Menikah Dengan Artis

Menikah Dengan Artis
Hal yang terjadi


__ADS_3

flashback on


Ferdiansyah mendapat telfon dari Auristela bahwa ia sudah berada di negaranya, dan ia meminta Ferdiansyah datang ke bandara.


Ferdiansyah yang mendapat kabar tersebut langsung ke bandara dan ingin menjelaskan semuanya. tetapi Auristela tidak memberikan Ferdiansyah berbicara ia terus berbicara dan memeluk Ferdiansyah di depan banyak orang, hal tersebut langsung membuat wartawan dan awak media langsung meliputnya.


semenjak itu berita mengenai Ferdiansyah dan Auristela menjadi hangat diperbincangkan. Ara sendiri tidak tau mengenai pemberitaan tersebut karena ia jarang membuka televisi dan sosial media palingan ia hanya m UUengecek wa dan pesan yang masuk saja. sebelumnya Ara sudah diberitahu oleh kakak tempat ia bekerja dulu tetapi Ara hanya menganggap itu hanya gosip belaka.


flashback off


Ara dan Ferdiansyah sekarang berada di sebuah ruangan, mereka hanya berdua di dalam karena itu adalah permintaan sang artis. selama di dalam ruangan mereka hanya diam, Ferdiansyah yang bingung mau mengucapkan sesuatu mulai dari mana.


"kenapa diam, kalau seperti ini juga mending Ara pulang aja." mulai berdiri.


"tunggu, saya mau jelaskan semuanya sama kamu."


"jelaskan apa?" bingung Ara.


"saya..., saya...." menghindari tatapan Ara


"saya apaan sih?kalau mau jelaskan itu yang jelas bukannya saya, saya, saya."


"saya jemput Au di bandara ketika ia menelfon, ada seseorang yang memotret kami dan sekarang beritanya sama fotonya tersebar dan saya mohon sama kamu untuk membantu saya." Ara yang mendengar penjelasan Ferdiansyah diam melihat Ferdiansyah sambil tersenyum mengejek.


"karena ini kau minta bantuan ku." batin Ara mengejek.


"bantuan apa?"


"bersikaplah seperti suami istri bila bersama ku."


"itu sudah kita lakukan, jadi tak perlu di ingatkan kembali. Karena Ara tau kok, oh ya kalau ini aja Ara mau permisi dulu mau pulang soalnya ada pesanan lagi, assalamualaikum." melangkah menuju pintu.


"tunggu." ucap Ferdiansyah membelakangi Ara yang berhenti mendengar pujian Ferdiansyah.


"apa lagi?"


"saya juga ingin pulang karena urusan di sini sudah selesai, jadi kita harus pulang bareng."


"nggak bisa Ara bawa motor."


"apa? kamu bawa motor? emangnya udah punya SIM?"


"wahai bapak Ferdiansyah yang terhormat, saya sudah memiliki SIM dan jangan khawatir karena saya sudah ahli." ucap Ara formal.


mereka berdua berdebat untuk pulang bersama, akhirnya mereka memutuskan pulang bersama dengan membawa kendaraan masing-masing.


selama Ara dan Ferdiansyah berbicara, Bu Fitri dan rekan pekerjanya membuat suatu ide yang mana Ferdiansyah dan Ara harus pulang bersama, karena Bu Fitri mengetahui bahwa Ara kemari mengendarai sepeda motor. agar terlihat lebih romantis dan untuk menutupi berita tersebut mereka akan membocorkan ban mobil Ferdiansyah agar mereka pulang menaiki sepeda motor.


"sudah selesai pak."


"sudah Bu Fitri."


tok tok tok


"assalamualaikum Bu Fitri, Ara mau pamit pulang dulu terimakasih banyak udah pesan kue buatan Ara."


"iya saya juga terima kasih banyak udah antar sampai ke sini."


"saya juga mau pulang, karena urusan di sini sudah selesai."


"assalamualaikum buk." ucap Ara

__ADS_1


"wa'alaikumussalam." tersenyum puas.


setibanya di parkiran Ferdiansyah kesal karena ban mobilnya kempes. Ferdiansyah langsung mengambil handphonenya lalu menelfon Ara.


"halo, kamu masih di depan?"


"iya kenapa?"


"saya nebeng sama kamu."


"kamu kan bawa mobil ngapain nebeng sama Ara?"


"ban mobil saya kempes, saya ke depan sekarang." langsung di matikan oleh Ferdiansyah yang membuat orang yang di sebrang sana menggerutu.


***


"kamu nggak ada helm lagi?"


"nggak Ara cuma bawa satu."


