Menikah Dengan Artis

Menikah Dengan Artis
Bermain Bersama


__ADS_3

Tak terasa hari sudah pagi, persiapan sarapan sudah selesai. Ara ingin keluar rumah untuk berbelanja kebutuhan pesanan Bu Gita malam nantik bersama bibi Tutik. Ferdiansyah sedang menikmati sarapan karena pagi ini ada jadwal syuting.


"Mau kemana bik?" tanya Ferdiansyah ketika melihat bibi Tutik membawa keranjang belanjaan, setau dirinya bibi sudah belanja 2 hari yang lalu.


"Mau ke pasar nak Ferdiansyah, mau nemenin nak Ara."


"Mana orangnya bik?"


"Tadi ke kamar ambil dompet katanya."


"oh.." melanjutkan sarapannya, dan tibalah Ara dengan pakaian rumah dan jilbab instan nya.


"ayo bik, nantik panas kalau kesiangan."


"ya nak Ara." ucap bibi, Ara langsung menghampiri Ferdiansyah yang asik dengan sarapan nya.


Ferdiansyah masih tidak peduli dengan Ara yang berada di sampingnya sambil menatap dirinya.


"Bang Ara mau ke pasar." ucap Ara di samping Ferdiansyah.


" Ya terus? mau minta duit? tunggu bentar." ingin mengeluarkan dompet yang berada di dalam tasnya.


"bukan, Ara mau minta izin." mengambil tangan Ferdiansyah dan menciumnya seperti istri yang Sholehah kalau orang melihatnya.


Ferdiansyah yang langsung diperlakukan seperti itu terkejut dan syok melihat kelakuan Ara.


"kenapa?" tanya Ferdiansyah yang seharusnya bukan kalimat itulah yang ingin Ara dengar.


"ya sebagai istri yang Sholehah harus izin kepada suaminya kalau mau keluar. Lagian Abang juga udah tua jadi harus di hormati" perkataan awal membuat hati Ferdiansyah senang, tetapi setelah kalimat tua yang keluar dari mulut Ara membuat Ferdiansyah langsung menatap Ara dengan tajam.


"kalau saya muda dari kamu, kamu nggak bakal hormati saya?"sedikit garang.


"udahlah, Ara mau ke pasar malah debat di sini." mau berjalan tapi tangan Ara di cekal oleh Ferdiansyah.


"kenapa lagi?" ucap Ara dengan malas, bibi Tutik melihat perdebatan suami istri tersebut langsung meninggalkan tempat tersebut. Ia lebih baik menunggu di ruang tamu.


"mau ngapain ke pasar?" masih mencekal tangan Ara.


"Mau belanja, lepas nggak?" melihat tangannya.


"sorry...sorry..... Mau belanja apa?2 hari yang lalu bibi sudah belanja sekarang udh habis?" kepo Ferdiansyah sebenarnya ia ingin tau, apa yang Ara beli di pasar.


"kepo jadi orang, ini rahasia. assalamualaikum bye bye." lari Ara karena ia kesal di kepo an.


"yak... saya belum selesai ngomong, wa'alaikumussalam." kata Ferdiansyah teriak.


"kepo an banget jadi orang. Lihat sekarang bibi Tutik ntah kemana, gara-gara artis kepo jadinya Ara ke siangan." gerutu Ara sepanjang jalan menuju pintu keluar.


"udah siap nak Ara?" ucap bibi yang melihat Ara berlalu di depannya.


"kapan bibi di sini?"


" tadi nak Ara, ayo nak Ara kita pergi nantik ke siangan."


"ya Bi."


Ara begitu semangat ketika sampai di pasar, awalnya bibi ragu dengan kemampuan belanja Ara. Ternyata keraguan bibi langsung berubah menjadi kagum karena Ara begitu pandai dalam berbelanja keperluan dapur mulai dari meng harga sampai memilih bahan-bahan.


belanjaan Ara cukup banyak karena ia juga akan berencana membuat usaha kecil-kecil lan nya. Dari pada menganggur di rumah baik dia kerja dari rumah itulah yang dipikir Ara.

__ADS_1


Setelah dari pasar mereka berdua menuju rumah dan Ara melihat seorang anak kecil yang sedang berjalan ke arah rumahnya. Ara langsung turun dan menyuruh supir dan bibi langsung ke dalam.


"kenapa Khanza ke sini sendirian? Oma Khanza mana?"kata Ara khawatir karena Khanza tidak ada pengawasan.


"Oma tadi ke WC kak, jadi anza ke cini." kata Khanza, tiba-tiba seseorang berteriak dari ujung sambil memanggil nama Khanza.


"Khanza..." teriak Oma Khanza khawatir dan seorang wanita kelihatannya sudah memiliki suami, karena ketika ia keluar dari kamar mandi ia tidak bertemu dengan cucunya sedangkan baby sister nya juga ke toilet.


"kenapa keluar Khanza, Oma sama mbak Lela khawatir."ucap Oma khawatir


"iya, Khanza mbak khawatir. Maaf Bu saya teledor."menunduk merasa bersalah.


"ya nggak papa, lain kali jangan ulangi."


"Oma, anza mau main sama kakak ala. Boleh ya Oma?" dengan nada memohon.


"main di rumah aja ya.. nantik kak Ara nya capek." ibu Lia segan karena ia tahu bahwa cucunya cukup aktif.


"nggak papa kok buk, Ara senang ada teman main di rumah." jawab Ara senang.


"nggak keberatan nak Ara, soalnya Khanza anaknya aktif."


"nggak papa kok Bu."


"kalau gitu, mbak Lela temenin Khanza di rumah nak Ara aja ya... saya juga mau cek butik. assalamualaikum cucu Oma, Ara mbak Lela.


