Menikah Dengan Artis

Menikah Dengan Artis
Damai dan Tentram


__ADS_3

siang hari terik matahari begitu menyengat, dan suasana cukup panas. Enaknya minum-minuman yang dingin.


Ferdiansyah sendiri sudah pergi ke lokasi syuting karena ada syuting iklan yang akan ia isi.


"hafiz mau nggak aunty Ara buatkan es kepal?"tanya Ara di samping hafiz yang sedang bermain dengan legonya.


"boleh aunty, tapi kata mama nggak boleh banyak-banyak esnya."


"pintarnya, anak siapa sih?" gemas Ara mencubit kedua pipi hafiz.


"anak papa gema sama mama Dinda."


"aunty om Ferdi mana?"


"kerja, bentar aunty buat esnya ke belakang ya."


"hafiz ikut juga aunty."


***


"mau buat apa nak Ayana?"ucap bik tutik


"mau buat es kepal bik."


"seger pasti."


"ya bik, nantik kita makan sama-sama."


"kalau gitu biar bibik bantu."


"boleh bik."


bik tutik dan hafiz begitu senang dan menikmati cara membuat es kepal. Mulai dari menghancurkan es batu sampai meletakkan topingnya.


"kasih coklat yang banyak aunty."


"oke."


"sebelum makan kita harus apa dulu?" ucap Ayana meletakkan es kepal tersebut di meja makan.


"halus cuci tangan."ucap hafiz sedikit cadel karena untuk mengucapkan R dirinya kurang jelas.


"pinter."Ayana tersenyum bahagia.


Mereka bertiga begitu menikmati es kepal masing-masing. Hafiz begitu senang dan gembira sedang bik Tutik dan Ara bahagia melihat ekspresi yang tunjukkan Hafiz.


"selesai makan ucap apa?"


"ucap apa aunty?" bingung Hafiz.


"ucap Alhamdulillah."


"Alhamdulillah."hafiz senang.


Ara yang mendengar Hafiz mengucapkan Alhamdulillah senang begitu pula dengan bik Tutik.


"nak Ara udah cocok jadi ibu."


"sekalian belajar bik." diiringi dengan tawa kecil Ara.


"aunty mau kemana?"ucap Hafiz


,,


"mau letak mangkok esnya ke wastafel."

__ADS_1


"Hafiz ikut, Hafiz mau bantu aunty."


"kalau gitu ayok, kita cuci mangkok nya."


"ayok....." senang.


***


Ara dan hafiz berada di ruang keluarga dengan tontonan kartun anak kembar yang berkepala botak siapa lagi kalau bukan Upin dan Ipin.


Hafiz masih fokus dengan kartunnya sedangkan Ara mengerjakan sesuatu di smartphone nya.


"Hafiz." panggil Ara, karena ia tidak mendengar ocehan hafiz. Posisi saat ini adalah hafiz tiduran di depan tv beralasan karpet dan juga Bantar sedangkan Ara berada di kursi santai.


"ternyata udah tidur."Ara menghampiri hafiz yang tanpa sahutan, niat awal hanya tiduran-tiduran saja karena melihat hafiz ternyata Ara benaran ketiduran sambil menghadap hafiz. Sedangkan selama hafiz tidur ia mencari posisi ternyaman dan akhirnya mereka seperti berpelukan.



"Anggap aja adanya tidur 😅😅 dan bisa bayangkan gimana." author.


mereka berdua begitu tampak seperti ibu dan anak. Ara yang cepat dekat dengan anak-anak membuat anak-anak senang dan juga gembira.


Bik Tutik yang awalnya ingin ke tempat Ara menjadi urung karena melihat pemandangan yang sangat manis. Sampai-sampai bik Tutik tersenyum melihatnya.


***


"Baiklah sudah cut." kata sutradara.


"akhirnya." ucap Ferdiansyah.


"Terimakasih atas kerja sama timnya." ucap sutradara.


"ini pesanannya mas Ferdiansyah." ucap salah satu office Boy memberikan kalian uangnya.


"sama-sama mas Ferdiansyah. Terimakasih mas."ucapnya senang karena dapat uang kembalian. Ferdiansyah sendiri termasuk orang yang tidak pelit dan suka memberi.


"ya mas."


"jadwal nantik malam menghadiri acara pembukaan produk ambasador." ucap Haikal selaku manajer.


"jadi sekarang free?"


"ya."


"baiklah, kalau gitu kita pulang."


"bos aja dulu, saya nantik soalnya ada yang mau di urus."


"baiklah, saya duluan."


