Menikah Dengan Artis

Menikah Dengan Artis
Ha?


__ADS_3

Ara, Bu Lia, Bik Tutik, dan mbak Lela berhenti karena ada mobil yang berhenti di samping mereka. Seorang laki-laki keluar dari mobil


tersebut dan menyalami ibu Lia.


"siapa dia?" batin Ara bingung masih menggendong Khanza.


"papa papa."ucap Khanza semangat.


Ara terkejut ketika Khanza menyebut laki-laki tersebut adalah papa dan Ara juga tambah terkejut karena laki-laki tersebut menuju arahnya.


"Khanza kok gendong?" tanya laki-laki itu dengan suara lembut yang membuat Ara yang menggendong Khanza terpaku. Bukan jawaban yang laki-laki tersebut dapat melainkan senyuman Khanza.


"Khanza turunnya, biar papa Adnan yang gendong. Kasihan kakaknya capek." mengulurkan tangannya agar Khanza mau gendong dengan dirinya. Khanza yang mendengar menguatkan pelukannya.


"duh kok gugupnya, rileks-rileks Adnan."batin nya agar kuat karena ia sekarang berhadapan dengan seorang anak kecil dan wanita berhijab yang masih menggendong anaknya.


"maaf pak, biar saya aja yang gendong. Nggak papa kok." kata Ara tak kuat karena laki-laki tersebut masih di hadapan dirinya.


"Tapi nantik mbak......" jawab Adnan.


"Ara pak, nggak usah panggil mbak pak. panggil Ara aja."


"saya Adnan, jangan panggil pak rasanya saya ketuaan." jawab Adnan tersenyum.


"saya jadinya nggak enak, takut ngerepotin kamu Ara."


"nggak apa-apa kok pa.. eh bang."


"Abang? boleh juga"batin Adnan


"kamu pergi nak? soalnya acara mau di mulai?"kata Bu Lia.


"boleh Bu, Adnan parkir mobil dulu." langsung memarkirkan mobilnya ke dalam rumah.


ketika mereka jalan tanpa menunggu Adnan, Khanza tiba-tiba minta barengan dengan papanya.


"Ama papa." kata Khanza


"Khanza mau sama papa? ya udah kita tunggu papa Khanza dulu kalau gitu." jawab Ara.


"kenapa Ra?" kata Bu Lia.


"Khanza minta tunggu papanya Bu."


"kalau gitu kita tunggu aja sama-sama."


Tiba-tiba mobil datang dan menghampiri Ara, orang tersebut adalah Ferdiansyah yang sejak tadi melihat kegiatan Ara. Ferdiansyah menghampiri Ara tanpa berkata tetapi tatapannya mengarah ke tiga wanita yang berada di dekat Ara yaitu mbak Lela, ibu Lia dan bik Tutik. Melihat tatapan tersebut wanita bertiga itu pergi dan melanjutkan perjalanan menuju rumah Bu Gita karena mereka mengerti bahwa Ferdiansyah ingin berbicara berdua dengan Ara.


"kenapa?" tanya Ara bingung karena tadi Ferdiansyah mau pergi keluar.


"saya mau kasih ini." Ferdiansyah memberikan handphone yang terbilang mahal untuk Ara.


"handphone Ara masih bagus." tolaknya halus.


"kamu jangan ke ge'eran ini saya kasih karena hp saya sudah ada, dan hp ini juga hadiah bukan saya yang beli. Ambil kalau kamu mau buang terserah saya malas buangnya bagus untuk kamu." mengambil tangan Ara.


"emangnya Ara tempat sampah, dari pada di buang bagus di simpan."


"terserah kamu." cuek Ferdiansyah yang masih berada di sana. sebenarnya ia ingin tau siapa laki-laki tersebut mangkanya ia beralasan memberikan hp kepada Ara.


"ngapain masih di sini? bukannya ada urusan?"


"terserah saya." tiba-tiba seseorang tiba dan ikut bergabung dengan mereka bertiga.


"Hay... kamu Ferdiansyah kan?" kata Adnan menjabat tangan Ferdiansyah.

__ADS_1


"ya saya Ferdiansyah. Apakah saya kenal anda?"


"saya Adnan, perusahaan online shop yang bekerja dengan anda."


"oh ya ya, maaf saya lupa. Anda berbeda kalau sedang di luar kantor." kata Ferdiansyah tersenyum tipis.


"kenapa masih di sini Ra?" tanya Adnan, Adnan yang melihat Ara dengan seseorang laki-laki.


"tadi Khanza katanya tunggu papanya." jawab Ara.


"kenapa masih di sini? katanya mau pergi." kata Ara kepada Ferdiansyah.


"ya saya mau pergi." melangkah pergi dengan wajah kesal.


"kamu siapanya Ferdiansyah?" mengambil alih gendongan. sekarang Khanza sudah berada di gendongan papanya.


"Ara istri nya bang."


"oh." terkejut karena ia tidak tau kalau Ferdiansyah sudah memiliki istri.


"kenapa bang?"


"oh, Abang nggak tau kalau Ara sudah menikah."


"kok pakai Abang segala sih, mulut-mulut. kelihatannya dia nggak terganggu kalau aku sebut diriku Abang."batin Ferdiansyah


"ya nikahnya baru bang."


"pa lama Agi?" kata Khanza.