"ya udah kita berangkat aja, saya nggak usah pakai helm."


"oh tidak bisa. nantik kita di tilang gimana? tadi aja ada razia."


"itu urusan bisa diatasi cepat kita pulang aja saya capek."


"nggak bisa, Abang pulang pakai ojek online atau taksi online gitu kan bisa."


ketika mereka berdebat, pak satpam menghampiri mereka. karena inilah waktunya pak satpam beraksi.


"kenapa mas Ferdi?"


"gini Lo pak, kami mau pulang tapi bang Ferdi nggak punya helm, lagian tadi ada razia di jalan, jadi Ara suruh pakai ojek online pulangnya."


"boleh pak, mana helmnya pak? saya mau cepat-cepat pulang soalnya pak."


" oke mas saya ambil dulu ya." mengambil helm tersebut, sebenarnya itu bukanlah helm yang tertinggal tetapi helm yang telah di siapkan oleh Bu Fitri karena rencana mereka akan memerlukan atribut seperti itu.


"terimakasih pak.


"ya sama-sama mas Ferdi." kembali ke posko.


"biar saya yang bawa." ucap Ferdiansyah dan Ara duduk di belakangnya.


meskipun mereka memakai motor matic tetapi kesannya gimana-gimana gitu 🤭🤭 (author)


ketika mereka ingin pergi seseorang telah mengabadikan mereka berdua dengan kamera, siapa lagi kalau bukan suruhan Bu Fitri.


Ara yang di belakang masih menjaga jarak, tidak ada pegangan ataupun pelukan seperti di drama-drama, yang ada hanyalah suara angin dan klakson pengendara.


"kamu lapar nggak?" suara Ferdiansyah diikuti angin.


"apa?"teriak Ara di belakang. " Ara nggak dengar." mau tidak mau Ara memajukan tubuhnya ke depan arah kiri.


"kamu lapar nggak? saya lapar kita makan dulu ya." menoleh kesamping kiri agar Ara mendengarnya


"boleh, kita makan di dekat taman aja soalnya tadi Ara lihat banyak makanan di sana."


"restoran atau cafe aja." Ferdiansyah memberhentikan motornya ketika lampu merah. Mereka juga masih asyik dengan obrolan mengenai makan di cafe dan di kaki lima. Tanpa mereka sadari, pengendara lain melihat tingkah mereka, Karena Ferdiansyah hanya menggunakan helm tanpa masker ataupun kaca mata begitu juga dengan Ara jadi mereka langsung di kenali. Ada beberapa pengendara merekam maupun memfotonya.


"nggak, Ara maunya di kaki lima, tadi ada siomay di sana."

__ADS_1


"di restoran juga ada siomay."


"beda rasa, di taman aja."


"oke-oke." mengendarai motornya kembali setelah lampu hijau menyala.


***


"Gimana enak kan?"


"emmm"


"disini itu banyak makanan ada bakso, siomay, rujak, mie ayam, batagor." Ara dan Ferdiansyah menjadi pusat perhatian para pengunjung taman dan penjual kaki lima.


"Ya ya ya makan dulu baru cerita."


"makan kamu banyak juga ya." ucap Ferdiansyah karena ia melihat Ara memesan mie plus bakso padahal ia sedang memakan siomay.


"ya bisa dibilang begitu."


"tapi badan kamu nggak gendut."


"rezeki berarti."


"biasanya orang banyak makan itu badannya gendut."


"Ara luar biasa."


"kapan kamu gendutnya."


"mungkin pas Ara hamil." ucap Ara sembarangan membuat keduanya terdiam.


"ini neng mie ayam plus bakso uratnya." kata penjual bakso.


"makasih pak."


"mumpung ada penjual bakso." batin Ara


"jadi kapan gendutnya?" Ferdiansyah menjahili Ara yang sedang memegang mie ayam.


"ada masanya nantik, udah lah Ara mau makan."


"jangan banyak-banyak cabe nya nantik kamu sakit perut." mengambil mangkuk yang berisi cabe yang di pegang Ara.


"nggak kok, kalau nggak pedas nggak berasa."


"tadi kamu makan siomay udah pakai cabe, segitu aja udah cukup."


"tapi.."


"udah dengarkan kata suami."


"ngeselin, bismillah." langsung memakan mie ayamnya.


"saya nggak sabar nunggu kamu gendut." iseng Ferdiansyah.


"bisa diam nggak, Ara mau makan."


sekian dulu ceritanya


ini cerita perdana Ku jadi harap maklum kalau ada kata-kata yang salah dalam penulisannya.

__ADS_1


jangan lupa vote dan follow


terimakasih 🙏🏻


__ADS_2