"ya bos hati-hati."


kali ini Ferdiansyah membawa kendaraan sendiri, karena ia ingin menikmati suasana sendiri. Tiba-tiba saja Ferdiansyah ingin membeli sesuatu untuk hafiz, sebenarnya ia ingin membelikan juga untuk Ara tetapi gengsinya besar.


"martabak manis atau martabak telur? dia suka pedas sedangkan hafiz suka yang manis. Martabak manis saja, kan ini untuk hafiz kalau dia nggak mau yasudah."gumam Ferdiansyah menuju tempat langganannya.


Langganan Ferdiansyah sebenarnya menjual 2 jenis martabak yaitu manis dan telur.


"martabak keju coklat nya dua pak." ucap Ferdiansyah.


"ya mas ferdi."ucap bapak tersebut tersenyum.


Ferdiansyah masih melihat-melihat menu sambil berfikir apakah ia harus membeli martabak telur atau tidak. Pikiran awalnya ia tidak ingin membelinya.


"pak."

__ADS_1


"ya mas ferdi? ada tambahan lagi?"


"emmm martabak telurnya tambah 2 pak." ucap ragu Ferdiansyah. Meskipun langganan Ferdiansyah sendiri jarang membeli martabak telur di sana, ia lebih sering membeli martabak manis. Karena di rumahnya tidak terlalu menyukai martabak telur mereka lebih menyukai martabak manis. Di tambah Ferdiansyah juga tidak menyukai pedas.


sekitar 15 menit menunggu akhirnya pesanan Ferdiansyah sudah selesai.


"terimakasih pak."


"ya sama-sama mas ferdi."


selama perjalanan sesekali Ferdiansyah melihat plastik yang berisi martabak yang baru ia beli.


***


Cklek


Ferdiansyah masuk rumah tanpa mengucapkan salam, karena sudah kebiasaan. Tetapi ketika Ara yang melihat pasti akan di tegur.


"kok sepi."batin Ferdiansyah


Ferdiansyah masuk dengan menenteng 2 kantong plastik. Ketika melihat Tv yang menyala matanya langsung tertuju kepada 2 orang yang berbeda usia sedang tidur nyenyak.


"manisnya."lirih Ferdiansyah.


"eh ada nak Ferdiansyah."ucap bibi Tutik yang berada di belakang Ferdiansyah. Ferdiansyah yang mendengar terkejut dan langsung berbalik badan.


"Dari kapan bik Tutik di sini?"


"baru nak Ferdiansyah."


"oh ya bik, tolong di letak belakang ya bik."


"mau di siapkan langsung nak Ferdiansyah."


"nantik aja bik, tunggu hafiz bangun. Bibik kalau mau ambil aja ya bik."


"oke nak Ferdiansyah."


Bibik ke belakang sedangkan Ferdiansyah melangkah ke arah dua orang tersebut. Ia duduk di sebelah hafiz yang sedang memeluk Ara.


Jadi posisinya hafiz menghadap Ara, sedangkan Ara menghadap hafiz. Dan Ferdiansyah sedang menghadap Ara yang sedang tidur.


"ketika tidur kelihatannya manis. Berasa udah jadi ayah."lirih Ferdiansyah tersenyum.


"betul, betul, betul." ucap siaran tv Upin Ipin. Ferdiansyah yang mendengar langsung melihatnya dengan terkejut.


Ferdiansyah langsung mengambil remote lalu mematikan tv tersebut, agar kedua nya tidak terganggu dan juga ia ingin beristirahat juga.


"om tidur di sini ya hafiz." ucap Ferdiansyah lirih. posisinya di sebelah hafiz yang sedang membelakanginya.


Ferdiansyah awalnya hanya ingin memejam mata sebentar karena ingin istirahat sebentar. Ternyata ia benar-benar kelelahan atau memang terasa nyaman di posisi tersebut.


mbok Tutik yang ingin menyampaikan sesuatu kepada Ferdiansyah terhenti ketika melihat pemandangan yang sangat manis untuk diabadikan.


"bibik tau kalau nak Ferdiansyah suka sama nak Ara." ucap bik Tutik tersenyum lalu pergi karena tidak ingin mengganggu momen yang damai tersebut.


Ferdiansyah, Ara dan juga hafiz menikmati tidur siang mereka dengan rileks.


Ntah apa yang akan terjadi apabila Ara terbangun dari tidurnya ketika melihat Ferdiansyah tidur dengan tenang di sebelahnya.


Sekian dulu ceritanya


ini cerita perdana Ku jadi harap maklum kalau ada kata-kata yang salah dalam penulisannya.


jangan lupa vote dan follow

__ADS_1


__ADS_2