"nggak kok sayang, Khanza mau apa?" jawab Adnan.


"mau susu."


"tunggu bentar ya nak, tas nya Khanza sama mbak Lela."


Suasana di rumah Bu Gita sudah ramai, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Seseorang menghampiri Adnan dan Ara.


"eh ada pak Adnan, Khanza nya kenapa?" Bu RT.


"ya Bu RT, Khanza mau minum susu buk, ini lagi cari mbak Lela soal tas keperluan Khanza sama dia."


"oh tadi ibu lihat mbak Lela lagi di ruang tengah, perempuan di sana semua. kalau laki-laki di depan."


"kalau gitu makasih banyak Bu RT."


"Ara barengan sama pak Adnan?" Bu RT Beru sadar ada Ara di sana.


"ya Bu, tadi juga samaan juga sama Bu Lia, buk Tutik dan mbak Lela."


"nak Ferdiansyah kemana nak?"


"Abang lagi ada urusan mendadak tadi Bu."


"pa, AU Ama unda." mendadak Khanza berbicara, panggilan tersebut membuat Bu RT bingung.


"kalau mau sama kak Ara, Khanza jalannya kasihan kakaknya nantik capek." ucap Adnan, yang mendapat anggukan dari Khanza.


"unda pa, ukan kakak."


"ya bunda."ucap Adanan yang membuat Ara terkejut.


"ayo unda."


"ya Khanza, kalau gitu Ara kedalam dulu ya buk." melangkah pergi bersama Khanza yang berada di sampingnya.

__ADS_1


"ya nak Ara."


"saya juga buk RT mau ke dalam."


"ya pak Adnan."


untuk posisi duduk sekarang adalah bagi perempuan berada di ruangan tengah sedangkan laki-laki di ruang depan. Khanza sudah mendapatkan keinginannya yaitu susu dan ia juga sudah duduk anteng bersama Ara. setiap orang yang melihat pasti menganggap Khanza adalah anaknya Ara.


"brapa umur anaknya mbak?" orang berada di sebelah Ara. ibu Lia, bik Tutik dan ambak Lela yang mendengar tersenyum.


"apa? oh 3 tahun mbak."


"lucunya, tambah imut pakai jilbab. Nggak rewelnya di pakaikan jilbab." orang tersebut melihat Khanza yang asik dengan minum susu.


Ara menanggapinya dengan tersenyum, orang yang berada di samping Ara terus ngomong dan bertanya ini dan itu. ia adalah saudara dari pemilik rumah yaitu Bu Gita. ia bernama Dwi dan sekarang masih kuliah semester 1.


Selesai berdoa acara selanjutnya makan-makan. Ara ingin mengambil makanan tetapi tidak bisa karena Khanza tidak mau jauh dari Ara. Kalaupun Khanza di bawa maka dia akan kesusahan.


"biar bibik aja yang ambil nak Ara."melihat Ara yang tidak di beri izin Khanza.


"nggak usah Bik, nantik Ara ambil sendiri aja." ucap Ara tidak enak.


sebelumnya Bu Lia memberi tau kepada Adnan bahwa anaknya tidak mau di bujuk untuk mengizinkan Ara mengambil makanan.


"mbak Ara nggak makan?"


"ya Dwi, bentar lagi Dwi."


Tiba-tiba Adnan datang dengan membawa piring makanan lengkap dengan lauk pauknya.


"makan dulu Ra." Adnan menyerahkan piring tersebut ke Ara. Ara bingung di buatnya.


"nggak usah bang, nantik Ara ambil sendiri." tolaknya halus.


"rezeki nggak boleh di tolak ra." meletakkan di depan.


"anza sama papa dulu ya biar bunda makan dulu ya." menggendong Khanza dan mengajaknya ke ruang depan.


"so sweet banget sih mbak Ara." dari tadi Dwi memperhatikan interaksi yang dia anggap adalah suami istri tersebut.


"itu nggak yang seperti kamu lihat Dwi. Sebenarnya dia bukan su..." terpotong oleh Dwi.


"udah mbak Ara, makan aja mbak. suami sendiri Lo yang ambilkan." goda Dwi.


Acara tersebut sudah selesai, Bu Gita beserta suami begitu senang karena acara berjalan dengan lancar. risoles pesanan ia juga habis ada juga sampai-sampai meminta nomor pembuat kue kepada Bu Gita dan Bu Gita memberikannya.


"terimakasih banyak Bu Gita, Ara pamit dulu. Assalamualaikum."


"wa'alaikumussalam Ara."


Ara melihat Adnan menggendong Khanza yang sudah tertidur. disana ada Bu Lia, Mak Lela dan bik Tutik menunggu Ara.


"Khanza nya udah tidur buk?"


"udah Ra, tadi di gendong papanya eh malah tidur, memang jam tidurnya Ra."


mereka semua pulang dengan berjalan kaki, Ferdiansyah yang sudah pulang terlebih dahulu melihat kedekatan antara Ara dan Adnan seperti suami istri yang tengah bahagia bersama putrinya.


"kenapa pula gue peduli."batin Ferdiansyah langsung masuk ke dalam rumah.


sekian dulu ceritanya


ini cerita perdana Ku jadi harap maklum kalau ada kata-kata yang salah dalam penulisannya.


jangan lupa vote dan follow

__ADS_1


terimakasih 🙏🏻


__ADS_2