak lama Arya datang dengan sudah mengganti baju dan membawakan kotak obat.
"Bapak mau apa?"
"Tanggung jawab".
"Tanggung jawab apa pak?
Arya mengeluarkan obat dan akan mengoleskannya ke bibir Maya.
"Tahanlah sedikit, nanti akan sedikit perih tapi obat ini akan cepat menyembuhkan lukamu".
Arya mulai mengoleskan obatnya.
"Eeeesshhh aduhh pelan pelan pak"
"Ini udah pelan maya"
"Pelan lagi sedikiiittttt pakk, perihhh nihh, aahhhh".
Mendengar desahan Maya, malah membuat Arya terpancing hasratnya.
"Ya sudah kamu lakukan saja sendiri".
__ADS_1
Arya meninggalkan maya sendiri, ia berjalan ke meja kerjanya untuk mengambil berkas dan menenangkan hatinya.
"Aku harus bisa menahan hasratku untuk tidak memakannya sekarang. Tapi dia begitu menggodaku. Siaaalllll dia begitu cantik dan sangat menggoda" gumam Arya dalam hatinya.
Tak lama Arya kembali keruang tamu
"Ini berkas semalam, kamu selesaikan hari ini, jam 11 nanti kita akan menemui klien dari singapura"
"Baik pak".
"Ayo kita kekantor".
Maya dan Arya berangkat ke kantor,
Sampainya di kantor maya segera mengerjakan tugasnya.
"Maya, tolong buatkan saya kopi"
"Emm baik pak".
Maya meninggalkan tugasnya sebentar dan membuatkan kopi untuk Arya, Setelah selesai membuat kopi, maya kembali ke ruangannya.
"Ini pak"
"Iya terima kasih".
"Sama-sama pak, apa bapak sudah sarapan?"
"Belum"
Maya mengambil kotak makanan dari tasnya,
"Ini saya tadi pagi masak nasi goreng dan lauknya, jika bapak mau silahkan di makan pak untuk mengganjal perut bapak".
Arya mengambil kotak nasi dari maya dan membukanya.
"Baiklah akan aku makan"
__ADS_1
Maya kembali ke tempat duduknya sementara Arya sedang menikmati nasi goreng buatan istrinya sendiri.