Mengejar Istri Yang Kabur

Mengejar Istri Yang Kabur
Mengejar Istri yang Kabur 15


__ADS_3

Arya duduk di kursi kerjanya sambil memeriksa dokumen.


Maya yang baru datang ke kantor tak menyapa bahkan tak menghiraukan Arya.


Arya sesekali melihat ke arah Maya,


"Hari ini apa jadwalku?"


Maya mengambil buku agendanya


"Jam 10 bapak ada pertemuan dengan wakil direksi dilanjutkan jam 2 ada makan siang dengan klien kita dari PT Sinar Textile, Jam 7 malam ada pertemuan dengan para pimpinan perusahaaan textile".


Maya menjelaskan dengam cepat dan lugas tanpa basa basi.


"Ada hal lain yang bapak perlukan?".


Arya menatap Maya dengan begitu dalam, ia tahu bahwa maya begitu marah bahkan membenci arya karena masa lalu mereka yang pahit.


"Buatkan aku kopi"


"Baik".


Maya tak menatap ke arah Arya sama sekali. Ia hanya menundukkan pandangannya.


Saat akan membuatkan kopi, di pantry terdengar beberapa karyawan tengah bergosip.


"Eh tau gak kalian, itu si mbak may, beraninya godain pak Arya, Mana sekarang ruang kerjanya di dalem 1 ruangan sama pak Arya. Tambah genit tuh janda"


"Tiap hari aku lihat dia berangkat dan baliknya juga sama pak arya. Hmm ampun banget deh tuh perempuan"


"Memang bener yaa janda gatel"


"Ssssttt udah deh kita cepetan balik ke ruangan, ntar sambung pas jam istirahat".


Mereka pun membuka pintu keluar dan berlalu keruangannya. Maya bersembunyi di balik Vas bunga.


"Ngapain kami may?"


Maya menoleh ke belakang dan dilihatnya Hasan tengah memergokinya.


"Emm lagi nyari bros pak, tapi udah ketemu"


"Ohh... mau ke pantry ya?"


"Iya pak, mau buat kopi untuk pak arya".


"Aku mau 1 juga yaa".


"Baiklah".


Maya membuat 2 cangkir kopi, dan Hasan menemani Maya di pantry.


"May, beberapa hari ini aku jarang lihat kamu. Aku kangen"


"Haha kangen? yang benar saja pak"

__ADS_1


"Iyaa benar, kamu kemana aja?"


"Saya cuma bawahan yang mengikuti perintah atasannya".


"Jadi kamu ikut semua kegiatan pak Arya?"


"Iya, namanya juga perintah atasan. Ini kopinya pak, saya permisi dulu ya"


"Nanti malam mau gak kita dinner?"


"Tapi Reyhan?"


"Ajaklah reyhan, aku juga kangen sama dia"


"Baiklah kalau begitu".


Maya meninggalkan Hasan sendiri di pantry.


.


Maya kembali ke ruangannya,


"Ini kopinya" Maya meletakkan kopi di depan Arya, Saat akan pergi Arya menahan tangan maya.


"Maya tunggu"


"Ada apa lagi?, tolong lepaskan tangan saya pak"


"Maaf kan kesalahanku dulu may"


"Saya tidak mau membahas itu lagi. Tolong jangan ganggu saya"


"Aku sunggu meminta maaf"


"Tolong jangan begini, jauhi saya pak. Saya tidak mau jadi bahan gosipan"


"Siapa yang berani menggosipimu? kamu istriku"


"Jangan panggil istri karena itu tak layak"


Celetakkk


Sekertaris Arya membuka pintu dan melihat Arya dan Maya begitu dekat dan hampir berciuman.


"Maaf pak, saya tidak bermaksud memgganggu, di luar ada Nona Cia yang mau bertemu dengan bapak".


Maya melepaskan tangan arya yang memeluk pinggangnya.


"Suruh dia masuk" Arya.


Maya segera berjalan menjauhi Arya dan kembali ke tempat duduknya dengan perasaan kesal.


.


Cia masuk ke ruangan Arya.

__ADS_1


"Halloooo sayang, kamu lagi sibuk yaaa?"


Cia begitu manja kepada Arya,


"Iya lagi sibuk"


"Aku kangen tauu sama kamu, Eh wanita itu siapa?" cia menunjuk ke arah Maya.


"Dia Maya Asisstentku"


"Ohhhh".


Cia berjalan mendekati Maya,


"Hallo panggil aku Nona Cia, aku adalah tunangan Arya".


" Salam kenal nona Cia"


"Iya, aku harap kamu bisa jaga sikap dan tau diri, jangan sekali-kali kamu jatun hati kepada arya. Paham!"


"Baik"


"Cia, udahlah jangan keterlaluan. Kau kenapa kemari?"


Cia kembali ke arah Arya,


"Aku kangen sama kamu, dari kemarin kamu gak bisa dihubungi, aku khawatir jadinya kesini deh"


"Maaf aku sangat sibuk"


"Huh dasarrrr, ayo temani aku jalan"


"Gak bisa, sebentar lagi aku ada rapat"


"Hmmm gitu deh jeleknya kamu, gak pernah mau diajak jalan. Aku sudah jauh-jauh dateng kemari kamunya malah gitu" Cia begitu kesal.


"Tunggu jam makan siang, aku akan mengajakmu makan diluar"


"Benarkah??"


"Iyaa"


"Oke deh kalau gitu, aku mau ke mall dulu biar gak bosen".


"Iya terserah kamu".


Cia berniat mengecup bibir Arya namun arya menolaknya.


"Jangan lakukan itu, kita belum menikah"


"Aku gak masalah meski kita belum menikah. Toh nanti kita juga menikahkan?? Aku cuma minta 1 kecupan ajaaa".


"Rapat sudah hampir dimulai, aku mau ke ruang rapat, kamu pergilah"


Cia menghentakkan kakinya dengan kesal dan meninggalkan Arya dan Maya.

__ADS_1


"Ayo kita ke ruang rapat"


Maya mengikuti Arya ke ruang rapat.


__ADS_2