"wa'alaikumussalam Bu, Oma" ucap mereka serentak.


***


Bibi Tutik sudah menyusun bahan-bahan di meja dapur karena Ara akan langsung memulai membersihkan sayuran, memotong dan memasaknya. Masalah kulit risoles bisa nantik sore di buat. Untuk membuat isiannya cukup memakan waktu.


"mbak Lela, mau minum apa?"


"nggak papa mbak Lela, gini aja kalau misalnya mbak Lela haus ambil di dapur aja gimana?"


"boleh mbak." jawab Lela menyetujui saran Ara.


"Khanza mau minum apa?"


"anza Ndak haus kak, anza mau ain Ama kakak."


"nak Ara, itu bahan-bahannya udah bibi siapkan semua tinggal di eksekusi." ucap bibi dengan nada candaan.


"kakak ecekuci itu apa?" tanya Khanza ingin tahu.


"eksekusi sayang namanya, itu seperti melaksanakan, ya melaksanakan. Aduh ribet, gini maksud bibi Tutik itu mulai masak."


"mbak mau masak?"


"iya mbak Lela, tadi rencananya mau masak." ucap Ara dengan lucu.


"macak apa kak?"


"masak risoles."


"anza mau lihat." dengan semangat.


"tadi katanya Khanza mau main, kok jadinya mau lihat kakak masak?"

__ADS_1


"anza mau lihat kakak macak, ainnya antik aja."


"nggak papa mbak Lela?"


"nggak papa kok mbak Ara, tapi Khanza harus ingat kata Mbak nggak boleh ganggu kakak Ara sedang masak." peringat mbak Lela kepada Khanza.


"iya mbak Lela, anza Ndak ganggu."


Ara sudah mulai mengupas wortel, dan kentang, mbak Lela yang melihat langsung membantu. Bibi Tutik sedang membersihkan ayam untuk isiannya juga. sedangkan Khanza duduk di kursi supaya bisa melihat apa yang di lakukan orang-orang dewasa tersebut.


"jadinya ngerepotin mbak Lela." segan Ara sambil tersenyum.


"nggak papa kok mbak Ara, ini mah udah biasa bagi Lela." dengan nada percaya dirinya, memang Lela tipe orang yang mudah akrab.


"ngomong-ngomong mbak Lela udah punya suami?"


"udah mbak Ara, saya juga udah punya anak."


"brapa mbak?


"2 mbak 1 laki-laki umur 9 tahun 1 lagi perempuan umur 6 tahun."


"trus anak mbak tinggal sendiri di rumah?"


"nggak mbak, mereka tinggal sama Mak saya, lagian saya kerja dari pagi sampai sore."


"suami mbak kemana?kerja?"


"suami saya kerja mbak, kadang kerjanya ada kadang tak ada. Ini Lela jadi baby sister untuk tambah-tambah mbak. Alhamdulillah semenjak jadi baby sister Khanza ekonomi saya baik. Walaupun harus ninggalin anak dari pagi sampai sore mau gimana lagi kalau tak kerja mau makan apa mbak. Oalah kok aku malah curhat." ucap Lela


"hahahaha santai aja mbak Lela, malah Ara nggak enak sama mbak Lela ngerepotin mbak Lela."


"nggak papa mbak Ara." memotong sayuran sesuai arahan Ara yaitu dadu-dadu.


"kak anza AU antu akak juga."


"Khanza duduk manis di sana ya.. kakak takut nantik tangan Khanza luka trus Khanza di larang Oma main sama kakak lagi karena lihat tangan cucunya luka trus nantik papa anza marah sama kakak. Khanza mau?"


"Ndak AU, anza di cini aja lihat kakak ala sama mbak Lela."geleng kepala.


"anak pintar" ucap Ara dengan tersenyum. Mbak Lela tersenyum melihat kelakuan Ara dan Khanza.


untuk membuat isian risoles sudah selesai dengan melalui berbagai macam kelakuan lucu dari Khanza. Sekarang waktunya makan siang, Khanza makan bersama Ara begitu pala dengan bibi dan mbak Lela. Khanza begitu tenang dan tidak nakal sama sekali ketika di rumah Ara, ia begitu penurut dan mau di bilang. Mbak Lela yang melihat kelakuan anak majikannya merasa aneh pasalnya ketika di rumah Khanza berbanding terbalik ketika di rumah Ara walaupun tidak parah.


Setelah makan dan shalat, mereka bermain bersama. Khanza begitu bahagia walaupun dengan alat bermain seadanya. Awalnya mbak Lela mau ke rumah untuk mengambil mainan Khanza tetapi Ara melarangnya karena itu akan membuat mbak Lela capek. Dan jadilah sekarang mereka bertiga bermain mewarnai dengan kertas Avs dan alat warna seadanya. Sedangkan bibi Tutik melanjutkan pekerjaannya di belakang.


"Mbak Ara titip Khanza ya, Lela mau ke kamar mandi dulu, soalnya udah kebelet." memegang perutnya.


"Ya mbak Lela."


"mana hp aku ya...."mencari hp nya dan ingat hpnya tertinggal di kamar. "Khanza tunggu di sini dulu ya, soalnya kakak mau ambil hp kakak di kamar."


"iya kak."masih asyik dengan mewarnai.


ketika Khanza asyik dengan mewarnai seseorang masuk tanpa berkata ataupun mengucap salam. Seseorang itu terkejut melihat seorang anak kecil berada di rumahnya.


sekian dulu ceritanya


ini cerita perdana Ku jadi harap maklum kalau ada kata-kata yang salah dalam penulisannya.

__ADS_1


jangan lupa vote dan follow


terimakasih 🙏🏻


__ADS_2