
Ferdiansyah sudah pergi bekerja dan Ara sedang duduk bersama buku panjangnya, ia berniat akan membuka usaha makanan dari rumah. Modal yang diperlukan sudah ada dan banyak orang yang menyukai makanannya setelah pesanan dari Bu Gita.
"ya Allah, Ara lupa kasih tau bang Ferdi. Kalau Ara pinjam dapurnya untuk jualan." menepuk jidatnya saking asyiknya membuat catatan di bukunya.
drit.... drit.... (anggap aja getaran hp)
awalnya Ara ragu mengangkatnya karena nomor yang tidak ia kenal. Dengan hati-hati Ara mengangkat nya.
"halo.. assalamualaikum." kata Ara lembut.
"ya wa'alaikumussalam, apakah ini benar dengan Ara?"
"oh ya Buk? ada apa ya?" Ara sedikit cemas, pasalnya orang yang menelfon nya mengetahui namanya.
"gini..., saya mau pesan kue 100 buah untuk sore sekitar jam 3 sore, apakah bisa?"
"bisa buk, tapi antarnya kemana ya?"
"ke gedung fxxx."
"oh bisa buk, tapi kalau diantar pakai biaya ongkirnya buk."
"kalau ongkir aman nantik bilang aja semua jumlahnya, saya tunggu nantik, terimakasih Ara."
"ya buk sama-sama, eh tapi ini dengan ibu siapa ya? trus dapat nomor Ara dari siapa? soalnya Ara nggak ada masukkan ke sosial media."
"saya Bu Fitri. saya dapat nomor kamu dari Bu Gita. pas acara kemaren saya makan kue kamu dan enak di lidah saya jadi saya mau pesan untuk staff disini."
"oh gitu buk, oke Buk Fitri nantik Ara chat total biaya semuanya, terimakasih buk assalamualaikum."
"wa'alaikumussalam." panggilan berakhir.
"yes........" teriak arak dengan mengayunkan kedua tangannya kebelakang dengan semangat. "Alhamdulillah ya Allah engkau maha pengasih dan penyayang." Ara mengarahkan kedua tangannya, bibik yang melihat kelakuan Ara hanya geleng-geleng kepala.
setelah membereskan bukunya Ara langsung menuju ketempat TKP di mana ia akan memulai persiapan pesanannya. Untuk isian dan kulitnya sudah selesai sebelum Zuhur. Dan ia akan melanjutkan sesudah shalat Zuhur. sebelumnya Ara sudah memberitahu kan kepada Bu Fitri total seluruhnya dan Bu Fitri setuju.
***
"nak Ara yakin pergi sendirian? nggak mau bik Tutik temenin?" bibik Tutik melihat Ara yang menyusun kue di Honda nya. Ara memakai helm dan siap akan berangkat. Walaupun belum mengetahui seluk beluk kota tempat tinggalnya ia pernah lewat gedung tersebut jadi ia ingat jalan walaupun lupa, ia akan menggunakan share lokasi yang diberikan Bu Fitri.
"kalau gitu Ara pergi ya bik, assalamualaikum." salam dengan bibik.
"wa'alaikumussalam hati-hati nak Ara."
"ya bik." Honda Ara sudah melaju keluar gerbang.
(gambar hanya ilustrasi)
__ADS_1
selama perjalanan Ara begitu menikmatinya kiri kanan gedung-gedung tinggi yang tersusun. Memang aja sekarang tinggal di kota besar.
sekitar 15 menit akhirnya ia tiba di gedung fxxx. ia langsung memberitahu kepada satpam dan satpam membantunya untuk kedalam sambil menenteng kantong yang berisikan makanan tersebut.
"mari ikut saya, tadi Bu Fitri bilang langsung ke lantai 10." kata pak satpam yang berusia sekitar 40 an.
"oh ya pak terimakasih pak, sudah bantu saya."
setibanya dilantai 10 pak satpam menuju ke ruangan yang paling ujung yang di ikuti Ara dibelakangnya.
"permisi buk, ini pesanan ibuk."
"oh ya silahkan masuk."
"assalamualaikum." kata Ara
"oh" terkejut
"wa'alaikumussalam" kata Bu Fitri, pasalnya ia tidak menyangka bahwa yang akan mengantar kue pesanannya adalah istri Ferdiansyah. "kamu bukannya istri Ferdiansyah?"
"ha? Ibuk tau dari mana?"
"saya pergi ke pernikahan kalian, trus wajah kamu juga pernah jadi sorotan media, saya nggak nyangka Ara yang di maksud Bu Gita itu adalah kamu. Ternyata kamu juga pintar masak ya, makanan yang kamu buat enak sekali."
"Ara juga masih belajar masak kok buk."
"oh ya Ferdiansyah ada di sini juga, kamu mau ketemu sama dia juga? biar nantik saya antar ke sana."
"hebat kamu, udah cantik, pintar masak juga pasti Ferdiansyah betah ya di rumah."
"betah dari mana, yang ada sering keluar."batin Ara.
Ara hanya menjawab dengan senyuman, tiba-tiba handphone Ara berbunyi.
"Ara permisi dulu buk, soalnya Ara mau angkat telfon."
"disini aja Ra, pasti dari suami kamu."
memang benar orang yang menelfon Ara adalah Ferdiansyah, Ara berfikir apakah Bu Fitri adalah seorang cenayang atau menganut suatu ilmu mistis.
"tumben dia telfon pasti ada maunya."
"kenapa nggak diangkat Ra."
"ya buk, ini mau di angkat." segan
"assalamualaikum bang."
"wa'alaikumussalam, kamu dimana? tadi saya lihat kamu lagi di gedung fxxx."
__ADS_1
"emang Ara di sini."
"kenapa kamu ke sini, kamu mau mata-matai saya?"
"Ara antar pesanan."
"pesanan apa?"
"nantik Ara jelaskan di rumah, Ara tutup dulu assalamualaikum." Ara langsung menutup telfonnya. sedangkan Ferdiansyah kesal karena ia ingin mendengar pesanan apa yang di antar Ara. Ara langsung mematikan nada dering handphone nya sedangkan Ferdiansyah terus memberikan pesan kepada Ara.
"sudah selesai telfonnya Ra?"
"sudah buk, oh ya buk Ara mau balik ke rumah lagi."
"kenapa cepat kali pulangnya? nggak minum dulu? oh ya ini uang kuenya Ra."
"nggak usah buk, ngerepotin nantik. terimakasih banyak buk."memasukkan uang tersebut ke tas selempang nya.
"gini Ara, kamu bisa bantu saya nggak?" sebenarnya Bu Fitri beralasan karena ia ingin mengobrol-ngobrol dengan Ara.
"bantu apa ya buk?"
"kamu bisa teman kan saya ke ruangan rapat untuk letakkan kue ini?"
"bisa buk." langsung mengambil kotak kue tersebut.
ketika berjalan menuju ruang rapat Bu Fitri tersenyum dan Ara sendiri ia bersikap seperti biasa tanpa mengetahui apa yang akan terjadi dan apa yang akan Bu Fitri lalukan.
ketika pintu di buka Bu Fitri masuk terlebih dahulu dan orang-orang yang berada di dalam menyambut nya dengan hormat hanya satu orang yang sibuk dengan handphone nya. Ara yang berada di belakang Bu Fitri terkejut melihat seorang laki-laki yang asyik dengan handphonenya tanpa menoleh ke arah pintu yang terbuka.
"ayok Ra ikut saya." Kat Bu Fitri, mendengar nama Ra di panggil, Ferdiansyah langsung menoleh ke arah suara tersebut. Ferdiansyah memandang dengan terkejut sedangkan Ara sudah meletakkan kotak kue tersebut di meja bersama Bu Fitri.
"oh ya ini ada Hadiah dari istri Ferdiansyah, dia kasih kita kue buatan dia, ayo di coba." ucap Bu Fitri tersenyum, semua staff langsung mengambil kue tersebut dan menikmatinya. Ara bingung karena ucapan dari Bu Fitri, bukankah Bu Fitri sudah membayar kue tersebut tetapi mengapa ia mengatakan seolah-olah ialah memberinya.
"wah kuenya enak, cocok ni buat buka usah kau Ara." ucap salah satu staff
"iya kak Ara kuenya enak" staff lainnya. Ara yang mendengar tersenyum dan menyuruh mereka makan kembali.
"pasti Lo bahagia Ferdiansyah, tiap hari di masakin seenak ini." kata staff lainnya, Ferdiansyah hanya memberikan senyuman. Masalah Ferdiansyah berada di tempat tersebut adalah ia dikabarkan bertemu dengan mantannya dan itu membuat berita heboh dan akan berakibat dengan agensinya.
Bu Fitri membuat seolah-olah rumah tangga yang dilakukan oleh Ferdiansyah baik-baik saja, ia langsung menyuruh staff membuat suatu vlog mengenai kedatangan istri Ferdiansyah membawa kue untuk suami bersama staff lainnya. Tanpa Ara ketahui maksud dan tujuan Bu Fitri membuat tersebut karena ia jarang melihat gosip-gosip mengenai artis.
"kami permisi dulu." membawa Ara keluar ruangan setelah mereka melakukan vlog.
sekian dulu ceritanya
ini cerita perdana Ku jadi harap maklum kalau ada kata-kata yang salah dalam penulisannya.
jangan lupa vote dan follow
__ADS_1
terimakasih 🙏🏻